1
cia @plutrous
Tragedi Santa Cruz dan Sejarah Kekerasan Indonesia di Timor Leste (1991) —a thread—⚠️ pic.twitter.com/WMMdo826qQ
Expand pic
cia @plutrous
Sorry post ulang, btw thread ini mengandung beberapa konten baik dalam gambar maupun kalimat yg mengganggu bagi sebagian orang. ⚠️Read with your own risk⚠️
cia @plutrous
Tiga bulan menjelang Natal 1991, kabar beredar di Timor Timur. Sebuah delegasi parlemen dari Portugal berniat mengunjungi daerah itu. Rencananya, kedatangan mereka akan diikuti 12 jurnalis internasional.
cia @plutrous
Seorang pun tak menyangka, jika hal ini akan memicu peristiwa yg akan diingat orang sbg catatan khusus dalam sejarah kekerasan militer Indonesia di bumi Lorosae.
cia @plutrous
Belakangan, niatan Portugal ini ditolak pemerintah Soeharto. Indonesia keberatan bila kunjungan itu disertai para jurnalis—sementara di dalam negeri sendiri, spt kata mantan pewarta Jakarta Jakarta Seno Gumira Ajidarma, “jurnalisme dibungkam dan harus menggunakan sastra-c
cia @plutrous
c-untuk bisa berbicara.” Jauh2 hari, para pemuda Timor Leste yg melakukan perlawanan bawah tanah sudah kadung menyiapkan sambutan atas kunjungan Portugal itu. Namun, gerakan klandestin mereka ternyata diketahui intelijen Indonesia.
cia @plutrous
Mereka yg membuat spanduk2 penyambutan delegasi Portugal di gereja Moteal Dili diawasi terus gerak-geriknya oleh TNI.
cia @plutrous
Hingga pada 27 Oktober 1991 malam, sekelompok provokator yg bekerja untuk intelijen Indonesia mengejek para aktivis pro-kemerdekaan dan memancing mereka untuk ribut. Anak2 muda Timor Leste terpancing dan perkelahian berlangsung malam itu juga.
cia @plutrous
Pagi hari pada 28 Oktober 1991, jasad aktivis muda pro-kemerdekaan, Sebastiao Gomes (bukan sodaranya Selena Gomez ya), ditemukan tergeletak di dekat gereja Moteal. Pada gambar: Patung Sebastiao Gomes pic.twitter.com/cugT3Z6hP6
Expand pic
cia @plutrous
Dua minggu setelah itu, pagi hari pada 12 November 1991, pastur Albert Ricardo memimpin misa arwah untuk memperingati kematian Gomes di gereja Moteal Dili. Misa diikuti ribuan umat Katolik Timor Leste.
cia @plutrous
Ketika misa usai pukul 07:00 waktu setempat, sekitar 500an orang keluar gereja sembari membentangkan spandung bergambar Xanana Gusmao, pemimpin gerakan pro-kemerdekaan Timor Leste. pic.twitter.com/jRqNu53ID2
Expand pic
cia @plutrous
Sambil terus berjalan, mereka memekikkan “Timor Leste! Timor Leste! Timor Leste!”. Iringan pengunjuk rasa itu berjalan sekitar 4km menuju pemakaman Santa Cruz, tpt Gomes dimakamkan.
cia @plutrous
Sampai di pemakaman Santa Cruz, menurut Paul R. Barteop dan Steven Leonard Jacobs dalam Modern Genocide (2014), tentara Indonesia tlh bersiaga yg terdiri dr pasukan Kompi A Brimob 5485, Kompi A dan Kompi D Batalion 303, & kompi cmpran—dgn pakaian preman yg dbntuk pd mlm sebelumny
cia @plutrous
Selain itu, Batalion 744 dan personil dari Kodim 1627 juga berada disana. Saat itulah, suasana menjadi kacau. Sirine dan suara letusan tembakan memekik telinga. Para demonstran lari tunggang langgang. Sementara yg lain mencari persembunyian diantara nisan2 Santa Cruz.
cia @plutrous
Berdasarkan kesaksian, spt ditulis Paul R. Bartrop, tentara Indonesia menembaki massa dg membabi buta diikuti berondongan senapan otomatis selama beberapa menit. Tentara Indonesia menembak ke tengah kerumunan dan membuat para aktivis pro-kemerdekaan tertembak di punggung saat-c
cia @plutrous
c-mereka berusaha melarikan diri. Tentara lainnya menendang dan menusuk korban luka serta sejumlah orang yg bersembunyi di area pemakaman. biadab:(
cia @plutrous
Hukman Reni di buku Eurico Guterres: Saya Bukan Siapa2 (2015) menyebutkan, “Dalam laporan dewan kehormatan militer, peristiwa 12 November itu menewaskan 50 warga sipil Timor Timur. Tetapi laporan lain menyebutkan ratusan orang luka2 dan puluhan tewas kena peluru tentara-c
cia @plutrous
c-Indonesia. Penyelidikan rinci dr perlawanan bawah tanah Timor Timur bahkan mendapatkan abgka 273 tewas.”
cia @plutrous
Sementara para aktivis Timor Timur di luar negeri yg sblmnya tdk diperhitungkan, kmbali mndptkn simpati. Rosihan Anwar di Sejarah kecil “Petite Histoire” Indonesia (2004) mnjlskan pembantaian di Dili mengakibatkan masalah Timor Timur ditaruh di agenda internasional mengenai HAM.
cia @plutrous
“Para aktivis Timor Timur yg beroperasi di luar negeri, terutama Ramos Horta, memperoleh lebih banyak perhatian internasional,” terangnya.
cia @plutrous
Rosihan Anwar benar. Pakar politik Australia Rebecca Strating dalam Social Democracy in East Timor (2015) menyebutkan setelah insiden Dili itu, senator AS meminta Presiden George Bush Sr. agar membantu Timor Timur menentukan nasib sendiri dgn memasukkan persoalan tsb dalam-c
cia @plutrous
c-agenda resolusi Majelis Umum PBB. Tekanan internasional, terutama Amerika, thdp Timor Timur itu dihawab Jakarta dgn mengubah struktur kepemimpinan militer di Timor Timur. Awal 1992 Mabes AD melalui Dewan Kehormatan Militer (DKM) memecat panglima Daerah Militer (Pangdam)-c
cia @plutrous
c-IX Udayana, Mayjen Sintong Panjaitan, Pangkalakops Timor beserta seluruh Asisten Pangkolakops, Danrem 164/Wira Dharma, Dandim 1827/Dili dicopot dari jabatannya.
cia @plutrous
Di buku Hendra Subroto, Sintong Panjaitan, Perjalanan Seorang Prajurit Para Komando (2009), Sintong berkilah bahwa ada kemungkinan keterlibatan pihak ketiga dalam insiden 12 November di Dili itu. Pihak ketiga inilah yg menurut Sintong menjadi dalang aksi sabotase di Santa Cruz-c
cia @plutrous
c-yg mengarah ke kekerasan militer. Tapi Sintong tak menyebut dgn jelas siapa pihak ketiga tsb. Sementara itu, mantan Komandan Kopasus yg pernah bertugas di Timor Timur, Pabowo Subianto, menyebutkan bahwa tindakan penyerangan di Santa Cruz itu tidak taktis secara militer.
Load Remaining (11)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.
Login and hide ads.