(Cuma) Ditunda Wisuda, Surat Ini Menjawab Kemungkinan Sanksi DO Bagi HS, Mhs Pelaku Perkosaan Agni, Rekannya Saat KKN di Maluku

Dalam surat perjanjian tiap angkatan, sanksi mahasiswa pelaku amoral maksimal diterapkan dengan DO (drop-out) alias dikeluarkan
KKN Maluku yogyakarta ugm Panut Mulyono Agni HS Hardika Saputra rektorugm maluku PulauSeram
1

Perkembangan HS, tersangka pelaku perkosaan Agni, mahasiswi UGM yang dilakukan rekannya di Pulau Seram, Maluku (Juni 2017), saat KKN, ditunda wisuda satu semester ke depan, dari rencana wisuda November 2018 ini.

Lini Zurlia @Lini_ZQ
Dear twips! Just so you know, here is Hardika Saputra the perpetrator of sexual violence against Agni si Mahasiswi Pemberani yg sempat mengalami victim blaming ketika melaporkan kasusnya di @UGMYogyakarta Si anak ini bentar lagi wisuda! Shame on you! twitter.com/alfaizzed/stat…
Insan Adzani @SanHolo1977
@Lini_ZQ @Timobros @UGMYogyakarta Please yang tinggal di sekitar UGM, di hari dia wisuda, kirim karangan bunga ucapan selamat buat "Hardika Saputra Sang Pemerkosa." Please make it happen.
Insan Adzani @SanHolo1977
@kicau_balau @Lini_ZQ @Timobros @UGMYogyakarta Bisaaa. Tapi tetep aja mesti ada yg warga lokal yg bisa mastiin karangan bunganya sampe ke TKP.

Fix, ditunda

detikcom @detikcom
Rektor UGM Sebut Wisuda Mahasiswa Terduga Pemerkosa Ditunda 1 Semester detik.id/6SVJQ4 pic.twitter.com/9gH24bHe35
 Expand pic

"Jelas, jelas. Jadi anak kami yang laki-laki itu tidak wisuda besok. Kita tunda wisudanya satu semester sambil dia juga menyelesaikan tadi, proses yang harus dijalani menurut rekomendasi tersebut (tim investigasi UGM)," ujar Rektor UGM, Panut Mulyono.

Panut menjelaskan dalam kasus ini UGM sempat membentuk tim investigasi internal. Tim tersebut juga telah mengeluarkan beberapa rekomendasi, seperti meminta pihak kampus memberikan bimbingan konseling kepada terduga pelaku dan korban.

Sebelum menyelesaikan rekomendasi tersebut, Panut menegaskan bahwa mahasiswa terduga pelaku perkosaan tidak bisa diwisuda. Walaupun mahasiswa Fakultas Teknik UGM itu kenyataannya telah mendaftar dan namanya tercantum dalam daftar wisudawan yang akan dilaksanakan Kamis, (22/11) ini.

"Ya, benar (terduga pelaku sempat terdaftar sebagai calon wisudawan). Awalnya begini ya, ini ya sekali lagi miscommunication antara universitas dengan pihak fakultas, dengan pihak departemen, begitu. Yang pihak departemen tidak mengetahui atau tidak mendapatkan informasi tentang proses yang sudah dilakukan oleh si anak ini," paparnya.

GoesPik @GoesPik
@detikcom Itu yg anak nya siapa si, kyk nya sakti bener...
meireleszc @agaggati
@detikcom Anak org berduit kayaknya, sekelas ugm hukumanya bgtu doang sebagai warga dusun pugung lor saya keciwil
Dre! @andrekelv
@detikcom Disini pada koar2 DO DO aje.. terbukti bersalah jg beloman, laporan ke polisi jg ga ada, ngakunya menjunjung tinggi hukum, yg bgnian aja mau diselesaikan dgn cara barbar? Bkn cara hukum? Shame of you netijen! Klo kalian mendukung keadilan buat agni desak ybs untk lapor ke polisi
Henry Agung @henryagungst
@detikcom Pelakunya udah punya SKL, wisuda mah bisa kpan aja 😅😅
omae wa mou shindeiru @5e4ryfh0997rdyf
@detikcom Apakah HR dan recruiter masih mau merekrut calon karyawan lulusan UGM khususnya dari Fakultas Teknik?
Omikkkk09878 @omikkkk09878
@detikcom Pelaku pemerkosaan harus diadili pa rektor,bukan ditunda wisudanya.
Load Remaining (21)
Login and hide ads.