1
Durjana @wastedaccount3
Pahlawan Besar Bangsa Indonesia Dari Etnis Tionghoa, Phoa Tjeng Tjoan. Sosok Yang Terlupakan. "Adakah yang pernah mendengar nama : Phoa Tjeng Tjoan?" pic.twitter.com/tZNT2AFqvD
Expand pic
Durjana @wastedaccount3
Nama ini dilupakan oleh bangsa Indonesia, bahkan oleh kalangan etnis Tionghoa sendiri, padahal beliau adl perintis pendidikan modern pertama di Indonesia, yaitu sekolah Tiong Hoa Hwee Koan (THHK) pada tahun 1901, jauh lebih awal dari sekolah Muhammadiyah, NU, dan Taman Siswa.
Durjana @wastedaccount3
Sekolah THHK menyebar hampir keseluruh pelosok Indonesia, jumlahnya mencapai sekitar 130an sekolah. Phoa Tjeng Tjoan, sangat dihormati oleh kalangan etnis Tionghoa dan etnis lainnya, termasuk oleh pihak kolonial Belanda.
Durjana @wastedaccount3
Phoa termasuk orang yang berjasa besar dalam mendirikan ITB, bersama 2 tokoh lainnya dari kalangan Tionghoa yakni H.H Kan dan Nio Hoey Oen.
Durjana @wastedaccount3
Mereka berjasa besar dalam mengumpulkan uang sebesar 500 ribu gulden, guna menyiapkan segala kebutuhan berdirinya ITB. Satu hal yang tak sanggup dilakukan oleh penjajah Belanda kala itu.
Durjana @wastedaccount3
Lahir di Bogor tahun 1857, beliau adalah anak dari seorang kaya bernama Phoa Tjong Tjay, yang juga pemimpin kalangan Tionghoa (Letnan) di Jatinegara, Batavia. Kekayaannya selain digunakan untuk mengembangkan dunia pendidikan juga untuk hal sosial lainnya.
Durjana @wastedaccount3
Diantara tindakannya yang sangat fenomenal adalah meminta pemerintah Belanda untuk menutup tempat perjudian/kasino, karena Phoa prihatin betapa membahayakannya tempat perjudian bagi masyarakat luas.
Durjana @wastedaccount3
Banyak orang miskin yang memerlukan uang, menjadikan perjudian sebagai cara cepat untuk menyelesaikan masalah, tapi hal tersebut justru semakin menyengsarakan.
Durjana @wastedaccount3
Yang tak masuk akal adalah Phoa bersedia mengganti uang ke kas pemerintah belanda akibat ditutupnya kasino tersebut. Bayangkan berapa banyak uang yang harus disetor atau dibayarkan oleh Phoa Tjeng Tjoan tersebut.
Durjana @wastedaccount3
Orang ini memang sosok langka, jabatan pemimpin Tionghoa (Kapiten) juga ditolaknya. Padahal jabatan itu diperebutkan bahkan diimpikan oleh orang2 lainnya. Salut!
Durjana @wastedaccount3
Pengorbanan tersebut adalah catatan sejarah yang harus ditulis dalam sejarah bangsa Indonesia, tidak mudah menemukan orang kaya dengan perilaku seperti itu.
Durjana @wastedaccount3
Beliau adalah satu tokoh pemimpin besar bangsa Indonesia, seorang yang sanggup memimpin bukan karena jabatan dan kursinya, tapi karena tindakan dan budi pekertinya.
Durjana @wastedaccount3
Kita Sebangsa, Setanah Air dan Setara Merdeka! #azmiabubakar #museumpustakaperanakantionghoa Sumber: 1. Riwajat 40 Taon THHK Batavia 2. Memoar Ang Yan Goan Koleksi Museum Pustaka Peranakan Tionghoa

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.