Chirpstory will close the service later this year. At the end of September, you will not be able to post stories or comments.

Sejarah Kelam Indonesia: Pembantaian Westerling, Sulawesi Selatan (1946-1947) by@plutrous

pembantaian itu tak boleh berulang
1
cia @plutrous

Pembantaian Westerling, Sulawesi Selatan (1946-1947) —A Thread—⚠️ pic.twitter.com/aROGCK2WJE

21/11/2018 17:38:33 WIB
Expand pic
cia @plutrous

Pembantaian Westerling merupakan peristiwa dibunuhnya secara massal ribuan rakyat Sulawesi yg dilakukan oleh pasukan Belanda Depot Speciale Troepen (DST) yg dipimpin Raymond Pierre Paul Westerling pd Desember 1946-Februari 1947. pic.twitter.com/ltqwC7Z1pp

21/11/2018 17:38:38 WIB
Expand pic
cia @plutrous

-Latar Belakang- Ketika perjanjian Linggarjati berlangsung, daerah2 di luar Jawa dan Sumatera terjadi perlawanan sengit pd pemerintahan Belanda dan salah satunya adl perlawanan di Sulawesi Selatan.

21/11/2018 17:44:43 WIB
cia @plutrous

Wlpn pemimpin2 perlawanan banyak yg di tangkap, dibuang, disiksa dan dibunuh, namun perlawanan rakyat Sulawesi Selatan thdp Belanda tak kunjung padam. Hampir setiap malam trjadi aksi serangan dan penembakan di pos2 pertahanan Belanda.

21/11/2018 17:44:47 WIB
cia @plutrous

Pemerintah Belanda mulai kewalahan krn pasukan KNIL yg menggantikan tentara Australia tidak sanggup mengatasi gencarnya serangan2 pejuang dr Sulawesi. Mereka kemudian menyampaikan, jk serangan dr pejuang2 di Sulawesi tdk bisa diatasi, maka terpaksa pemerintah Belanda yg ada-c

21/11/2018 17:44:50 WIB
cia @plutrous

c-di Sulawesi harus melepaskan wilayah Sulawesi Selatan. Pada 9 November 1946, Letnan Jenderal Simon Hendrik Spoor dan kepala staffnya, Mayor Jenderal Dirk Cornelis Buurman van Vreeden memanggil seluruh pemerintahan Belanda di Sulawesi Selatan ke markas besar tentara di Jakarta.

21/11/2018 17:44:51 WIB
cia @plutrous

Dr pertemuan tsb diputuskan untuk mengirim pasukan khusus yg dipimpin oleh Raymon Westerling guna menyerang kekuatan para pejuang Republik Indonesia di Sulawesi Selatan. Westerling diberi kekuasaan penuh dlm pelaksanaan tugas dan mengambil langkah2 yg dipandang perlu.

21/11/2018 17:46:21 WIB
cia @plutrous

Pada 15 Nov 1946, Letnan I Vermeuleun memimpin rombongan yg terdiri dr 20 orang pasukan dr Depot Pasukan Khusus (DST) menuju Makassar. Sebelumnya, NEFIS telah mendirikan marasnya di Makassar. Pasukan NEFIS difungsikan utk membantu KNIL yg sebelumnya telah berdiri di daerah-c

21/11/2018 17:48:43 WIB
cia @plutrous

c-tsb pada Oktober 1945. Anggota DST segera menjalankan tugasnya dgn mengerahkan intelnya utk melacak keberadaan para pemimpin pejuang dan pendukungnya.

21/11/2018 17:48:45 WIB
cia @plutrous

Westerling sendiri baru tiba di Makassar pd 5 Desember 1946, ia memimpin 120 orang Pasukan Khusus DST. Westerling kemudian mendirikan markasnya di Mattoangin. Disini ia menyusun strategi utk Counter Insurgency (penumpasan pemberontakan) dg caranya sendiri, dan tidak berpegang-c

21/11/2018 17:52:12 WIB
cia @plutrous

c-pada Voorschrift voor de uitoeening van de Politiek-Politionele Taak Van het Leger-VPTL (Pedoman Pelaksanaan bagi Tentara untuk Tugas di Bidang Politik dan Polisional), dmn VPTL tsb telah diuraikan scr jelas mengenai aturan perlakuan thdp penduduk dan tahanan.

21/11/2018 17:52:14 WIB
cia @plutrous

-Operasi Militer Tahap Pertama- Aksi pertama pasukan khusus DST dimulai pada malam tgl 11 menjelang 12 Desember. Sasaran aksi ini adalah Desa Batua serta desa2 kecil di timur Makassar. Pd operasi ini, Westerling sendiri yg memimpin. pic.twitter.com/UnMtQ1XW9t

21/11/2018 17:57:35 WIB
Expand pic
cia @plutrous

Pasukan pertama berjumlah 58 orang yg dipimpin oleh Sersan Mayor H. Dolkens menyerbu Borong danpasukan kedua dipimpin oleh Sersan Mayor Instruktur J. Wolff yg beroperasi di Batua dan Patunorang. Westerling bersama Sersan Mayor Instruktur W. Uittenbogaard dibantu 2 ordonan,-c

21/11/2018 17:57:37 WIB
cia @plutrous

c-satu operasi radio serta 10 orang staf menunggu di Desa Batua. Pada fase pertama, dilakukan mulai pukul 4 pagi, wilayah itu dikepung dan dgn pertanda sinyal lampu pd pukul 5:45 pagi, penggeledahan dilakukan di rumah2 penduduk.

21/11/2018 17:57:39 WIB
cia @plutrous

Semua rakyat digiring ke Desa Batua. Pada situasi ini, sebanyak 9 orang berusaha melarikan diri dan mereka semua di tembak mati. Setelah berjalan beberapa kilometer, pd pukul 8:45 akhirnya rakyat di desa2 lain dpt dikumpulkan di Desa Batua.

21/11/2018 18:00:06 WIB
cia @plutrous

Tidak diketahui secara pasti berapa jumlah rakyat yg terkumpul. Westerling melaporkan sejumlah 3000 hingga 4000 orang dikumpulkan dan kemudian dipisahkan antara anak2 dan perempuan dgn pria. pic.twitter.com/XqY5GBFc6J

21/11/2018 18:00:12 WIB
Expand pic
cia @plutrous

Fase kedua dilakukan untuk mencari “kaum ekstremis, perampok, penjahat dan pembunuh”. Westerling sendiri yg memimpin fase ini dgn bicara lsg kepada rakyat dan diterjemahkan ke Bahasa Bugis. Sebelumnya, Westerling sudah memiliki daftar “pemberontak” yg sebelumnya disusun oleh-c

21/11/2018 18:05:33 WIB
cia @plutrous

c-Vermeulen. Kepala desa dan kepala adat harus membantu pengidentifikasian tsb. Hasilnya, sebanyak 35 orang dituduh dan dieksekusi lsg di tempat. Metode Westerling ini disebut Standrecht yg berarti pengadilan (eksekusi) di tempat.

21/11/2018 18:05:35 WIB
cia @plutrous

Pada laporannya, Westerling menyebutkan adanya penghukuman 11 ekstremis, 23 perampok dan seorang pembunuh. pic.twitter.com/pSZtJyBmNz

21/11/2018 18:05:39 WIB
Expand pic
cia @plutrous

Fase ketiga merupakan ancaman kepada rakyat untuk tindakan di masa depan, kepala desa diganti dan dibentuk polisi desa yg bertujuan utk melindungi desa dari anasir2 “pemberontak, teroris dan perampok”.

21/11/2018 18:05:43 WIB
cia @plutrous

Setelah selesai, rakyat disuruh kembali ke desanya masing2. Operasi ini berlangsung sekitar pukul 04:00 hingga pukul 13:30 dan menewaskan 44 rakyat desa.

21/11/2018 18:05:46 WIB
cia @plutrous

Demikianlah yg dilakukan Westerling. Dgn pola itulah, operasi pembantaian rakyat Sulawesi Selatan berjalan terus menerus. Westerling jg memimpin sendiri operasi di Desa Tanjung Bunga pd malam tgl 12 menjelang 13 Desember 1946. Sebanyak 61 orang ditembak mati. Selain itu,-c

21/11/2018 18:10:56 WIB
cia @plutrous

c-desa2 kecil di sekitar Desa Tanjung Bunga di bakar dgn korban mencapai 81 orang. Pada malam tanggal 14 menjelang 15 Desember, giliran Desa Kalukuang yg berada di pinggiran kota Makassar, sebanyak 23 orang ditembak mati.

21/11/2018 18:10:58 WIB
cia @plutrous

Menurut laporan dari intilijen mrk, Wolter Monginsidi dan Ali Malakka yg diburu tentara Belanda di wilayah ini, namun keduanya tdk dapat ditemukan. Pd malam tgl 16 menjelang 17 Desember, Desa Jongaya yg brda di sebelah tenggara Makassar menjadi sasaran. 33 orang magi di eksekusi.

21/11/2018 18:10:59 WIB
Load Remaining (16)

Comment

No comments yet. Write yours!