Pembunuhan Khashogi ‘Tabrakan’ Kepentingan AS vs Saudi

Menyusul laporan eksklusif Washington Post yang menyebut CIA meyakini putra mahkota Saudi, Mohammad bin Salman terlibat pembunuhan Jamal Kashoghi
viralnow arab international crime breakingnews saudi berita Indonesia law AS
0

Koran Sulindo –Menyusul laporan eksklusif Washington Post yang menyebut CIA meyakini putra mahkota Saudi, Mohammad bin Salman terlibat pembunuhan Jamal Kashoghi, ‘tabrakan’ kepentingan Washington dan Riyadh tampaknya bakal tak terhindarkan.

Berjanji mengungkap dalang pembunuhan, Presiden Amerika Donald Trump dihadapkan pada salah satu keputusan terberatnya sebagai presiden. Terutama karena Saudi dan MBS merupakan sekutu utama Trump di Timur Tengah.

Laporan The Washington Post menyebut saudara laki-laki MBS, Khalid bin Salman yang bertindak sebagai duta besar Saudi di Washington, adalah orang yang menelepon Khashoggi sekaligus mendorongnya pergi ke Konsulat Saudi di Istanbul.

Duta Besar Saudi membantah telah melakukan percakapan telepon dengan Khashoggi.

Mentor dan penasihat MBS, Maher Abdulaziz Mutrib diduga setelah pembunuhan Khasogi menelepon Qahtani dan memintanya untuk memberi tahu sang bos bahwa misi telah dilaksanakan.

Meski Mutrib tak secara eksplisit menyebut nama bos itu, namun Qahtani hanya memiliki satu bos yakni MBS.

Rincian seperti yang disampaikan oleh Jaksa Agung Saudi sejauh ini merupakan pernyataan paling detail yang disediakan Riyadh terkait pembunuhan itu. Namun, penjelasan itu secara khusus juga menegaskan pembunuhan dilakukan tanpa izin dan putra mahkota tidak tau menahu tentang rencana itu.

Penjelasan tersebut adalah versi keempat yang disediakan Saudi setelah sebelumnya menyangkal memiliki hubungannya dengan pembunuhan dan justru mengklaim Khashoggi menghilang secara misterius atau bunuh diri.

Baca Selengkapnya : https://koransulindo.com/pembunuhan-khashogi-tabrakan-kepentingan-as-vs-saudi/

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.