0
El Yardi @elyardi78
Bismillah Akhir-akhir ini, tepatnya beberapa tahun belakangan ini, penghinaan dan cacian terhadap Islam, simbol-simbol Islam, baik melalui kata-kata dan meme leluasa bertebaran di media massa.
El Yardi @elyardi78
Kita rasakan, mereka yang mendengki Islam semakin berani di rezim ini melakukan penistaan. Terang-terangan, seakan mereka memiliki dekingan.
El Yardi @elyardi78
Ada foto yang diedit dgn kepala babi berjenggot tersebar, kopiahnya putih yang sering dipakai jamaah haji, di atasnya tertulis 'Muhammad SAW'
El Yardi @elyardi78
Ada lagi gambar anjing yang diberi gamis putih bersorban, lalu ditambahkan tulisan yang menistakan seakan-akan itulah nabi Muhammad SAW. Astagfirullah.. 😢
El Yardi @elyardi78
Dan lihatlah pemilik akun ini, penista Islam ini, mereka percaya diri dan eksis. pic.twitter.com/SGs8CPnR1y
Expand pic
El Yardi @elyardi78
Lalu, sebagai muslim, sebagai mukmin, bagaimana kita memandang dan menyikapi persoalan ini?
El Yardi @elyardi78
Jangan heran jika Islam dihina, dicaci maki, atau dilecehkan oleh orang-orang kafir, musyrik, atau munafik, karena itu bagian dari keyakinan kita sebagai umat Islam.
El Yardi @elyardi78
Mengapa bisa dikatakan demikian? Karena Allah Ta'ala dan Rasul-Nya yang telah mengabarkan hal demikian kepada kita.
El Yardi @elyardi78
Jika tidak ada ucapan dan tindakan kebencian mereka kepada Islam atau simbol-simbol Islam, justru kebenaran Alquran dan hadis Rasulullah dapat dipertanyakan.
El Yardi @elyardi78
Maka, jangan heran (lagi) jika kita mendengar, menemukan dan membaca status di media masa yg melecehkan Rasulullah, syariat Islam, bahkan Allah, Rabb yang kita sembah.
El Yardi @elyardi78
Sepanjang sejarah, bahkan Rasulullah sendiri telah mengalami dan merasakan bgm sikap buruknya orang-orang kafir, musyrik, atau munafik itu terhadap dirinya dan Islam.
El Yardi @elyardi78
Dengan sejarah itulah kita belajar menyikapi mereka. Karena ada teladan dr Rasulullah yg bisa kita jadikan pedoman. Allah Ta'ala pun telah mengabadikannya dlm Alquran.
El Yardi @elyardi78
Perhatikan firman Allah Ta'ala dalam QS Ali Imran ayat 186 berikut ini. pic.twitter.com/NUNZXlPnQY
Expand pic
El Yardi @elyardi78
Allah Ta'ala juga berfirman, artinya : “Dan orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan pernah senang kepadamu sampai kamu mengikuti agama-atau jalan hidup mereka” (QS Albaqarah: 120).
El Yardi @elyardi78
Dan Allah juga telah mengingatkan, artinya: “Mereka ingin supaya kamu menjadi kafir sebagaimana mereka telah menjadi kafir, lalu kamu menjadi sama dengan mereka” (QS An-Nisaa: 89).
El Yardi @elyardi78
Jelas sudah. Allah Ta'ala telah memastikan bahwa kita akan mendengar, membaca, atau melihat hal2 yg akan membuat hati kita sakit dari orang2 KAFIR, MUSYRIK dan MUNAFIK. pic.twitter.com/cGY6lpaNbm
Expand pic
El Yardi @elyardi78
Mereka itu tidak akan pernah senang, selalu dengki, membuat permusuhan, sampai kita masuk lubang biawak untuk mau mengikuti keinginan dan millah mereka.
El Yardi @elyardi78
Itulah mereka, itulah yang disampaikan Allah dan Rasul-Nya tentang mereka, dan sebab itulah kita yakin dan percaya.
El Yardi @elyardi78
Apa solusinya? Bagaimana kita menyikapi mereka? Perhatikan QS Ali Imran ayat 186 (lihat twit sebelumnya), ada dua cara kita dalam menyikapi mereka, yaitu SABAR dan TAKWA.
El Yardi @elyardi78
Kalau kita membalas keburukan mereka dgn cara-cara seperti mereka, yaitu umpatan dan makian terhadap ajaran agama mereka pula, lalu apa yg membedakan sikap kita dgn mereka?
El Yardi @elyardi78
Bukankah Allah juga telah mengingatkan, keburukan mereka yg dibalas dgn cara yang buruk pula, seperti menghina agama dan sembahan mereka, hanya akan menyebabkan keburukan mereka bertambah-bertambah.
El Yardi @elyardi78
Allah berfirman, artinya: "Dan janganlah kamu memaki sembahan-sembahan yang mereka sembah selain Allah, KARENA MEREKA NANTI AKAN MEMAKI ALLAH DENGAN MELAMPUI BATAS TANPA ILMU” (QS Al-An’am: 108).
El Yardi @elyardi78
Sebab itu, bersabar dan tetap bertakwa kepada Allah seraya menunjukkan akhlak yang mulia, baik dikehidupan nyata maupun di media sosial adalah hal yang paling utama.
El Yardi @elyardi78
Tapi, kalau memang memungkinkan dan kita mampu, maka bantahlah tuduhan buruk mereka dengan cara yang lebih baik (wajaadilhum billati hiya ahsan).
Load Remaining (9)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.