1
Ni Made Ayu Aurellia @N_AurelJKT48
Waduhhhh ferguso , baru kali ini nih ngerasain kena hujan es , yaolo serem juga yakk
meimei @meowdussa
*ada berita hujan es di jkt* 👵🏻: dimana itu? kok disini nga 👱🏽: itu di jakarta 👵🏻: kok disini engga sih kan gue mau keluar nanti liat ujan es 👧🏻: ih apaansi ma 😂😂😂 👱🏽: gak denger oji lg makan 👵🏻: ah ntar juga lu pd pengen 👧🏻: gak denger lg main twitter 👵🏻: awas aja ya wkwk
Lintas_MNCTV @Lintas_MNCTV
Fenomena hujan es terjadi di kawasan Sudirman Thamrin, Jakarta Pusat. Hujan es ini berbarengan dengan hujan deras disertai angin kencang. Sementara di kawasan Salemba dan Cikini, hujan menyebabkan ruas jalan raya tergenang hingga 30 sentimeter. #MNCTVNews #InfoCuaca pic.twitter.com/IFmJQBjKHs
deya @deantyrbulan
Di sebuah tv swasta : “Pemirsa, kemaren sore terjadi fenomena langka di jakarta” Penonton mulai serius nyimak, trus dianya ngelanjutin lagi : “Kemarin terjadi hujan es di Jakarta” Otakku nyut-nyutan sm narasi beritanya. Sejak kapan hujan es tergolong fenomena langka say?🤔
deya @deantyrbulan
@demilestari Mungkin ntar esnya diwadahan buat jadi stok di resto
URL detiknews Mengapa Bisa Terjadi Hujan Es? Ini Penjelasan BMKG Butiran es berjatuhan saat hujan deras mengguyur disertai petir di wilayah Jakarta sore ini.

Menurut Tomi, prakirawan cuaca BMKG, hujan es biasa terjadi di peralihan musim. "Proses pembentukan awan, partikel kita menyebut istilah parsel udara ketika dia naik akibat proses konveksi naik ke atas. Ketika sampai, kondisinya sangat jenuh berubah menjadi butir-butir awan, itu akan tumbuh. Kalau proses konvektif di dasar kuat di bawah, awan makin tebal komponen es semakin besar," ujar Tomi.

Sementara itu, Kepala Bagian Humas BMKG Hary Tirto Djatmiko menjelaskan hujan es terjadi pada saat hujan lebat yang disertai petir dan angin kencang dengan durasi singkat.

"Kejadian hujan lebat/es disertai kilat atau petir dan angin kencang berdurasi singkat. Lebih banyak terjadi pada masa transisi/pancaroba musim, baik dari musim kemarau ke musim hujan atau sebaliknya," kata Hary saat dikonfirmasi detikcom.

Sedangkan indikasi terjadinya hujan lebat atau hujan es disertai kilat/petir dan angin kencang berdurasi singkat yakni:

- Satu hari sebelumnya udara pada malam hari hingga pagi hari terasa panas dan gerah.

- Udara terasa panas dan gerah akibat adanya radiasi matahari yang cukup kuat ditunjukkan oleh nilai perbedaan suhu udara antara pukul 10.00 dan 07.00 LT (> 4.5°C) disertai dengan kelembapan yang cukup tinggi ditunjukkan oleh nilai kelembapan udara di lapisan 700 mb (> 60%).

- Mulai pukul 10.00 pagi terlihat tumbuh awan kumulus (awan putih berlapis-lapis). Di antara awan tersebut ada satu jenis awan yang mempunyai batas tepinya sangat jelas berwarna abu-abu menjulang tinggi seperti bunga kol.

- Tahap berikutnya awan tersebut akan cepat berubah warna menjadi abu-abu/hitam yang dikenal dengan awan kumulonimbus.

- Pepohonan di sekitar tempat kita berdiri ada dahan atau ranting yang mulai bergoyang cepat.

- Terasa ada sentuhan udara dingin di sekitar tempat kita berdiri.

- Biasanya hujan yang pertama kali turun adalah hujan deras tiba-tiba. Apabila hujannya gerimis, kejadian angin kencang jauh dari tempat kita.

- Jika 1-3 hari berturut-turut tidak ada hujan pada musim transisi/pancaroba/penghujan, ada indikasi potensi hujan lebat yang pertama kali turun diikuti angin kencang baik yang masuk dalam kategori puting beliung maupun yang tidak.

Bangucup @kadalbatu
Pantesan jalanan macet banget, macet gak kayak biasanya. Gw kira lagi ada T-Rex muncul di Jakarta, taunya ada Hujan Es toh. #dikitlagilucu
bung Hipo & non Tesa @hipotesaku
Setelah kemarin Jakarta diguyur hujan es, semoga hari ini jd #JumatBerkah utk cuaca politik yg menyejukkan di tanah air #hipotesaku: berkah politik tdk akan jauh dari praktik politik beretika; namun jk masih saja politik menghalalkan segala cara, maka bisa menuai bencana

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.