0
#BebaskanBudiPego @forbanyuwangi
Pertambangan emas di Tumpang Pitu membawa banyak petaka, warga telah ribuan kali turun aksi melakukan penolakan Cc @lord_kobra youtu.be/5KZ3PfZs5ng
Expand pic
#BebaskanBudiPego @forbanyuwangi
[A thread] Berita duka dari Banyuwangi. Lagi-lagi hukum belum berpihak pada rakyat. #BebaskanBudiPego #TolakTambangEmasTumpangPitu #SaveTumpangPitu pic.twitter.com/ouZiFQN81h
Expand pic
#BebaskanBudiPego @forbanyuwangi
Kini, Budi Pego yang berjuang menyelamatkan lingkungannya, dari ancaman penambangan emas, terancam mendekam di balik jeruji besi lagi. #bebaskanbudipego #tolaktambangemastumpangpitu pic.twitter.com/8TnGFD28JB
Expand pic
#BebaskanBudiPego @forbanyuwangi
Karena hanya ingin berjuang menyelamatkan lingkungan desanya dari gempuran pertambangan milik grup perusahaan PT Merdeka Copper Gold Tbk, Budi Pego dan 3 rekannya, warga desa Sumberagung, Pesanggaran, Banyuwangi, dituduh menyebarkan ajaran komunisme. #BebaskanBudiPego
#BebaskanBudiPego @forbanyuwangi
Budi Pego ditetapkan sebagai tersangka pada 15 Mei 2017. Budi petani buah naga, tidak mengerti apa itu marxisme/leninisme/komunisme. pic.twitter.com/wqAWe4rax7
Expand pic
#BebaskanBudiPego @forbanyuwangi
Kasus ini bermula dari aksi pemasangan spanduk “Tolak Tambang” yang dilakukan pada tanggal 4 April 2017. Aksi pemasangan spanduk tolak tambang ini dilakukan di sepanjang pantai Pulau Merah-Sumberagung hingga kantor Kecamatan Pesanggaran.
#BebaskanBudiPego @forbanyuwangi
Satu hari pasca aksi tersebut (5/4), muncul beberapa pernyataan dari pihak aparat keamanan Banyuwangi (TNI/Polri), bahwa didalam spanduk tolak tambang milik warga tersebut terdapat logo yang disebut mirip palu arit.
#BebaskanBudiPego @forbanyuwangi
Atas kasus ini, warga memberikan pernyataan bahwa tidak satupun spanduk yang mereka pasang terdapat logo yang dituduhkan pihak aparat keamanan.
#BebaskanBudiPego @forbanyuwangi
Warga menduga tuduhan tersebut hanya bertujuan untuk melemahkan gerakan penolakan tambang emas tumpang pitu yang sedang mereka lakukan. Sekaligus juga untuk memecah belah persatuan perjuangan warga. #TolakTambangEmasTumpangPitu
#BebaskanBudiPego @forbanyuwangi
Meskipun demikian kasus tetap berlanjut di Meja Hijau. Atas kasus tersebut, pada tanggal 23 Januari 2018, Heri Budiawan divonis oleh PN Banyuwangi dengan pidana hukuman penjara selama 10 bulan.
#BebaskanBudiPego @forbanyuwangi
Selanjutnya dalam upaya banding yang diajukannya, hakim PT Jawa Timur juga memutuskan tetap mempidana hukuman penjara selama 10 bulan terhadap Heri Budiawan pada tanggal 14 Maret 2018.
#BebaskanBudiPego @forbanyuwangi
Karena tetap merasa diperlakukan tidak adil atas putusan PN dan PT, Budi Pego dan tim kuasa hukum melakukan upaya hukum kasasi di Mahkamah Agung (MA).
#BebaskanBudiPego @forbanyuwangi
Namun, tanpa pernah terduga sebelumnya, pada tanggal 16 Oktober 2018, hakim MA malah memutuskan kasasi tersebut dengan putusan: menaikkan hukuman penjara Heri Budiawan menjadi 4 tahun.
#BebaskanBudiPego @forbanyuwangi
Padahal dalam fakta persidangan, Jaksa Penuntut Umum (JPU), tidak pernah berhasil menghadirkan bukti fisik spanduk tolak tambang berlogo mirip palu arit yang dituduhkan terhadap Heri Budiawan.
#BebaskanBudiPego @forbanyuwangi
Patut ditambahkan, Heri Budiawan dan 3 rekannya tersebut merupakan korban pertama dari berlakunya UURI No. 27 Tahun 1999, produk hukum yang justru dikeluarkan pada eral awal reformasi. pic.twitter.com/Ms9coW1EPh
Expand pic
#BebaskanBudiPego @forbanyuwangi
Melalui pesan solidaritas ini, kami mengajak rekan-rekan semua untuk dapat memberikan dukungan solidaritas terhadap Heri Budiawan Dkk, agar untuk ke depan kriminalisasi dalam bentuk apapun, khususnya terhadap pejuang lingkungan tidak terulang kembali. pic.twitter.com/t2wKEO2wJl
Expand pic
#BebaskanBudiPego @forbanyuwangi
Setelah Kyai Aziz Surokonto, Baiq Nuril NTB, kini Budi Pego menerima putusan yang tidak adil. Tumpang Pitu harus lestari, bukan korporasi. Tambang harus tumbang. pic.twitter.com/SeHTJDWJRY
Expand pic

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.