"Tidak terbukti menyebarkan percakapan asusila sang Kepala Sekolah SMU 7" Kasus Baiq Nuril, Korban Pelecehan Seksual yang Dipidana Gara-gara UU ITE Jadi Tanda Tanya

Lepas dari Pengadilan Negeri Mataram dalam kasus UU ITE, Baiq Nuril Maknun (40) justru dinyatakan bersalah oleh Majelis Hakim Kasasi pada 26 September 2018. Kasasi yang diajukan jaksa, dikabulkan majelis hakim agung.
bu nuril SMU 7 Kepala Sekolah mataram pelecehan law baiq nuril
0

Baiq Nuril Maknun, pegawai honorer bagian Tata Usaha (TU) SMU 7 Mataram, harus menerima kenyataan pahit. Nuril yang divonis bebas atas kasus pelanggaran UU ITE pada 2017 lalu oleh PN Mataram harus kembali masuk penjara karena Mahkamah Agung (MA) mengabulkan kasasi Kejaksaan Tinggi NTB dengan vonis 6 bulan penjara dan denda Rp 500 juta rupiah.

Seperti diketahui, pada 26 Juli 2017 silam Baiq Nuril divonis bebas oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Mataram. Keputusan majelis hakim menyatakan Nuril tidak terbukti menyebarkan percakapan asusila sang Kepala Sekolah SMU 7 Mataram yang bernama Muslim.

URL KOMPAS.com 4943 Baiq Nuril: Pak Presiden, Saya Minta Keadilan, Saya Cuma Korban... - Kompas.com Nuril berkali-kali menghapus air matanya yang tumpah. Dia sangat tidak percaya akan keputusan MA yang justru menyatakannya bersalah.
Muhadkly Acho @MuhadklyAcho
Ini serius? Ibu Nuril, Korban pelecehan yang membela diri malah mau dipenjara dan didenda 500 juta? Jadi, Negara akan dapet duit 500 juta dari korban pelecehan? 😭😭😭 pic.twitter.com/AjIsQUKOb5
Expand pic
Expand pic
SantriMbeling @durangonian
@kompascom Masalah nya apa? Kok bs korban.. Korban dr apa?
Inspirazzle @inspirazzle
@durangonian @kompascom Mbak Baiq ini dapat pelecehan seksual secara verbal dari bos nya (kepala sekolah). Sama dia percakapannya direkam, terus rekamannya disebar sama temannya. Malah Mbak Baiq yg dihukum penjara dan denda 500jt sama MA.
˗ˏˋтι∂α тαυ ѕιαραˎˊ˗ @kokoropotek
@kompascom "Seperti diketahui, kasus Nuril bermula dari gangguan Kepala Sekolah tempatnya bekerja sebagai honorer TU di SMA 7 Mataram. Dia merekam cerita perselingkuhan kepala sekolah dengan bendaharanya menggunakan telepon gengam." Dia nya siapa?
Inspirazzle @inspirazzle
@ReignId2 @durangonian @kompascom @MenDikBud_M_Nuh Saya baca di artikel lain bendahara sekolahnya ya si ibu Nuril Baiq ini. Kalau selingkuh kurang tau, yg pasti menurut dia dipanggil utk meeting, tapi si kepala sekolah justru ngomong ga senonoh, tapi si ibu Nuril ini ga berani pergi karena takut kena sanksi, jadi diam2 ngerekam
ReignId @ReignId2
@durangonian @inspirazzle @kompascom @MenDikBud_M_Nuh Kl baca di artikel, si Ibu ini merekam perselingkuhan kepsek dgn bendahara sekolah. Jd yg mana yg benar? Atau dua2nya benar?

Nuril merupakan korban pelecehan seksual secara verbal oleh kepala sekolah SMA Negeri 7 Kota Mataram bernisial M ketika bersemuka ataupun melalui panggilan telepon. Ibu tiga anak ini akhirnya memutuskan untuk merekam perbincangan mereka sebagai bukti pelecehan seksual itu memang nyata.

Meski mengaku risih dengan tingkah laku atasannya, tapi Nuril tak berani mengadu karena takut dipecat dari jabatannya sebagai staf bendahara.

“Misalnya dia cerita 20 menit, yang urusan kerjaan itu paling hanya 5 menit [sisanya pelecehan seksual secara verbal]” kata Nuril.

Keberadaan rekaman itu diketahui Imam Mudawin, teman Nuril. Imam inilah yang menyebarkan rekaman tersebut kepada Dinas Pendidikan Kota Mataram dan lainnya. M pun dimutasi dari jabatannya sebagai kepala sekolah karena kejadian ini.

Tidak terima, M malah melaporkan Nuril, bukan Imam, ke polisi atas dasar pelanggaran Pasal 27 ayat (1) UU ITE. Padahal sedari awal, Nuril tidak menyebarkan rekaman tersebut. Laporan ini kemudian berlanjut hingga ke persidangan.

Setelah kurang lebih dua tahun sejak laporan itu diproses polisi, PN Kota Mataram memutuskan Nuril tidak bersalah dan membebaskannya dari status tahanan kota. Nuril dianggap tidak memenuhi unsur “mendistribusikan dan atau mentransmisikan dan atau membuat dapat diaksesnya informasi” yang mengandung kesusilaan.

Namun, Jaksa Penuntut Umum langsung mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung tanpa melalui banding di Pengadilan Tinggi. Pada 26 September 2018, majelis hakim menyatakan Nuril bersalah dan menjatuhkan vonis 6 bulan penjara dan denda Rp500 juta.

URL tirto.id 2866 Baiq Nuril, Korban Pelecehan Seksual yang Dipidana Gara-gara UU ITE - Tirto.ID Putusan MA memvonis Baiq Nuril enam bulan penjara dan denda Rp500 juta dinilai ganjil.
KUR?! @aldikurr
@GePamungkas Kurang berita dari sudut pandang MA nya nih bang, kalo dari berita ini kan sudut pandang BN yang dilaporkan oleh M, karena BN dianggap MENYEBARKAN ke publik, yg ternyata bukan BN pelaku yg menyebarkannya. Soal M kan dia sudah di mutasi, jadi saya rasa sudah ada ganjarannya
KUR?! @aldikurr
@GePamungkas Kenapa bukan M yg ditahan? , balik lagi karena tindakan BN atau lebih tepatnya Imam yg MENYEBARKAN ke publik, bukannya melaporkan ke pihak berwajib.
GenrifinadiPamungkas @GePamungkas
@aldikurr Yang nyebarin kan bukan Bu Nuril, kok dia yg ditangkep ya gan??

Lepas dari Pengadilan Negeri Mataram dalam kasus UU ITE, Baiq Nuril Maknun (40) justru dinyatakan bersalah oleh Majelis Hakim Kasasi pada 26 September 2018. Kasasi yang diajukan jaksa, dikabulkan majelis hakim agung.

Pada Juli 2017, Pengadilan Negeri Mataram membebaskan Baiq Nuril Maknun yang didakwa melakukan perbuatan pelanggaran kesusilaan sesuai Pasal 27 ayat (1) jo Pasal 45 ayat (1) UU No 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

"Baiq Nuril Maknun tidak terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana didakwakan penuntut umum," sebut Ketua Majelis Hakim kala itu, Albertus Usada, Rabu (26/7/2017).

Jaksa Penuntut Umum yang tak puas, mengajukan kasasi. Petikan Putusan Kasasi dengan Nomor 574K/Pid.Sus/2018 yang baru diterima 9 November 2018 lalu, mengabulkan permohonan kasasi Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Mataram.

Kasasi Baiq Nuril tersebut diketuai majelis hakim agung Sri Murwahyuni, dengan anggota majelis hakim agung Maruap Dohmatiga Pasaribu, dan Eddy Army. Putusan Mahkamah Agung itu telah diketok pada 26 September 2018 silam.

Ibu Nuril dinyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana, “Tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya informasi elektronik dan/atau dokumen elektronik yang memiliki muatan yang melanggar kesusilaan”.

Majelis kasasi menganggap perbuatan Baiq Nuril merekam percakapan mesum atasannya melanggar UU ITE. Putusan kasasi ini pun membatalkan putusan PN Mataram nomor 265/Pid.Sus/2017/PN.Mtr tanggal 26 Juli 2017 yang membebaskan Nuril.

Hakim menjatuhkan pidana kepada Terdakwa dengan pidana penjara selama 6 (enam) bulan dan pidana denda sejumlah Rp500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah) dengan ketentuan apabila pidana denda tersebut tidak dibayar maka diganti dengan pidana kurungan selama 3 (tiga) bulan.

URL https://beritagar.id/ 2272 Korban pelecehan seksual, Baiq Nuril dinyatakan bersalah dalam kasasi Dalam putusan PN Mataram, Baiq Nuril dinyatakan tidak bersalah dan menjadi korban pelecehan seksual dari atasannya. Namun, Mahkamah Agung menyatakan sebaliknya.
Paguyuban Korban UU ITE @pakuite
Informasi terbaru kasus Ibu Nuril: "Baiq Nuril--berdasarkan fakta persidangan--tidak pernah menyebarkan konten pelanggaran asusila tersebut." beritagar.id/artikel/berita… #SaveIbuNuril #BebaskanIbuNuril pic.twitter.com/mFbsxEQhUY
Expand pic
aladintea @aladintea70
@TirtoID Maaf untuk teman2 yg sudah komentar buruk terhadap sebuah kasus ini.. saudari Nuril memang dilecehkan dan itu sudah masuk keranah pidana sesuai pasal 281KUHP. Namun sebelum ada nya pelaporan dan penyidikan terhadap kasus tersebut . Bukti bukti TDK boleh disebar luaskan.
aladintea @aladintea70
@TirtoID Hal ini blm bisa dibuktikan secara jlas di pengadilan. Jdi apabila hal ini terjadi maka sdri Nuril telah melanggar aturan pada UU ITE tersebut. Disini marilah kita belajar disiplin ilmu hukum. Bila terjadi masalah jngn sbar luaskan dahulu. Apalagi itu masuk ke delik materil
Ahmad Husen @husenisme
@aladintea70 @TirtoID Anu, Mas. Maaf nih, yang nyebarin kan bukan Bu Nuril. Apa begitu tetap melanggar?
aladintea @aladintea70
@whoishusen @TirtoID Dengan sedikit izin siapa rekaman tersebut sampai ke penyebar remakaman itu.
Mas-Kulin @IbrahimMartin_
@aladintea70 @whoishusen @TirtoID Aku gak terlalu paham dengan hukum. Yang aku paham kebenaran itu tetaplah kebenaran di mata hukum. Jika hukum membuat sebuah kebenaran dapat dibalikkan menjadi sebuah kesalahan. Apakah hukum tersebut memanglah hukum yang benar ? Cuma unek" aja, sedih setiap ngeliat kasus serupa..
tiara @mutiaradityas
@TirtoID Yang nyebar siapa yang divonis salah siapa. Gimana sih :( pic.twitter.com/D6wS0hgDa5
Expand pic

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.