Created on App

Sisi Lain Produksi Padi by @andini_resakih

Chirpified
0
Andini Resakih @andini_resakih

BPS menyatakan kita surplus beras, tapi menjaga stabilitas harga haruskah lewat cara impor? kaskus.co.id/thread/5bfbe5f… pic.twitter.com/9rkweXp3cf

27/11/2018 10:09:45 WIB
Expand pic
Andini Resakih @andini_resakih

Tahun ini, sektor pangan Indonesia boleh dibilang berprestasi.

27/11/2018 10:10:18 WIB
Andini Resakih @andini_resakih

Karena menurut hitungan Badan Pusat Statistik (BPS), produksi padi kita di 2018 ini berpeluang surplus hingga sebanyak 2,8 juta ton.

27/11/2018 10:10:34 WIB
Andini Resakih @andini_resakih

Tapi di balik kesuksesan itu, ada para petani yang merasa menjadi korban, sapi perahan dari prestasi yang diklaim oleh Kementerian Pertanian (Kementan).

27/11/2018 10:10:52 WIB
Andini Resakih @andini_resakih

Cerita itu diutarakan petani dari Asosiasi Petani Padi Nasional (APPN) pekan lalu.

27/11/2018 10:11:06 WIB
Andini Resakih @andini_resakih

Para petani merasa diperintah oleh Kementan untuk terus menanam padi hingga tiga kali dalam setahun.

27/11/2018 10:11:21 WIB
Andini Resakih @andini_resakih

Tapi di sisi lain, pemerintah tak pernah menaikkan harga pembelian pemerintah (HPP) untuk gabah kering panen (GKP) yang terus berada di kisaran Rp 3700 per kg.

27/11/2018 10:12:24 WIB
Andini Resakih @andini_resakih

Padahal nilai itu sudah jauh di bawah biaya produksi yang mencapai Rp 4100 per kg.

27/11/2018 10:12:39 WIB
Andini Resakih @andini_resakih

Surplus beras itu juga sebenarnya bukan sebuah prestasi untuk menyebut Indonesia berstatus swasembada pangan.

27/11/2018 10:13:01 WIB
Andini Resakih @andini_resakih

Melalui metode Kerangka Sampel Area (KSA) dan dengan memperhitungkan potensi sampai Desember, maka luas panen padi di Indonesia periode Januari-Desember 2018 sebesar 10.90 juta hektar

27/11/2018 10:13:29 WIB
Andini Resakih @andini_resakih

dan produksi padi sebesar 56,54 juta ton Gabah Kering Giling (GKG), setara dengan 32,42 juta ton beras.

27/11/2018 10:14:19 WIB
Andini Resakih @andini_resakih

Kendati BPS menyatakan produksi beras kita berlebih, lembaga statistik itu juga menyatakan bahwa Indonesia masih butuh impor beras untuk menjaga stabilitas harga.

27/11/2018 10:15:13 WIB
Andini Resakih @andini_resakih

Karena surplus beras ini tidak terletak di satu tempat.

27/11/2018 10:16:25 WIB
Andini Resakih @andini_resakih

Keberadaan surplus beras ini tersebar di petani, konsumen, pedagang, penggilingan sehingga, tidak bisa dijadikan sebagai acuan cadangan beras nasional.

27/11/2018 10:16:59 WIB
Andini Resakih @andini_resakih

Dengan kata lain, surplus Itu tidak bisa dikelola pemerintah, atau dalam konteks ini Badan Urusan Logistik (Bulog) yang menjadi penyangga harga dan pasokan beras nasional.

27/11/2018 10:17:30 WIB
Andini Resakih @andini_resakih

Pun dengan kondisi beras yang katanya surplus itu, Saat ini harga beras terpantau naik 0,42 persen bila dibandingkan dengan Oktober sampai minggu ketiga November.

27/11/2018 10:17:42 WIB
Andini Resakih @andini_resakih

Surplus beras bukan jaminan harga stabil.

27/11/2018 10:17:58 WIB
Andini Resakih @andini_resakih

Ada dua hal yang perlu diperhatikan meski terjadi surplus. Pertama, aksesibilitas. Pasokan ada, tapi tidak tersedia di pasaran. Tren harga tinggi pada akhir tahun menjadi peluang oknum tertentu untuk melakukan penimbunan.

27/11/2018 10:18:26 WIB
Andini Resakih @andini_resakih

Kedua, pasokan ada, tapi Bulog terkendala penyerapan gabah/beras di masyarakat. Bulog memiliki ketentuan dalam menyerap beras. Misalnya, kadar air dan harga. Tidak semua beras di masyarakat bisa diserap Bulog.

27/11/2018 10:18:46 WIB
Andini Resakih @andini_resakih

Oleh karena itu, di balik klaim prestasi mengenai surplus produksi beras nasional. Masih tersimpan segudang masalah yang harus diselesaikan Kementerian Pertanian.

27/11/2018 10:18:59 WIB

Comment

No comments yet. Write yours!