0
Resyadatmikooo @resyadatmikooo
Ferry Batara: Milenial Harus Ambil Peran di Media Sosial pic.twitter.com/30QRMt35Qf
 Expand pic
Resyadatmikooo @resyadatmikooo
Perbedaan pilihan politik berujung maut, diawali saling berbalas komentar di media sosial facebook, Suhaidi warga Sampang harus meregang nyawa ditembak oleh temannya sendiri dikarenakan perbedaan pilihan presiden
Resyadatmikooo @resyadatmikooo
Media sosial menjadi arena perdebatan politik baik elite maupun masyarakat menjelang pemilihan umum 2019. Iklim agresif antara dua pendukung calon terus berlanjut mulai dari berbalas tagar hingga komentar-komentar negatif.
Resyadatmikooo @resyadatmikooo
Kekisruhan di jagat media sosial ini terus di pupuk secara sadar muapun tidak sadar oleh masing-masing pendukung, bom waktu konflik horizontal yang bisa menghadirkan korban lainnya.
Resyadatmikooo @resyadatmikooo
Menanggapi hal ini, Ferry Batara Manurung merasa prihatin dan mengajak semua pihak untuk saling menghargai perbedaan pendapat di media sosial.
Resyadatmikooo @resyadatmikooo
“Peristiwa ini adalah peringatan untuk kita sebagai individu, untuk saling menghargai perbedaan pendapat dan para tim sukses untuk menciptakan iklim sejuk dan demokratis terutama di media sosial,” jelas Ferry
Resyadatmikooo @resyadatmikooo
Menurut Ferry media sosial sebagai informasi yg baru dan paling banyak di gunakan generasi milenial mampu menghadirkan kesejukan demokrasi. Anak milenial harus jadi agen perdamaian di dunia maya dan mampu mendorong kualitas demokrasi karena mampu menghadirkan suasana damai
Resyadatmikooo @resyadatmikooo
“Intinya kita bisa berbeda tapi damai. Gitu lho,” pungkasnya
Login and hide ads.