0
WatchmenID @WatchmenID
Hanum & Rangga (2018) Rating: WE DON'T NEED A FEARMONGER / 10 pic.twitter.com/Pe4XRxv3eY
Expand pic
Nyoa πŸ’ @nyopus
@anandyalina β€œKiranya Bapak berkenan untuk memfasilitasi...” Ra modal blas
RIUβ„’πŸ›‘οΈ | #NasionalisReligius (PANCASILA) @RiuRizkiUtomo
@anandyalina πŸ˜‚ maksa banget. Sampai dunia akademik dia kerahkan. Semoga universitas tetap menjaga diri dari kepartisan.
Bayu Aji Nugroho @BayuAjiNu06
@RiuRizkiUtomo @anandyalina Kalau tokoh hanya memiliki indentitas tertentu yah begini... Coba kalau diterima semua golongan gak bakal ada edaran seperti itu...
SiBonekaAyu#MCA=MCK @SiBonekaAyu
Netiyzen emang keyjam. (Within 2jam) πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚ pic.twitter.com/C98WWnewUk
Expand pic
Expand pic
suarwijana @suarwijana
@SiBonekaAyu Akhirnya....vangkeee!!! 😜😜😜
Ms. DITTA πŸ‘‘ @dittamustikar
@anandyalina Lah, temen gue malah diwajibkan ntn ini wkwkwkwkwkw yegak pak @ians_012 Kocak emang dosen lau bep πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚
Utami Probosiwi @prbsw
@detikcom @detikhot aku alumni UMS dan dulu dosenku kerabat dari mba Hanum ini, 1 kelas ditraktir nonton bareng pas film pertama dulu, baru tau kalau caranya seperti ini πŸ˜’
oemarbakrie @danangp93
@prbsw @detikcom @detikhot Haha iya betul, tapi dulu aku gak berangkat. Tapi dosen yang sodaranya mbak hanum itu baik loh
Krisna Jingga @krisnajingga
Sebenarnya sih sah-sah saja. Tapi sebagai anak marketing, ini strategi putus asa sih buat promo filmnya. Dulu saya pernah buka warung di UMS, saya tau sih anak-anaknya gak mungkin kemakan promo putus asa begini, coba lihat aja di kolom komen page UMS..hehe twitter.com/SiBonekaAyu/st…
WatchmenID @WatchmenID

Akun shitpost berkedok info dunia perfilman & pertelevisian | Ngereview film adalah sambilan, shitpost adalah keutamaan | Contact: WatchmenID@gmail.com

watchmenid.wordpress.com
WatchmenID @WatchmenID
Oke, berikut review kami untuk Hanum & Rangga (2018). pic.twitter.com/ybDBmTZqbz
Expand pic
WatchmenID @WatchmenID
Sebelumnya, kami belum pernah melihat Bulan Terbelah di Langit Amerika. Kami hanya pernah melihat 99 Cahaya di Langit Eropa part 1 dan 2. Seperti biasa, kami hanya mengulas yg tampak di layar. Kami tak tahu apakah kisahnya sesuai atau tidak.
WatchmenID @WatchmenID
Sebagai seseorang yg belum pernah menonton Bulan Terbelah di Langit Amerika, kami cukup dibuat kebingungan untuk mencerna kisahnya. Kami tak diberi cukup penjelasan di awal. "Ini siapa ya?" "Hah kok tiba-tiba gini?"
WatchmenID @WatchmenID
Unexpectedly, dibandingkan 99 Cahaya di Langit Eropa yg mengandalkan glorifikasi Islam di masa lalu, film ini membawa tema yg progresif. Media, Hoax, LGBT, hingga relasi patriarki yg melibatkan Rangga dan Hanum.
WatchmenID @WatchmenID
Sayang sekali, eksekusinya tak mampu mengimbangi tema2 itu. Film ini emotionless. Banyak hal penting terjadi secara tiba-tiba tetapi tak disajikan dgn pembangunan yg memadai. Terkadang terasa tak masuk akal. Jika diibaratkan rumah, film ini bak rumah mewah dgn pondasi yg reyot.
WatchmenID @WatchmenID
Tokoh-tokoh yg ada di dalamnya terlihat labil. Sebagai contoh, si X benci karena melakukan sesuatu yg buruk. Beberapa menit kemudian Ia mengajak makan dengan hasil buruknya tersebut. Dan masih ada beberapa lagi. Kami jadi ingat kartu ini. pic.twitter.com/tFg82eAlyG
Expand pic
WatchmenID @WatchmenID
Untuk scoringnya kami rasa kurang cocok di beberapa bagian. Terkadang, kami jadi merasa melihat film fantasi atau bermain game RPG.
WatchmenID @WatchmenID
Akhir kata, film ini adalah rumah reyot yg tak mampu menanggung beban temanya sendiri.
Load Remaining (4)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.