2
Story Foto Bersama Usai Prosesi Pemakaman, Foto Keluarga Wiranto Ramai Jadi Bahasan Netizen Ka.. Foto keluarga Menko Polhukam Wiranto tengah jadi pembicaraan netizen. Foto itu memperlihatkan keluarga Wiranto usai prosesi pemakaman cucunya, Achmad Daniyal Alfatih, di Karanganyar, Jawa Tengah, Jumat (16/11). 6947 pv
Toga Nainggolan @TogaMD

That MD stands for Mystical Dukun. Pengemis rida-Nya. Terlalu hina untuk memblokir akun siapa pun | Pemilik @jokefisien, dimiliki @syairkecil.

https://t.co/VXSCeOT9yC
Toga Nainggolan @TogaMD
Foto ini berseliweran di lini masa. Sebenarnya, sungguh tidak nyaman untuk mengomentarinya karena tampak jelas suasananya duka. Namun, lebih tak nyaman lagi membiarkan ini berkembang jadi penghakiman. pic.twitter.com/t63G7MiGuo
Expand pic
Toga Nainggolan @TogaMD
Jika Anda langsung menyimpulkan perempuan bercadar atau pria berjidat hitam sebagai radikal, apa bedanya dng mereka yang tiap melihat perempuan berpakaian agak terbuka langsung menyimpulkan dia perempuan "gatal" dan minta diewe?
Toga Nainggolan @TogaMD
Banyak kelompok dlm Islam dan Anda takkan bisa membedakannya hanya dari cara mereka berpakaian. Kelompok Jamaah Tabligh, misalnya. Apa mereka penganjur kekerasan? Enggak. Kelompok ini identik dng keramahan, kesabaran, dan dakwah yg lembut. Bonus: mereka "dimusuhi" Wahabi/Salafi.
Toga Nainggolan @TogaMD
Anda benci kan, dng kaum agamis yg Anda lihat sering mengambil kesimpulan dan membuat tuduhan atas sesuatu yang tak mereka pahami? Nah, kenapa kita melakukannya juga?
Toga Nainggolan @TogaMD
Jika seseorang boleh melakukan operasi plastik, dan tak boleh dihakimi, mengapa yang lain tak boleh memiliki jidat hitam tanpa kena stigma? Mereka yg menyebut dirinya memiiki pemikiran terbuka, seharusnya jadi yg terdepan melawan kencenderungan penghakiman atas tampilan ini.
Toga Nainggolan @TogaMD
Benar, Wiranto punya “sejarah khusus” dng kelompok FPI. Lah, itu Kiai Ma’ruf dan Prof Yusril punya kisah yg jauh lebih segar dng 212. Jadi, maksudmu Jokowi seharusnya membangun tembok terhadap mereka yg (pernah) berseberangan?
Toga Nainggolan @TogaMD
Jika dia lakukan itu, perang kita, lama-lama. Dan itulah barangkali maunya mereka yg kita sebut kelompok garis keras. Atau jangan-jangan, kita juga garis keras, hanya saja berdiri di sisi berbeda?
Toga Nainggolan @TogaMD
Jokowi itu kurus, tapi pelukannya lebar. Satu per satu dia rangkul utk bergabung. Tetapi dia tidak rakus menarik semuanya. Sekadar contoh, Lucinta Luna tetap dia biarkan di sana. Saya tidak bercanda. Contoh ini penting untuk membuyarkan polarisasi itu.
Toga Nainggolan @TogaMD
Lihatlah, yang jenggotan pun ada di sini, sementara yang Syantik Cyn atau Lemesin Shay pun ada di sana. Kan, asyik? Jadi, ini bukan soal identitas, kelompok, aliran, bentuk pinggul, dsb. Tetapi siapa yg kita anggap bisa buat prestasi, siapa yg cuma jual sensasi.
Toga Nainggolan @TogaMD
Contoh lain, aku kenal satu keluarga di Medan. Suami berjenggot, berjidat hitam. Istri dan anak perempuan, bercadar. Tetapi sekeluarga mendukung Jokowi. Malah pernah nyumbang kegiatan yang kami buat dalam rangka mendukung Jokowi. Nah!
Toga Nainggolan @TogaMD
Atau jangan keluarga orang, deh. Istriku jilbabnya panjang kali. Tinggal cadar saja yg belum. Kadang kalau naik motor, aku sampai khawatir pakaiannya terseret dan dia kenapa-kenapa. Soal Jokowi? Aku sampai ragu, siapa di antara kami berdua yang lebih dia cintai. Nah! (2).
Toga Nainggolan @TogaMD
Islam sangat mayoritas di Indonesia itu fakta dan tampaknya Jokowi memahami itu lebih dari sekadar statistik. Tak mungkin dia berhadap-hadapan langsung dng (bawa-bawa) simbol Islam. Bisa-bisa yang rusak bukan cuma dia, tetapi bangsa ini.
Toga Nainggolan @TogaMD
Kalau aku, tak usah kalian cemas. Aku rela jika suatu hari presiden di negeri ini bukan muslim. Yang penting, dia memang manajer terbaik bagi bangsa. Simpan twit ini. Akan tetapi, kan tak semua seperti itu? Ada teks dan dalil agama, yg berbeda tafsirnya bagi setiap orang.
Toga Nainggolan @TogaMD
Kalian pasti ingin cepat-cepat bangsa ini menjadi terbuka, maju, bisa bersaing dng Eropa. Aku pun. Jokowi apa lagi. Tapi mengertilah, doski sedang mengayuh di sela karang, menarik rambut dari tumpukan tepung. Bila tak hati-hati, perahu karam, rambut putus, tepung berserak.
Toga Nainggolan @TogaMD
Doski, anjir! Oke, lanjut. Dia yang sedang memegang kemudi, Saudara. Dia yang merasakan derasnya hempasan gelombang. Kita ini apalah. Tinggal mengetikkan tagar #JokowiTakutFPI, #JokowiTemanOrmasRadikal, dsb.
Toga Nainggolan @TogaMD
Tetapi yang menerima laporan intelijen malam-malam itu, dia. Yang menarik napas panjang saat membacanya itu, juga dia. Lah, situ dulu mengajak mantan menjadi orang yang lebih baik saja nyerah, dan akhirnya putus, ini mengajak satu bangsa. (( SATU BANG SA )) SA ))) SAAA ))))
Toga Nainggolan @TogaMD
Tetapi kalian pun tak salah. Negeri ini juga butuh garis keras di sisi berbeda. Biar ada pengimbang. Orang-orang yang begitu cemas negerinya menjadi Suriah berikutnya. Akan tetapi, justru karena kecemasan itu, meskipun keras kita harus menutup potensi terjadinya kekerasan.
Toga Nainggolan @TogaMD
Iya, loh. Keras tak harus bermuara jadi kekerasan. Untuk melakukan yang indah-indah dan membuat merinding, kadang kita perlu juga yang keras-keras. Perlu contoh? DM!
#2024GantiPresiden @27_Ryan_27
@TogaMD @ArmidaRinjani_ Poin nya mah kalo politik saat ini : 1. Liat capres + track record nya 2. Liat lawan nya 3. Liat semua lingkaran nya
B 217 AN @antonius_kris
@TogaMD Pencerahan kalbu, adil memang harus dimulai dari pikiran, berbentuk kata2 dan tindakan. Hormat untuk mu Bang.
Edwin Basuki @edwin_basuki
@TogaMD Betul sekali..jgn memandang dr satu perspektif.

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.