1

Amnesty International, 13 November 2018 mengumumkan pencabutan penghargaan hak asasi manusia (HAM) tertinggi Ambassador of Conscience yang pernah diberikan kepada Aung San Suu Kyi pada tahun 2009.

Amnesty International Indonesia @amnestyindo
Sembilan tahun lalu, Amnesty International memberi gelar Duta Nurani kepada Daw Aung San Suu Kyi. Namun, hari ini Sekjen Amnesty International Kumi Naidoo memutuskan mencabut penghargaan tersebut. pic.twitter.com/zIM7KAQkr3
Expand pic
Amnesty International @amnestyusa
BREAKING: We have withdrawn our highest honour, the Ambassador of Conscience Award, from Aung San Suu Kyi, in light of the Myanmar leader’s shameful betrayal of the values she once stood for. bit.ly/ASSKupdate pic.twitter.com/9Po3olDmlA
Expand pic

Pada tanggal 11 November 2018, Sekretaris Jenderal Amnesty International Kumi Naidoo telah mengirimkan surat kepada Aung San Suu Kyi mengenai pencabutan penghargaan tersebut. Naidoo mengekspresikan kekecewaan Amnesty International atas kenyataan bahwa walaupun telah mencapai separuh dari masa jabatannya dan setelah delapan tahun dibebaskan dari tahanan rumah, Aung San Suu Kyi tidak menggunakan otoritas politik dan moralnya untuk menjaga HAM, menegakkan keadilan dan kesetaraan. Suu Kyi justru menutup mata terhadap kekejaman militer Myanmar dan meningkatnya serangan terhadap kebebasan berekspresi di negara tersebut.

“Sebagai seorang Ambassador of Conscience Amnesty International, harapan kami adalah Anda melanjutkan otoritas moral Anda untuk menentang ketidakadilan dimanapun Anda melihatnya, termasuk di Myanmar sendiri,” kata Kumi Naidoo dalam surat tersebut.

“Hari ini kami sangat kecewa menyampaikan bahwa Anda tidak lagi mewakili simbol harapan, keberanian, dan pembela hak asasi manusia. Amnesty International tidak mempunyai alasan untuk tetap mempertahankan status Anda sebagai penerima penghargaan Ambassador of Conscience. Oleh karena itu, dengan sangat sedih kami menariknya dari Anda,” Kumi menambahkan.

Sejak Aung San Suu Kyi menjadi pemimpin de facto pemerintahan sipil Myanmar pada April 2016, pemerintahannya aktif terlibat dalam atau membiarkan terjadinya pelanggaran HAM yang terus berulang.

Amnesty International telah berulang kali mengkritisi kegagalan Aung San Suu Kyi dan pemerintahannya dalam menentang kejahatan militer Myanmar terhadap etnis minoritas Rohingya di negara bagian Rakhine yang telah tinggal dalam sistem segregatif dan diskriminatif, yang setara dengan politik apartheid di Afrika Selatan selama bertahun-tahun.

Pada saat kekejaman terhadap Rohingya berlangsung tahun lalu, militer Myanmar membunuh ribuan, memperkosa wanita dan anak perempuan, menahan dan menyiksa laki-laki dewasa dan anak-anak, serta membakar ratusan rumah dan perkampungan sehingga rata dengan tanah. Terhitung sebanyak 720.000 warga etnis Rohingya melarikan diri mencari perlindungan ke Bangladesh. Laporan dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyerukan agar pemimpin senior militer Myanmar diinvestigasi dan diadili atas kejahatan genosida di negara tersebut.

Walaupun pemerintahan sipil tidak mempunyai kontrol terhadap militer, Aung San Suu Kyi dan pemerintahannya telah melindungi militer dari pertanggungjawaban mereka dengan cara menutup mata atau membantah tuduhan pelanggaran HAM yang dilakukan oleh militer dan menghalangi upaya komunitas internasional untuk menginvestigasi kasus tersebut.

Pemerintahan Aung San Suu Kyi secara aktif telah membangkitkan permusuhan terhadap Rohingya dengan cara melabeli mereka sebagai “teroris”, menuduh mereka membakar rumah mereka sendiri dan mengutuk karena “memalsukan pemerkosaan”. Sementara itu, media pemerintah juga memuat banyak tulisan-tulisan yang menghasut dan tidak manusiawi karena menggambarkan Rohingya sebagai “kutu manusia yang menjijikkan” dan “duri” yang harus ditarik keluar.

“Kegagalan Aung San Suu Kyi untuk berbicara membela Rohingya adalah salah satu alasan mengapa kami tidak bisa lagi menjustifikasi untuk mempertahankan statusnya sebagai Ambassador of Conscience,” ujar Kumi Naidoo.

“Penyangkalannya terhadap kekejaman kepada etnis Rohingya menunjukkan bahwa kecil peluang memperbaiki kondisi kehidupan ratusan ribu Rohingya yang telah hidup terkatung-katung di Bangladesh dan ratusan ribu Rohingya lainnya yang masih tinggal di Rakhine. Tanpa memberikan pengakuan atas kejahatan yang keji tersebut maka akan sulit untuk berharap pemerintah Myanmar akan melindungi mereka dari kekejaman serupa di masa yang akan datang.”

Amnesty International Indonesia @amnestyindo
Suu Kyi dianggap telah memalingkan muka atas pelanggaran HAM terhadap kaum #Rohingya dan kaum minoritas lain di Myanmar. Baca pernyataan Kumi selengkapnya di amnestyindonesia.org/myanmar-amnest…
Muhammad iqbal @Xibalrina
@amnestyindo Orang yang selama ini di dewa-dewakan sebagai pejuang HAM ternyata pelanggar HAM. celakanya sudah banyak korban baru Negara" HAM mulai turun tangan.apakah sakit hati dan dendam kaum Rohingya reda dengan kalian mencabut nobel atau apapun namanya? ingat dendam itu merah jendral.
ahmadfauzii99 @AhmadfauziiiT
@amnestyindo @QueenOfUtari Ternyata wajah bisa menipu juga ya...ckckckck kalem, murah senyum, merakyat ternyata.....
Tauloka @tauloka
@amnestyindo Pernahkan ada penyelidikan ttg itu niscaya akan menemukan dia wanita jahannam itu terlibat
Rocky G @rockygerung
@amnestyusa "The Lady", 2011, Aung San Suu Kyi difilmkan. Kini ia memalukan dunia. Begitulah tokoh.
Pra_ink @tupa____
@amnestyindo @fullmoonfolks Apkah anda prnh berhenti berfikir yg dilakukannya utk Penghargaan? Tp pd apa yg menurutnya baik untuk negaranya, persetan dgn penghargaan....
Riza Hariati 🇮🇩 @rizahariati
@amnestyindo Supaya mereka seolah2 serius mengecam Suu Kyi. Dqn Rohingya tetap jadi oengungsi.
ᎠᕱuᏒᎥᎵᕱՈ @MuhamadAnshori9
@amnestyindo Terimakasih Terimakasih Terimakasih Terimakasih Terimakasih Terimakasih Terimakasih Terimakasih Terimakasih Terimakasih Terimakasih Terimakasih Terimakasih Terimakasih Terimakasih Terimakasih Terimakasih Terimakasih Terimakasih Terimakasih Terimakasih ...
KeniscayaanPerubahan @AnaremSelalu
@amnestyindo @luviku Ini yang namanya, praktik orang tertindas berubah jadi penindas. Biasa, sering terjadi. Tdk belajar dr pengalamannya. Sama kayak teman sebelah, dulu pernah dipenjara, sekarang penginya memenjara orang lain
Daenk ar13zk4 @ar13zk4
@amnestyindo Manusia biadabh! Dipikir hidup itu abadi kali yah!! Lupa sama uban dan keriput yg membungkus tulangnya! A demon in human form! That's what she is! 😡😡😡
Beri Kami Hujan @Wilp4n
@amnestyindo Filmnya yang terlanjur beredar ditarik gak?
Hendri Teja @hendriteja
Karena pahlawan mengabdi untuk setiap insan. Karena pengasih tak pernah pilah-pilih. Aung San Suu Kyi tercampak dalam kotak bernama mempertahankan kekuasaan. Sayang sekali! twitter.com/kuminaidoo/sta…
matjankemajoran @mbahenanang
@amnestyindo Kgn sampe kecolongan lagi....apalgi cuman dpt masukan dr media....
Helda Shahab 💍 @ShahabHelda
@rockygerung twitter.com/amnestyindo/st… Tahun 2011 Aung San Suu Kyi dibuatkan film judulnya the lady, hari ini.. dia dihujat dimana mana.
Kumi Naidoo @kuminaidoo

@Amnesty Secretary General | Activist | Speaking truth to power

Load Remaining (16)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.