Kisah Lilis Lindawati "Ditikam" Perda Tangerang yg Menuduh Ia Pelacur Hingga Meninggal karena Depresi, Catatan Diskriminasi Perempuan

Lilis pulang saat malam di pinggir jalan, alasan yang cukup untuk membawanya sbg pelacur yg patut dirazia
1
GEOTIMES @the_geotimes

Perda Diskriminatif yang Mengorbankan Perempuan - geotimes.co.id/?p=534610

18/11/2018 04:30:00 WIB
Iman Brotoseno @imanbr

International Visitor Leadership Program - USA 2013 | Sukarnoism | Dive Junkie | Film | My blog blog.imanbrotoseno.com | contact : ibrotoseno@gmail.com

imanbrotoseno.com

Iman Brotoseno @imanbr

Lilis Lindawati, ditangkap atas tuduhan melacur padahal sedang menunggu angkot. Secara tragis meninggal dunia karena depresi, malu. twitter.com/the_geotimes/s… pic.twitter.com/Sj2DYObyxB

18/11/2018 12:48:09 WIB
Expand pic
Iman Brotoseno @imanbr

Kenangan Johermansyah Johan ( mantan Dirjen Otonomi Daerah ) ketika menyusun UU Otda. Perda syariat tak sesuai konstitusi, tapi marak, karena secara legal diajukan kepala daerah dan disetujui DRPD. Salah satu catatannya “ Oh Dunia, Semoga Indonesia tetap ada sampai akhir jaman “ pic.twitter.com/Vm8IBMB0so

18/11/2018 13:05:05 WIB
Expand pic
Katia Wujis @katiawujis

@imanbr sepertinya pemerintah Indonesia perlu regulasi tentang pekerja seks komersial.

18/11/2018 12:53:18 WIB
Tunggal Pawestri @tunggalp

@imanbr Lalu ada Putri dari Langsa yang bunuh diri karena malu ditangkap WH aceh.tribunnews.com/2012/09/11/seb…

18/11/2018 12:54:22 WIB
arya gusti permana @aryagp42

@imanbr @AntoniRaja truuus mo legalin pelacuran dngn alasan menolak perda syariah geto???? udah ratingnya nyungsep tambah nyungsep aje lo @psi_id @grace_nat

18/11/2018 13:02:31 WIB
Ameris Consultant @AmerisHR

Salah seorang korban "salah tangkap" bernama Lilis Lindawati, karyawan sebuah restoran di Cengkareng yang sedang... fb.me/2D27zxDh9

13/10/2015 08:47:16 WIB

Meskipun telah disahkan pada 23 November 2005, Perda Anti Pelacuran baru diterapkan 27 Februari 2006 melalui sebuah operasi atau razia di malam hari. Mereka yang tertangkap disidangkan secara terbuka hari berikutnya, bertepatan dengan Hari Jadi Kota Tangerang. Dalam persidangan tindak pidana ringan itu terungkap bahwa aparat tramtib dan polisi telah salah menangkap perempuan "baik-baik" yang dicurigai sebagai pelacur.

Salah seorang korban "salah tangkap" bernama Lilis Lindawati, karyawan sebuah restoran di Cengkareng yang sedang hamil dua bulan. Ia ditangkap ketika sedang menunggu angkutan untuk pulang ke rumahnya. Lilis dijatuhi hukuman dengan tuduhan pelacur dan didenda Rp 300.000. Ia tak mampu membayar denda dan menghadirkan suaminya yang berprofesi sebagai guru SD sebagai saksi yang dapat menyangkal dakwaan itu sehingga ia dikenai hukuman kurungan selama tiga hari. Dalam kenyataannya, hukuman diperpanjang sehari dan Lilis baru dibebaskan pada hari keempat. Selain Lilis, tiga perempuan lain juga jadi korban salah tangkap.

Meski mereka kemudian dibebaskan sebelum disidangkan karena tak terbukti sebagai pelacur, penangkapan tersebut telah membuat ketiganya mengalami trauma. Lilis Lindawati kemudian menggugat Wali Kota Tangerang sebesar Rp 500 juta karena telah mencemarkan nama baiknya. Lilis juga melaporkan hakim yang mengadilinya ke Komisi Yudisial dan melaporkan aparat Dinas Keamanan dan Ketertiban yang menangkapnya. Namun, dalam perkembangan selanjutnya, Lilis akhirnya meninggal dalam kondisi sakit-sakitan akibat peristiwa salah tangkap tersebut.

Comment

Mang Inoy @Mang_Inoy 19/11/2018 05:11:43 WIB
Trus kenapa salahin perda syariat, emang hukum selain syariat lebih baik ? Apakah ga pernah juga ada korban salah tangkap ? Seorang nenek yang di dakwa mencuri kayu di lahan perhutani, dll. Mikir..
0