0
Dayat Piliang (;) @dayatpiliang
seorang teman mempublish gambar ini di akun media sosialnya. sebagai pribadi yang tak terlalu pakar dalam bidang agama, aku sedikit terganggu dengan dakwah yang seperti ini. karena itu, mari kita bahas sedikit yang aku tau antara agama dan canda. — a thread pic.twitter.com/UhLUKUpeBG
Expand pic
Dayat Piliang (;) @dayatpiliang
saat kita mendalami agama, khususnya islam yang kita sebut sebagai rahmat bagi semesta alam, harusnya membuat hidup kita menjadi tidak kaku. karena agama sejatinya mengajarkan kehidupan yang normal. di dalamnya ada canda, serius, marah dan ada senangnya.
Dayat Piliang (;) @dayatpiliang
bahkan Rasulullah pun dalam kehidupannya juga senang bercanda. tapi candaan Rasulullah tetap dalam batas wajar. tidak membuat orang terluka, tak berdusta dan tidak pula menyebabkan konflik dalam kehidupan manusia. candaan Rasulullah bertujuan untuk menghadirkan kasih dan sayang.
Dayat Piliang (;) @dayatpiliang
ada satu candaan Rasulullah tentang anak unta yang tertulis dalam hadits riwayat imam Abu Daud. mau nyimak? ya walaupun kalian ngga mau, aku akan tetap menuliskannya dalam thread ini sih hahaha
Dayat Piliang (;) @dayatpiliang
begini ceritanya, seorang pemuda datang kpd Rasul, meminta hewan tunggangan yang bisa digunakannya untuk ikut berpergian. lalu, dgn maksud bercanda, Rasul berkata "silakan kau gunakan seekor anak unta itu." pemuda itu mengernyitkan dahi, 'bagaimana bisa anak unta ditunggangi?'
Dayat Piliang (;) @dayatpiliang
secara, apakah anak unta kuat menanggung berat tubuhnya yang berat? anak unta kan kecil, tentu tak bisa ditunggangi untuk berpergian. lalu pemuda itu bertanya, "apa yang bisa aku perbuat dengan anak unta Ya Rasul?"
Dayat Piliang (;) @dayatpiliang
dengan nada berkelakar, Rasulullah pun berkata kepadanya "kamu ini bagaimana? bukankah semua unta (baik anak unta atau dewasa) itu adalah seorang anak yang lahir dari seekor unta betina?" dan semua sahabat pun tertawa dengan guyonan itu.
Dayat Piliang (;) @dayatpiliang
itulah salah satu candaan Rasulullah yang terkenal diantara banyaknya candaan-candaan beliau yang lain. namun tetap candaan beliau tidak sampai membuat orang lain terluka, namun bermaksud membuat orang lain terhibur.
Dayat Piliang (;) @dayatpiliang
mendalami agama bukan membuat kita semakin kaku, harusnya justru semakin luwes. karena agama khususnya islam mengajarkan kita untuk menjalani kehidupan yang normal dengan berbagai macam ekspresi seperti serius, bercanda, marah dan ekspresi senang bahagia.
Dayat Piliang (;) @dayatpiliang
lantas apakah candaan "hay tayo" termasuk berdusta dan tak beradab? ya itu tergantung situasi dan kondisi. kalau candaan itu kau gunakan saat berada di pengajian, ya candaan itu jadi tak lucu dan justru mengganggu yang lain yang sedang serius menyimak.
Dayat Piliang (;) @dayatpiliang
waktu di palu, aku dan relawan lain saat di posko sering bercanda begini. saat orang lagi ribut bercerita (situasinya ndak serius), aku dgn nada tinggi berucap "HEH!" yg lain mendadak diam dan menoleh heran. lalu ku lanjutkan "heh tayo heh tayo" dan semua relawan pun tertawa.
Dayat Piliang (;) @dayatpiliang
kami saat itu memang butuh hiburan di saat badan letih-letihnya dalam misi kemanusiaan. kalau suasananya serius terus ya yang ada jadi ndak asik, jadi garing dan malah bawaannya capek terus. tapi kalau sambil berkelakar ya jadi ndak berasa capeknya. karena kita punya hiburan.
Dayat Piliang (;) @dayatpiliang
jadi ya dalam menjalani hari jangan serius-serius amat. beradab atau tak beradabnya candaan itu kan tergantung situasi dan kondisi. dan tergantung dengan siapa kita bercanda. kalo kita bercanda sama yang tiap hari serius mulu ya jangan juga. yang ada ntar tersinggung dia 😂
Dayat Piliang (;) @dayatpiliang
dah gitu aja deh ya. terima kasih sudah menyimak thread yang semoga ada manfaatnya. tapi kayaknya ndak ada sih hahahaha😂
G. @ghassiregar
@dayatpiliang Aku sampe bilang ke teman ku. "Jadi, coba contohin becanda yang halal itu gimana si weee ?" Aku pribadi bingung dan merasa gimana gitu. Kalau soal becanda adzab dilarang aku bisa terima. Tapi yang tayo ini aku semakin bingung :(
❤️ @najmah_muniroh
@dayatpiliang Nganu. Dakwah ni ada aturannya sebenernya. 1. Tidak menggurui 2. Tidak menganggap diri lebih suci 3. Ndak asal nyamber hadits/ayat trus mikir "wah, ini cocok ni buat temen gue" . 4. Ndak nge judge 5. Menasehati itu 4 mata 6. Self muhasabah, woy

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.