Created on App

Salah Langkah Gerindra Kasih Kursi Wagub DKI ke PKS

Prabowo serahkan kursi jabatan Wagub DKI ke PKS.
0
Siap, Komandan! ✌🏽 @KomandanMarkos

Salah Langkah Gerindra Kasih Kursi Wagub DKI ke PKS pic.twitter.com/srI3jSjGx2

17/11/2018 15:23:01 WIB
Expand pic
Siap, Komandan! ✌🏽 @KomandanMarkos

Sejak ditinggalkan Sandi pada 27 Agustus 2018 lalu, kekosongan kursi nomor 2 di DKI Jakarta rupanya menjadi masalah. Beberapa program besutan Sandi seperti OK OCE Mart tutup.

17/11/2018 15:23:02 WIB
Siap, Komandan! ✌🏽 @KomandanMarkos

Begitu juga dengan program DP 0 Persen jalan di tempat, mandeg dan bahkan, pembangunannya pun belum juga dimulai hingga saat ini.

17/11/2018 15:23:03 WIB
Siap, Komandan! ✌🏽 @KomandanMarkos

Sejumlah masalah terjadi bukan hanya soal mandegnya beberapa program besutan Sandi. Lamanya kekosongan jabatan Wagub DKI Jakarta juga justru menjadi arena perebutan sengit antara partai Gerindra & PKS.

17/11/2018 15:23:03 WIB
Siap, Komandan! ✌🏽 @KomandanMarkos

Keduanya saling klaim sebagai pihak yang berhak mendapatkan kursi Wagub DKI Jakarta.

17/11/2018 15:23:04 WIB
Siap, Komandan! ✌🏽 @KomandanMarkos

Setelah lama mengalami kekosongan, Partai Gerindra akhirnya memutuskan untuk menyerahkan kursi nomor 2 DKI Jakarta kepada PKS, yang berangkat dari arahan langsung Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo.

17/11/2018 15:23:05 WIB
Siap, Komandan! ✌🏽 @KomandanMarkos

Padahal, sebelumnya sdh dikatakan oleh Ketua DPD Gerindra, M Taufik, bahwa kursi jabatan Wagub DKI Jakarta menjadi hak dari partai Gerindra. Namun, apa boleh buat, Taufik harus tunduk pd Prabowo sebagai ketua umum Gerindra yg sedari awal telah menjanjikan kursi Wagub DKI kpd PKS.

17/11/2018 15:23:05 WIB
Siap, Komandan! ✌🏽 @KomandanMarkos

Penyerahan kursi jabatan Wagub DKI Jakarta kepada PKS adalah langkah berpikir yang salah bagi Prabowo. Seharusnya ia dapat memetakan ulang atau berpikir lebih luas lagi perihal peluang dan pertarungannya dalam kontestasi Pilpres 2019 mendatang.

17/11/2018 15:23:06 WIB
Siap, Komandan! ✌🏽 @KomandanMarkos

Seperti yang kita ketahui, Prabowo dan Sandi berada di dalam satu naungan partai yang sama yaitu Partai Gerindra. Sehingga sulit untuk memastikan limpahan suara pendukung mereka pada Pilpres 2019.

17/11/2018 15:23:07 WIB
Siap, Komandan! ✌🏽 @KomandanMarkos

Selain itu, merujuk pada hasil survei yang dilakukan Charta Politika 23-29 Mei 2018 lalu, yang dilakukan di 4 Provinsi di Pulau Jawa, yakni Banten, Jabar, Jateng, dan Jatim, dari hasil tersebut menunjukkan bahwa Jokowi lebih unggul di 3 Provinsi Jawa, yaitu Jabar, Jateng & Jatim.

17/11/2018 15:23:08 WIB
Siap, Komandan! ✌🏽 @KomandanMarkos

Di Jawa Tengah, 40% yang memilih Jokowi justru berasal dari PKS.

17/11/2018 15:23:09 WIB
Siap, Komandan! ✌🏽 @KomandanMarkos

Bukankah mengherankan jika kita melihat kasus di Jateng yang 40% pemilih Jokowi justru berasal dari Partai PKS.

17/11/2018 15:23:10 WIB
Siap, Komandan! ✌🏽 @KomandanMarkos

Artinya, belum ada bangunan koalisi partai yang kuat antara Gerindra dan PKS. Karena secara keseluruhan suara PKS belum dapat dikatakan konsisten memilih dan mampu memenangkan Prabowo-Sandi pada Pilpres 2019.

17/11/2018 15:23:10 WIB
Siap, Komandan! ✌🏽 @KomandanMarkos

Belum lagi soal kasus tak beradabnya Sandi yang melangkahi makam tokoh NU. Elektabilitas pasangan Prabowo-Sandi terus mengalami penurunan dan tak kunjung naik.

17/11/2018 15:23:11 WIB
Siap, Komandan! ✌🏽 @KomandanMarkos

Publik merasa ada yang salah ketika Sandi di nobatkan sebagai Santri modern. Perilakunya justru jauh dari budaya santri. Dan, Ini jelas berdampak kepada elektabilitas mereka menuju Pilpres.

17/11/2018 15:23:12 WIB
Siap, Komandan! ✌🏽 @KomandanMarkos

Dari fenomena tersebut, kerugian justru banyak menimpah partai Gerindra. PKS mendapatkan posisi jabatan strategis sebagai Wagub DKI Jakarta, sedangkan Gerindra masih harus terus bekerja keras dalam memperjuangkan ambisi Prabowo memenangkan kontestasi Pilpres 2019.

17/11/2018 15:23:13 WIB

Comment

No comments yet. Write yours!