"Dari Jamaknya Ancaman Dengan Kasus Hukum, Tak Perlunya PRB-SU Kampanye Dll" by @IreneViena

1
Irene @IreneViena

Ki Lurah gamang Dulu beliau yg menjamin Jokowi Ahok menang Pilkada Jakarta 2012 dan Jokowi menang pilpres 2014 Beliau juga yg berkontribusi besar gagalkan Ahok di Pilkada Jakarta 2017 Sekarang, beliau yg diserang cukong2 Ahok dan China Terindikasi Ki Lurah ke kubu Mukidi

12/11/2018 13:34:21 WIB
Irene @IreneViena

Ketika syahwat politiknya mengeras Pak Tua itu su'mun bu'mun Buta dan budeg itu proyeksi diri

13/11/2018 16:21:09 WIB
Irene @IreneViena

Jika pilpres Jujur Adil, jumlah pemilih Jokowi-Maruf Amin paling banyak 44,9 juta pemilih dari 160 juta pemilih Indonesia Tidak mungkin lebih dari itu Kurang dari itu, sangat mungkin Batas bawah per hari ini= 31,5 juta pemilih Sisanya ke Prabowo - Sandiaga = 115 - 128 juta

13/11/2018 16:35:58 WIB
Irene @IreneViena

Bupati Indramayu Anna Sophanah yang juga kader Partai Gerindra mengundurkan diri dari jabatannya Alasan resmi: Ingin merawat orang tua yg sedang sakit Alasan sebenarnya: hasil ancaman @KPK_RI: Mundur atau jadi tersangka Hal2 seperti ini seharusnya jadi fokus timses Prabowo pic.twitter.com/IEz6x3KD6E

14/11/2018 09:10:03 WIB
Expand pic
Irene @IreneViena

Penyalahgunaan hukum & institusi hukum oleh penguasa semakin menggila Di samping kriminalisasi thdp tokoh aktivis dan ulama, banyak politisi/kepala daerah jadi korban sandera/ancaman institusi hukum korup bejat laknat: Gubernur NTB Gubernur Sumut Ketum Perindo Bupati Indramayu

14/11/2018 09:14:04 WIB
Irene @IreneViena

T Erry Nuradi Gubernur Sumut terpaksa batal maju jadi cagubsu di Pilkada 2018 lalu. Pilihannya: nekad maju akan jadi tersangka Harry Tanoe Ketum Perindo terpaksa balik arah dari oposan menjadi pendukung rezim; pilihannya: tetap oposan akan jadi tersangka TGB, Anna dll sama saja

14/11/2018 09:17:27 WIB
Irene @IreneViena

Tak heran jika kepala daerah rame2 koor sumpah setia mendukung penguasa. Mrka tdk mau jadi korban kesekian Ancam mengancam, sandera menyandera menyalahgunakan hukum dan melanggar konstitusi ini, bukan hal baru. Sebelumnya, rezim SBY menggunakan modus ini utk memenangkan Jokowi

14/11/2018 09:21:41 WIB
Irene @IreneViena

Komisioner KPU diancam jadi tersangka, bahkan Endang istri ketua KPU pun diancam jadi tersangka oleh kejari padang jika Husni Malik Manik (alm) tdk menurut perintah utk memenangkan Jokowi SBY mewariskan modus ini kepada Jokowi Bedanya, SBY pakar pontius pilatus, Jokowi vulgar

14/11/2018 09:24:40 WIB
Irene @IreneViena

Ancam mengancam utk meraih kekuasaan juga sdh lama menular ke ulama Kita masih ingat bgmn seorang tokoh melalui tangan kanannya dgn entengnya menyampaikan ancaman kepada presiden agar ia ditunjuk jadi cawapres pendamping Jokowi di Pilpres 2019 Tiba2 saya asing di negeri sendiri

14/11/2018 09:28:39 WIB
Irene @IreneViena

Dugaan suap yg dituduhkan kepada Kapolri, OTT Meikarta- pemeriksaan Ridwan Kamil-James Riady, kasus Gub Jambi, Aceh dst tidak murni upaya penegakkan hukum Semua lebih ditujukan utk kepentingan memenangkan Jokowi, melalui penyanderaan/pengancaman atau pergantian tokoh tertentu

14/11/2018 09:33:52 WIB
Irene @IreneViena

Pada pilpres 2014, situasi seperti sekarang juga terjadi. Lebih heboh, krn kemenangan Jokowi hrs dipastikan dg segala cara. Ada Konspirasi Global AS-CHINA-sekutu Dalangnya juga sama: jend merah-CSIS dengan SBY sbg primus inter pares karena keunggulan strategis dan otoritasnya

14/11/2018 09:39:14 WIB
Irene @IreneViena

Terlepas perbuatan pidana yg dimaksud memang benar adanya, namun tindakan tebang pilih, diskriminasi, proses hukum yg ditunggangi tujuan politik praktis adalah bukan penegakkan hukum, melainkan struggle for power by the devils

14/11/2018 09:42:09 WIB
Irene @IreneViena

KPK dan institusi hukum yg rusak, korup, bejat adalah malapetaka bagi bangsa ini. Oknum2 seperti kelompok jenderal merah dan csis yg anti islam dan mabuk kekuasaan, menggunakan KPK dan institusi hukum dlm meraih kekuasaan

14/11/2018 09:43:51 WIB
Irene @IreneViena

Saya setuju dgn saran agar paslon Prabowo-Sandiaga dan timsesnya TIDAK USAH kampanye pilpres. Utk apa? Rakyat sdh tahu siapa Prabowo, juga sdh maklum siapa Jokowi Lebih baik Prabowo-Sandi dan timses fokus pada pengamanan institusi hukum dan penyelenggara pemilu/pilpres

14/11/2018 09:46:11 WIB
Irene @IreneViena

Mbah saya, albert einstein pernah berpesan: "The only source of knowledge is experience" Prabowo dan rakyat Indonesia dari pengalaman pilpres 2014 seharusnya sdh punya pengetahuan cukup sebagai bekal menyelamatkan negara dari kehancuran Jika kurang, saya siap berbagi

14/11/2018 09:50:45 WIB
Irene @IreneViena

Prabowo Sandi tidak perlu kampanye pilpres. Cukup bersilaturahim, temui para emak2 di pasar atau di pengajian, ngobrol yg ringan2 saja. Tampung uneg2nya, catat, salaman. Pulang Kampanye pilpres diganti dgn MENDENGARKAN dan MENAMPUNG aspirasi rakyat Bukan sebaliknya !

14/11/2018 09:53:43 WIB
Irene @IreneViena

Selama ini kampanye pemilu/pilpres lebih mirip acara mobilisasi rakyat agar mau mendengar dan menampung aspirasi caleg atau capres. Itu salah besar. Saran saya, Prabow Sandi isi kampanye dengan tidak bicara, namun mendengar. Dengarlah aspirasi, amanat penderitaan rakyat !

14/11/2018 09:55:51 WIB
Irene @IreneViena

Soal program, visi, misi? Ke laut aja. Ga ada gunanya. Pengalaman Pilkada 2012, Pilpres 2014 adalah sumber pengetahuan rakyat: cagub dan capres umbar suara, banyak bicara, ngecap seribu janji, semuanya basi. Tipu daya belaka. Masak kedunguan ini bakal terulang kembali? Sy ogah

14/11/2018 09:58:48 WIB
Irene @IreneViena

Pengalaman pilpres 2014 adalah sumber pengetahuan. Jika Prabowo tdk dapat memetik hikmah dari pengalaman sangat berharga itu, mending ga usah mimpi jadi presiden, pemimpin bangsa dan negara Sdhkah Bapak @Prabowo belajar dari pengalaman 2014? Alhamdulillah

14/11/2018 10:00:52 WIB
Irene @IreneViena

Pak @Prabowo pasti sdh sangat mengerti, sebab pertama dan utama trjadinya pencurangan pilpres 2014 adalah mark up jumlah pemilih hingga lebih 30 juta pemilih ganda/fiktif Sebab kedua, adalah pengkhianatan & tipu daya: mulai dari koalisi pilpres, timses, sampai pres (iden) !

14/11/2018 10:04:01 WIB
Irene @IreneViena

Ketiga adalah penyalahgunaan institusi hukum terutama KPK dan penyelenggara pemilu (KPU/D, Bawaslu, K/L Pempus/Pemda) Tapi biang kerok terjorok adalah KPK: mulai dari kriminalisasi, rekayasa kasus hukum jadi alat fitnah & penghancur citra islam, sampai menyandera MK dan timses

14/11/2018 10:07:30 WIB
Irene @IreneViena

Keempat dst anda semua juga pasti tahu (jika anda mau sedikit berpikir) Saya teringat ucapan pertama yg Pak @Prabowo sampaikan kepada sy pasca keputusan MK menolak gugatan Prabowo "Ngaku anak kyai besar, tapi kelakuannya bejat!" Saya maklum kegusaran Prabowo, tapi salah alamat

14/11/2018 10:10:32 WIB
Irene @IreneViena

Bagaimana kita dapat menyalahkan MK yg menolak gugatan Prabowo atas pencurangan pilpres 2014, sementara 8 hakim MK nasibnya di ujung tanduk bakal ikut jadi trsangka kasus suap Akil Muchtar jika mereka tdk tunduk patuh pada titah KPK: Tolak !

14/11/2018 10:12:41 WIB
Irene @IreneViena

Utk menegaskan ancaman KPK tidak main2, Akil Muchtar ketua MK non aktif habis2an dijadikan contoh agar 8 hakim MK tdk berani main2 dlm mengamankan kemenangan Jokowi Akil dikuliti habis2an, persis kayak LHI: HANCUR LEBUR Bedanya, LHI tdk terima suap. Benar2 korban kebiadaban KPK

14/11/2018 10:17:27 WIB
Load Remaining (33)

Comment

No comments yet. Write yours!