Add to Favorite
0
Login and hide ads.
Brii.. @BriiStory
Hai.. Malam ini (mungkin) adalah satu dari dua episode terakhir dari cerita di #rumahteteh. 😒 Sedih sih, tapi emang harus berakhir. Kalau masih ada yang belum kenal teteh itu siapa, silahkan lihat-lihat tab likes. Gak kenal maka gak sayang.. Yuk.. #memetwit @InfoMemeTwit pic.twitter.com/WaRNSHUfzu
 Expand pic
Brii.. @BriiStory
Kembali ke awal, gw akan ceritakan proses bagaimana Sisi dan Memi bisa menemukan #rumahteteh, hingga pada akhirnya sukses membujuk kedua orang tua mereka untuk membelinya. Kebetulan, gw baru reuni dengan mereka sekitar dua minggu yang lalu, seru..😁 Jadi, masih fresh ceritanya.
Brii.. @BriiStory
Memi dan Sisi adalah kakak beradik yang sangat berbeda sifat dan penampilannya, namun yang gw tahu mereka sangat rukun, hanya sedikit pertengkaran-pertengkaran kecil layaknya kakak beradik.
Brii.. @BriiStory
Selama tinggal di rumah itupun, kami penghuni pria, gak pernah melihat sifat-sifat mereka yang kurang berkenan, hanya bawel dan cerewet dalam skala yang wajar, benar-benar dua perempuan yang cukup baik dan punya toleransi yang tinggi dengan penghuni rumah lainnya.
Brii.. @BriiStory
Gw akan bahas sekali lagi mengenai keduanya ya.. Sisi, sebagai kakak, adalah perempuan tinggi langsing yang cukup cantik dengan penampilan yang modis. Mahasiswi berkulit putih dengan rambut hitam panjang yang selalu terurai. Perempuan banget..
Brii.. @BriiStory
Sedangkan Memi, perempuan tomboy yang selalu berpenampilan β€œLaki”, rambut pendek, berkulit lebih gelap dari kakaknya, selalu mengenakan celana jeans sobek dan kaos band metal. Asesoris gelang dan cincin selalu menghiasi kedua tangan, make up gothic dengan eye liner di bawah mata.
Brii.. @BriiStory
Ada rahasia yang gw pegang sampai sekarang tentang Memi, dia punya tato kupu-kupu cantik di pinggangnya. Gw yang pertama tau tentang tato itu waktu pertama kali membuatnya. Orangnya pasti sambil cengengesan baca twit ini, maaf ya Mems..😁
Brii.. @BriiStory
Dari awal perkenalan, kami sudah cukup cocok dengan mereka berdua secara pertemanan, gak pernah ada percekcokan atau masalah yang pelik, semuanya berjalan dengan baik. Kesimpulannya, Memi dan Sisi adalah perempuan yang baik. **
Brii.. @BriiStory
Pada awalnya, ketika mulai menyadari tentang keberadaan teteh, kami gak pernah bercerita tentang kejadian-kejadian seram dan aneh yang kami alami kepada mereka. Memutuskan untuk gak bercerita, dengan tujuan agar mereka gak ketakutan. Gak mau mengambil resiko, kami memilih diam.
Brii.. @BriiStory
Karena kami pikir, toh teteh gak pernah menampakkan sosoknya ketika Memi dan Sisi sedang berada di rumah. Tapi akhirnya, pada suatu hari ada kejadian yang membuat kami gak bisa menghindar lagi, kami terpaksa harus cerita semuanya, cerita tentang keberadaan teteh di rumah itu.
Brii.. @BriiStory
Tapi ternyata tanggapan Sisi dan Memi di luar perkiraan, kami cukup terkejut mendengarnya, Benar-benar kaget.. -Memang gimana tanggapan mereka brii?~ Nanti pasti gw ungkap semuanya, gak malam ini.. ***
Brii.. @BriiStory
Awal menginjakkan kaki di Bandung, Memi dan Sisi tinggal dalam satu kamar kost di bilangan Jalan Dipatu Ukur. Selama satu tahun mereka tinggal di tempat itu. Umur mereka hanya berbeda satu tahun lebih. Berkuliah pada satu almamater tetapi beda fakultas.
Brii.. @BriiStory
Hingga pada akhirnya, Tante Lusi dan Om Aan sebagai orang tua mereka, berniat akan membeli rumah untuk tempat tinggal mereka selama berkuliah di Bandung.
Brii.. @BriiStory
Mendengar kabar itu, Memi dan Sisi sangat senang, akhirnya cita-cita untuk punya tempat tinggal sendiri di Bandung akan tercapai. Maka tanpa dikomando, mereka langsung mulai mencari rumah yang menurut mereka akan cocok dan nyaman untuk ditempati.
Brii.. @BriiStory
Tante Lusi dan om Aan menyerahkan sepenuhnya kepada kedua anaknya itu untuk memilih rumah yang akan dibeli, jadi yang pada akhirnya memutuskan rumah teteh sebagai tempat tinggal, murni adalah keputusan Memi dan Sisi, om Aan dan tante Lusi setuju-setuju saja.
Brii.. @BriiStory
Proses pencarian rumah juga gak terlalu lama, rumah teteh adalah rumah ketiga yang mereka kunjungi untuk disurvey. Prosesnya pun cukup aneh, Proses ketika mereka mengetahui tentang keberadaan rumah teteh.. **
Brii.. @BriiStory
Pada suatu hari, Memi dan Sisi berencana untuk mengunjungi dan melihat satu rumah. Menurut informasi yang mereka dapatkan, kalau rumah tersebut akan dijual. Rumah yang akan dikunjungi ini terletak di daerah Cigadung, jalan yang mengarah ke daerah Dago.
Brii.. @BriiStory
Ini adalah rumah kedua yang menjadi sasaran survey, rumah pertama gagal, karena menurut mereka kondisi rumahnya kurang bagus. Menggunakan motor, mereka berboncengan menuju ke alamat rumah tersebut. **
Brii.. @BriiStory
Rumah berlantai dua dengan kondisi yang cukup bagus. Lantai dasar ada tiga kamar, lantai dua hanya ada dua kamar. Terletak pada salah satu dataran tinggi di kota Bandung, jadi udara masih cukup dingin dan sejuk.
Brii.. @BriiStory
Melihat rumahnya, Mereka sebenarnya cukup cocok, dan mulai berpikir untuk menjadikan rumah tersebut sebagai rumah yang akan dipilih. Kebetulan, harga yang ditawarkan juga cukup bagus.
Brii.. @BriiStory
Tampaknya, 99% mereka akan memilih rumah itu, dan segera menghubungi orang tua mereka untuk memberitahukan bahwa mereka sudah mendapatkan rumah yang akan dibeli. Setelah selesai survey dan berbincang cukup lama dengan pemiliknya, mereka pamit pulang. **
Brii.. @BriiStory
Dalam perjalanan, Memi dan Sisi berbincang dengan senangnya, mereka sangat antusias membicarakan rumah yang baru saja mereka kunjungi. Membicarakan tentang bagusnya rumah tersebut, keadaan serta lingkungannya.
Brii.. @BriiStory
Intinya, mereka cocok dengan rumah itu, dan gak sabar untuk segera memberitahu orang tua mereka tentang hal ini.
Brii.. @BriiStory
Tapi.. ketika sudah nyaris setengah perjalanan pulang.. Tiba-tiba motor yang mereka tumpangi mogok, berhenti tepat di depan salah satu jalan kecil di sekitar daerah Cikutra. Jalan kecil yang bersih dan beraspal, jalan yang hanya dapat dilalui oleh satu mobil saja.
Load Remaining (78)
Login and hide ads.