6
nicola @amandrug
The Amityville House — A Thread N.B. Thread aslinya ada di account @/sunnieunsolved dan aku translate sendiri ke Bahasa Indonesia, nanti di akhir thread aku tweet link original threadnya. pic.twitter.com/MpdZvogjKl
Expand pic
nicola @amandrug
Pada 13 November 1974, Ronald DeFeo Jr. dengan terburu-buru pergi ke bar dekat rumahnya di Long Island, New York. Ia menyatakan, "Kau harus menolongku! Aku rasa ibu dan ayahku tertembak!" DeFeo dan sejumlah temannya pergi ke rumahnya untuk menginvestigasi.
nicola @amandrug
Sekitar pukul 6:30 malam, salah seorang teman DeFeo, Joe Yeswit, menelepon polisi. Kepolisian menginvestigasi rumah tersebut dan menemukan 6 anggota keluarga DeFeo meninggal dunia di tempat tidur mereka masing-masing, dan Ronald Jr. adalah satu-satunya yang selamat.
nicola @amandrug
⚠️ TRIGGER WARNING: Disturbing contents karena tweets berikutnya adalah foto-foto asli para korban saat ditemukan di TKP dengan keadaan meninggal dunia; contains blood. ⚠️
nicola @amandrug
Keenam anggota keluarga DeFeo yang terbunuh merupakan sang ayah Ronald DeFeo (btw Ronald DeFeo itu beda orang ya sama Ronald Jr.) (44), dan sang ibu, Louise (42) pic.twitter.com/lTgGto9xsQ
Expand pic
Expand pic
nicola @amandrug
Berikutnya adalah 2 orang kakak-beradik (laki-laki), Marc (12) dan John Matthew (9) pic.twitter.com/FpZRnSk9Yf
Expand pic
Expand pic
Expand pic
Expand pic
nicola @amandrug
Kedua korban terakhir merupakan kakak-beradik (perempuan) Dawn (18), dan Allison (13) pic.twitter.com/PKhJ1C0aMG
Expand pic
Expand pic
nicola @amandrug
Ditemukan bahwa para korban dibunuh sekitar pukul 3 pagi. Masing-masing ditembak dengan senapan .35 kaliber Marlin 336C. Masing-masing anak ditembak sekali, namun kedua orangtua ditembak sebanyak dua kali.
nicola @amandrug
Ronald DeFeo Jr. dibawa oleh para polisi untuk dilindungi dan diinterogasi, dimana ia mengaku bahwa seorang pembunuh bayaran-lah yang membunuh keluarga tersebut. Si pembunuh bayaran, Louis Falini, kemudian memberikan bukti bahwa ia berada di luar kota pada saat kejadian.
nicola @amandrug
DeFeo juga memberitahu polisi bahwa ia pergi untuk bekerja di pagi hari, berfikir bahwa keluarganya masih hidup saat ia berangkat. Ia bahkan kembali ke rumahnya karena bingung mengapa ayahnya tidak bekerja pada hari itu.
nicola @amandrug
Setelah pencarian yang lebih hati-hati dilakukan dalam rumah tersebut, polisi menemukan sebuah bukti yang membuat cerita DeFeo melenceng. Mereka menemukan sebuah kotak pistol kosong di kamar DeFeo, cocok dengan yang digunakan untuk membunuh para anggota keluarga.
nicola @amandrug
Mereka juga mencatat bahwa para anggota keluarga masih mengenakan piyama mereka saat mereka dibunuh, yang artinya mereka pasti dibunuh pada malam hati. Hal ini membuktikan bahwa DeFeo berada di rumah pada saat kejadian.
nicola @amandrug
Pada saat dihadapkan dengan bukti-bukti baru tersebut, DeFeo mengubah ceritanya. Ia menyatakan bahwa Falini datang ke rumah tersebut pada pagi hari.
nicola @amandrug
DeFeo menjelaskan bagaimana Falini menyodorkan sebuah revolver di kepalanya dibantu oleh rekannya, menyeretnya dari satu ruangan ke ruangan yang lain sambil membunuh anggota keluarganya satu per satu dan memaksanya untuk menonton kejadian tersebut.
nicola @amandrug
Hal ini kemudian terungkap tidak benar adanya, ketika DeFeo mengaku bahwa ia yang melakukan pembunuhn tersebut. Ia menjelaskan bagaimana ia membunuh orangtuanya dahulu, adik-adik laki-lakinya, lalu akhirnya adik-adiknya yang perempuan. Seluruh anggota meninggal dalam 15 menit.
nicola @amandrug
Ia berkata kepada para polisi, "Setelah saya mulai membunuh, saya tidak bisa berhenti. Hal itu berlalu begitu cepat."
nicola @amandrug
Hampir satu tahun setelah kejadian tersebut, DeFeo dibawa ke persidangan. Ia dan pengacaranya membangun pembelaan yang didasari dengan 'kegilaan' yang DeFeo awalnya merasa keberatan, tidak mau kewarasannya dipertanyakan.
nicola @amandrug
Namun, pada akhirnya ia menyetujui pembelaan tersebut karena ia sadar hal itulah yang dapat membebaskannya dari hukuman penjara.
nicola @amandrug
Di pengadilan, ia mengaku mendengar suara anggota keluarganya bersekongkol untuk melawannya. Psikiater yang membela DeFeo mendukung pernyataan DeFeo atas 'ketidakwarasannya'.
nicola @amandrug
Namun, sang psikiater kejaksaan menyatakan bahwa kendati efek buruk heroin dan LSD yang DeFeo konsumsi, begitu pula dengan sikap anti-sosialnya, DeFeo sepenuhnya sadar dengan hal-hal yang dilakukannya.
nicola @amandrug
Pada akhirnya, Ronald DeFeo Jr. dihukum atas total 6 kasus pembunuhan. Saat ini ia sedang menjalandi 6 buah 25 tahun masa hukuman di Sullivan Correctional Facility di Fallsburg, New York. Seluruh permohonan pembebasan bersyaratnya ditolak.
nicola @amandrug
13 bulan setelah pembunuhan yang mengerikan itu, keluarga Lutz pindah ke Amityville House. Mereka hanya bertahan selama 28 hari sebelum akhirnya pindah pada malam hari dan tidak kembali, bahkan untuk mengambil barang-barang mereka. Ini adalah beberapa hal yang mereka alami:
Load Remaining (34)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.