3
Login and hide ads.
cia/GA CEK📌 ATAU ❤️ @plutrous
Puputan Badung—Bunuh Diri Massal di Bali (1906) —a thread— pic.twitter.com/vR52prWyyJ
 Expand pic
cia/GA CEK📌 ATAU ❤️ @plutrous
⚠️THREAD INI MENGANDUNG KONTEN DISTRUBING, READ AT YOUR OWN RISK⚠️
cia/GA CEK📌 ATAU ❤️ @plutrous
Siapa sih yg tidak mengenal Bali? Sebuah pulau kecil yg dikenal dengan wisata pantainya? Tapi tahukah kalian, ada suatu masa dimana bunuh diri adalah harga mati warga Bali yg tidak sudi dikuasai penjajah.
cia/GA CEK📌 ATAU ❤️ @plutrous
Pada 27 Mei 1904, sebuah perahu dagang (skunar) terdampar di pantai timur kerajaan Badung pada pulul 06:00. Perahu dagang itu bernama Sri Komala berbendera Belanda yg berlayar dari Banjarmasin mengangkut barang dagangan milik pedagang Cina bernama Kwee Tek Tjiang.
cia/GA CEK📌 ATAU ❤️ @plutrous
Karena kandas dan perahu pecah, maka para penumpang Sri Komala menurunkan barang yg masih bisa diselamatkan, yaitu petu kayu, peti seng dan koper kulit. Nahkoda meminta bantuan kepada syahbandar di Sanur untuk menjaga keamanan barang2 yg diturunkan.
cia/GA CEK📌 ATAU ❤️ @plutrous
(FYI)Syahbandar adlh seorang petugas yg bertanggung jwb untk mmbrlkukan prturan di suatu pelabuhan/pangkalan laut utk memberikan rs aman akan keselamatan pelayaran, keamanan di sktar pelabuhan dan cara kinerja/pengayaan sarana-sarana berkemudahan yg dijalankan scr baik dan tepat.
cia/GA CEK📌 ATAU ❤️ @plutrous
Atas permintaan pemilik barang dan atas saran Sik Bo, seorang warga Cina di Sanur, peristiwa kandasnya perahu dilapokan kepada Ida Bagus Ngurah, penguasa daerah Sanur dg tujuan utk ikut mengamankan barang2 yg telah diturunkan itu.
cia/GA CEK📌 ATAU ❤️ @plutrous
Sesuai keterangan Kwee Tek Tjiang dan sesuai jg dg keterangan nahkoda yg diutus serta didampingi Sik Bo pd waktu menghadap Ida Bagus Ngurah, dilaporkan bahwa barang dagangan yg diangkut terdiri dari gula pasir, minyak tanah, dan terasi.
cia/GA CEK📌 ATAU ❤️ @plutrous
Untuk memeriksa kebenaran laporan itu, Ida Bagus Ngurah selaku penguasa Sanur berangkat ke tepi pantai utk memeriksa langsung. Isinya ternyata sesuai dg laporan, dan ada tambahan barang berupa roti kering dan sedikit uang kepeng.
cia/GA CEK📌 ATAU ❤️ @plutrous
Berkat bantuan 11 orang tenaga kerja, barang2 yg masih tersisa di kapal diturunkan dan diangkut. Kesebelas org itu melakukan tugasnya dg jujur dan tidak ada yg mencuri.
cia/GA CEK📌 ATAU ❤️ @plutrous
Utusan Raja Badung datang ke pantai mengadakan pemeriksaan pada 29 Mei 1904, 2 hari stlh perahu itu terdampar. Pd waktu itulah Kwee Tek Tjiang membuat laporan palsu kpd utusan Raja dan menyatakan rakyat telah mencuri 3700 ringgit uang perak, serta 2300 uang kepeng.
cia/GA CEK📌 ATAU ❤️ @plutrous
Tentu saja laporan ini tidak dapat diterima oleh utusan Raja karena tidak disertai bukti. Dan karena tidak puas, Kwee Tek Tjiang menghadap langsung kepada Raja Badung yg menolak pengaduan itu, karena selain dipandang tidak sesuai, Keee Tek Tjiang jg menuduh rakyat Badung-c
cia/GA CEK📌 ATAU ❤️ @plutrous
c-merampas perahu itu pd 27 Mei 1904. Tuduhan itu diulangi lagi oleh residen setelah mendapat laporan, dan bahkan lsg menuntut agar Raja Badung memberikan ganti rugi sebesar 3000 ringgit.
cia/GA CEK📌 ATAU ❤️ @plutrous
Karena rakyat telah menyatakan kejujurannya melalui sumpah, maka pihak Raja Badung tetap pada keyakinannya bahwa apa yg dituduhkan itu hanya merupakan tipu muslihat.
cia/GA CEK📌 ATAU ❤️ @plutrous
Keyakinan yg teguh dari Raja dan rakyat Badung dipandang membahayakan kedudukan pemerintah kolonial di Bali, khususnya Residen (J. Escbach, kemudian G. Bruyn Kops sejak tahun 1906). Perlu diketahui, bahwa Van Hentz, Gubernur Jenderal di Batavia sangat berambisi utk-c
cia/GA CEK📌 ATAU ❤️ @plutrous
c-menaklukan seluruh Hindia Belanda, bahkan dapat memecat residen apabila dipandang perlu. Oleh karena itu, residen dan bawahannya perlu menyelamatkan kedudukannya meskipun harus mengorbankan kedaulatan Raja Badung.
cia/GA CEK📌 ATAU ❤️ @plutrous
Residen J. Escbach mengusulkan agar Raja Badung tetap dikenakan denda 3000 ringgit (7500 gulden). Meskipun telah diultimatum, Raja Badung saat itu, I Gusti Ngurah Denpasar, tetap menolak tuduhan dan tuntutan sampai batas waktu pada 9 Januari 1905.
cia/GA CEK📌 ATAU ❤️ @plutrous
Penolakan tegas Raja Badung mengakibatkan pemerintah kolonial mengirim kapal angkatan laut ke perairan Badung utk melakukan blokade ekonomi. Tindakan kejam pemerintah kolonial melalui patroli angkatan lautnya semakin sering dilakukan, terlebih sikap Raja Badung-c
cia/GA CEK📌 ATAU ❤️ @plutrous
c-yg tidak menunjukkan tanda2 menyerah thdp tuntutan ganti rugi. Meskipun pihak kerajaan Badung mengalami kerugian setiap hari sebesar 1500 ringgit dari pemasukan pelabuhan akibat blokade ekonomi itu,Raja Badung tetap bagus dalam keyakinannya menolak tuduhan Gubernurmen.
cia/GA CEK📌 ATAU ❤️ @plutrous
Sementara itu, blokade ekonomi di darat juga dilakukan dg cara bekerja sama dg raja2 tetangga sprt Gianyar, Bangli, Klungkung, Tabanan, dan Karangasem, namun kerajaan2 tetangga itu sulit memutuskan hubungan dg Raja Badung krn kepentingannya masing2.
cia/GA CEK📌 ATAU ❤️ @plutrous
Blokade ekonomi yg dilancarkan di laut atau di darat ternyata gagal dan tidak mampu membuat Raja Badung menyerah. Kondisi ini menyebabkan semakin teganya hubungan politik antara Kerajaan Badung dan Pemerintah Gubernurmen. Pada gambar: I Gusti Ngurah pic.twitter.com/A8zxE44HrA
 Expand pic
cia/GA CEK📌 ATAU ❤️ @plutrous
Karena Raja Badung tetap pd keyakinannya, maka Gubernur Jenderal Van Hentzs mengirim surat scr lsg pd Raja Badung pd 17 Juli 1906. Selain kpd I Gusti Ngurah Pemecutan dan I Gusti Ngurah Denpasar, Van Hentzs juga mengirim surat kpd Raja Tabanan, I Gusti Ngurah Agung, raja yg-c
cia/GA CEK📌 ATAU ❤️ @plutrous
c-dg tegas memihak Raja Badung. Surat Gubernur Jenderal itu pd pokoknya mengulangi tuntutan pemerintah yg diajukan sebelumnya, bahkan jumlah ganti rugi yg dituntut lebih besar yautu 5173 ringgit (12.932,50 gulden). Jumlah ini termasuk biaya blokade yg sudah dikeluarkan-c
cia/GA CEK📌 ATAU ❤️ @plutrous
c-pemerintah Gubernurmen dan harus dibayar oleh Raja Badung. Substansi penting dr isi surat itu adlh batas waktu yg diberikan. Gubernur Jenderal mengancam akan mengambil tindakan militer apabila Raja Badung dan Tabanan tdk memberikan jawaban yg memuaskan sampai 1 Sept 1906.
cia/GA CEK📌 ATAU ❤️ @plutrous
Btw yg di pict diatas itu tadi gambarnya I Gusti Ngurah Rai ya, tadi aku lupa ngetik nama terakhirnya hehe
Load Remaining (33)
Login and hide ads.