1
cia @plutrous
Bintaro, Kecelakaan Kereta Api Terdahsyat di Indonesia —a thread— pic.twitter.com/ZzLF8yOail
Expand pic
cia @plutrous
Baiklah, krn kemaren2 bahas sejarah luar mulu, skrg aku mau bahas sejarah dalam negeri yg sprtinya masih banyak org yg belum tau. Sejarah ini tentang tragedi Bintaro, kecelakaan kereta api terdahsyat di Indonesia.
cia @plutrous
Tragedi Bintaro adalah peristiwa tabrakan hebat 2 buah kereta api di daerah Pondok Betung, Bintaro, Tangerang, pada Senin pagi, 19 Oktober 1987 yg merupakan kecelakaan terdahsyat dan terburuk dlm sejarah perkereta-apiaj Indonesia. Bahkan hingga menyita perhatian dunia.
cia @plutrous
Mayat2 bergelimpangan, sebagian dalam keadaan tidak utuh:( Bau darah anyir memenuhi udara. Tubuh2 yg lain terjepit di antara besi2, sebagian masih hidup, namun meregang nyawa:(
cia @plutrous
31 tahun lalu, tepatnya 19 Oktober 1987, 2 buah kereta api yakni KA255 jurusan Rangkasbitun - Jakarta dan KA220 cepat jurusan Tanahabang - Merak bertabrakan di dekat stasiun Sudimara, Bintaro.
cia @plutrous
Peristiwa ini terjadi persis pada jam2 sibuk orang berangkat kantor, sehingga jumlah korban juga sangat besar, yakni 153 orang tewas dan 300 orang luka2. Peristiwa ini merupakan yg terburuk setelah peristiwa tabrakan kereta api tanggal 20 Sept di tahun yg lebih awal yaitu 1968-c
cia @plutrous
c-yg menewaskan 116 orang. Tabrakan pada 1968 ini terjadi antara kereta api Bumel dengan kereta api cepat Desa Ratujaya, Depok.
cia @plutrous
Saat itu adalah detik2 sebelum 2 rangkaian kereta api ekonomi yg berjalan di kedua arah yg berbeda, namun keduanya berada hanya dalam satu jalur rel kereta api dan akhirnya bertabrakan secara dahsyat.
cia @plutrous
—LOKASI— Lokasi saat kecelakaan terjadi berada diantara Stasiun Pondok Ranji dan Pemakaman Tanah Kusir, sebelah utara SMUN 86 Bintaro. pic.twitter.com/FuAfkhnEGr
Expand pic
cia @plutrous
Tempat kejadian perkara berada di dekat tikungan yg melengkung (kini jalan tol) Bintaro, tepatnya di lengkungan berpola huruf “S”. Berjarak kurang lebih 200 meter setelah palang pintu Pondok Betung atau +- 8km sebelum Stasiun Sudimara.
cia @plutrous
—Awal Mula— Peristiwa 19 Oktober 1987, KA225 Jurusan Rangkasbitung-Jakarta yg dipimpin oleh masinis Slamet Suradio, asistennya Soleh, dan seorang kondektur, Syafei berhenti di jalur 3 Stasiun Sudimara. Kereta yg ditarik oleh lokomotif BB30317 dalam keadaan sarat penumpang-c
cia @plutrous
c-yaitu sekitar 700 penumpang didalamnya. KA225 tsb bersilang dgn KA220 Patas jurusan Tanah Abang-Merak yg dipimpin oleh masinis Amung Sunarya dg asistennya Mujiono. Kereta yg ditarik oleh lokomotif BB30617 ini bermuatan lebih dari 500 penumpang, dan berada di jalur 2-c
cia @plutrous
c-stasiun Kebayoran Lama. Peristiwa bermula atas kesalahan kepala stasiun Serpong yg memberangkatkan KA225 ekonomi (Rangkasbitung-Jakarta) ke stasiun Sudimara, tanpa mengecek kepenuhan jalur KA di stasiun Sudimara.
cia @plutrous
Dari sini sudah terlihat kesalahan prosedur kepala stasiun Serpong, karena tidak adanya komunikasi dan kordinasi dari kepala stasiun Serpong kepada kepala stasiun Sudimara.
cia @plutrous
Sehingga ketika KRD no. KA225 (Rangkas-Jakarta) itu diberangkatkan dari Serpong dan tiba di stasiun Sudimara pd pukul 6:45 WIB, dan ternyata stasiun Sudimara hanya memiliki 3 jalur yg saat itu penuh dgn 2 KA.
cia @plutrous
Maka, kepala stasiun Sudimara pun lantas memerintahkan masinis KRD 225 untuk masuk jalur 1 (jalur lurus/lacu), dgn posisi di Stasiun Sudimara. Jalur 1: KA225 (jalur lacu) Jalur 2: KA Indocement hendak ke arah JKT juga Jalur 3: KA barang tanpa lokomotif
cia @plutrous
Memang menurut jadwal, seharusnya keduanya akan bersilang di stasiun Sudimara ini, dimana kalau tepat waktu, KA225 seharusnya datang pukul 6:40 dan menunggu KA Cepat Patas 220 yg akan lewat pd pukul 06:49 di stasiun Sudimara.
cia @plutrous
Tapi kenyataannya, KA225 ini terlambat 5 menit ketika sampai di Sudimara. Alhasil, semua jalur kereta di stasiun Sudimara akan tertutup rapat dan kereta lain tak bisa lewat. Karena penuh, maka kegiatan persilangan juga menjadi suatu yg mustahil.
cia @plutrous
Karena tak bisa, otomatis persilangan di Sudimara terpaksa dipindahkan lagi ke stasiun Kebayoran dg menyuruh KA225 jurusan Rangkas-JKT yg baru saha tiba dari Serpong, segera diberangkatkan ke stasiun Kebayoran.
cia @plutrous
Jadi, pindah stasiun lagi untuk persilangan, yaitu ke stasiun Kebayoran. Namun, karena kesalahan prosedur kali inilah, kemudian terjadi rentetan kesalahan prosedur yg akhirnya menyebabkan 139 orang tewas.
cia @plutrous
Sementara itu, kereta kedua, KA220 di stasiun Kebayorandg arah tujuan yg berlawanan, yaitu KA patas yg tak berhenti (KA Cepat) (JKT-Merak) yg arahnya berlawanan dg KA225 masuk ke stasiun Kebayoran.
cia @plutrous
Sementaa di stasiun Sudimara dimana jalur keretanya yg telah penuh, dimana KA225 berada, tak mungkin dilakukan persilangan/berpapasan, maka diberangkatkanlaj KA225 dari stasiun Sudimara ke stasiun Kebayoran agar dapat bersilang/papasan di stasiun Kebayoran.
cia @plutrous
Semboyan keberangkatan pun ditiup oleh kepala stasiun Sudimara, KA225 yg ada di jalur 1 Sudimara dan penuh penumpang tsb berangkat menuju stasiun Kebayoran.
cia @plutrous
Disaat yg sama, kereta cepat (KA Patas JKT-Merak) baru datang dan tak ada prosedur memberhentikan tunggu. Saat KA220 diberangkatkan menuju stasiun Sudimara, saat yg sama KA225 sedang menuju stasiun Kebayoran dalam satu jalur rel.
cia @plutrous
Anehnya, padahal sebelum dilakukan persilangan KA225 dr stasiun Sudimara ke stasiun Kebayoran, sudah dilakukan kontak telepon oleh Kepala Stasiun Sudimara kpd Kepala Stasiun Kebayoran untuk meminta izin.
Load Remaining (17)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.