Add to Favorite
0
Login and hide ads.
cia @plutrous
Black Dahlia, Kasus Pembunuhan dan Mutilasi yg Tidak Terpecahkan —a thread— pic.twitter.com/B5BfS53tpB
 Expand pic
cia @plutrous
Black Dahlia, mungkin sebagian dari kalian akan berpikir ke arah sebuah band setelah mendengar atau membacanya. The Black Dahlia Murder sebuah band beraliran death metal asal Michigan, Amerika. pic.twitter.com/TlwL9RifHX
 Expand pic
cia @plutrous
Namun tahu kah kalian? Sebenarnya, Black Dahlia adalah penamaan sebuah kasus pembunuhan paling brutal di Amerika, yg hingga saat ini tidak terpecahkan. Kasus ini lah yg kemudian menginspirasi band The Black Dahlia Murder sbg nama mereka.
cia @plutrous
Ini adalah kasus pembunuhan seorang wanita muda bernama Elizabeth Short yg ditemukan tewas dalam keadaan telanjang dan di mutilasi. Bahkan, beberapa bagian tubuhnya seakan dijadikan “mainan” bagi pembunuhnya, sprt sobeknya ujung bibir hingga mendekati telinga.
cia @plutrous
Mirip seperti tokoh Joker dalam film Batman. Elizabeth Short, saat itu berusia 22 tahun, sedang mencoba karier di Hollywood. Elizabeth dijuluki Black Dahlia setelah kematiannya yg mengerikan dan karena kegemarannya yg memakai pakaian hitam.
cia @plutrous
Tidak hanya itu, penamaan Black Dahlia sendiri juga merujuk pada film kriminal berjusul Blue Dahlia yg dirilis setahun sebelum kematiannya. Elizabeth juga senang meletakkan bunga dahlia di kepalanya sebagai aksesoris (flower crown).
cia @plutrous
Kasus mengerikan ini berawal pada tanggal 15 Januari 1947, ketika seorang warga setempat dan anaknya sedang berjalan2 di Leimert Park, Los Angeles. Saat itu ia melihat sesosok wanita yg sempat dikira sbg manekin tergeletak di sisi luar jalan.
cia @plutrous
Saat ditemukan, tubuh Elizabeth dalam keadaan terpotong menjadi 2 bagian atas dan bawah. Mirip seperti manekin yg sedang dipisahkan antara badan dan pinggang ke bawah. Saat dilihat lebih dekat, ternyata itu adalah manusia. Dengan wajah yg dirusak.
cia @plutrous
Pada Gambar: Lokasi ditemukannya Elizabeth pic.twitter.com/hOtSsoy9ul
 Expand pic
cia @plutrous
Tidak lama setelah ditemukan, polisi, FBI dan wartawan pun memenuhi lokasi dan melabel kasus ini sebagai kasus pembunuhan paling kejam yg pernah ada pada masa itu.
cia @plutrous
Tak ada noda darah sama sekali dalam tubuhnya yg pucat hingga ada dugaan bahwa Elizabeth telah dimutilasi di tempat lain dan tubuhnya telah dicuci bersih.
cia @plutrous
Hasil otopsi menunjukkan adanya tindak kekerasan. Bekas ikatan tali terdapat pada pergelangan tangan dan kaki. Tidak hanya itu, memar juga ditemukan pada bagian kepala Elizabeth, yg mengindikasikan adanya benturan benda tumpul sebelum ia meninggal.
cia @plutrous
Mutulasi juga diduga dilakukan setelah Elizabeth tak bernyawa dan dilakukan sekitar 10 jam sebelum mayatnya ditemukan.
cia @plutrous
Elizabeth ditemukan dalam keadaan telanjang. Meski begitu, tidak ada jejak sperma dalam organ intim Elizabeth, menepis dugaan bahwa pembunuhnya telah memperkosa Elizabeth sebelumnya.
cia @plutrous
Pihak penyelidik mengatakan bahwa, pemotongan tubuh dilakukan dengan sangat rapi, sesuai dengan anatomi tubuh manusia. Ini membuat polisi menaruh kecurigaan bahwa pelaku mungkin saja memiliki latar belakang pendidikan medis atau kedokteran.
cia @plutrous
Selang beberapa waktu kemudian, sebuah surat diterima oleh kantor polisi setempat. Surat ini tidak ditulis dengan tangan, tetapi dengan menggunakan huruf2 yg disusun dari potongan koran. Belakangan disebut dengan istilah “surat kaleng”.
cia @plutrous
Pada gambar: Surat yg dikirim kepada pihak kepolisian pic.twitter.com/txYadMrsW4
 Expand pic
cia @plutrous
Di dalam amplop itu terdapat banyak benda pribadi Elizabeth. Bahkan, pengirim surat ini juga mengatakan bahwa benda2 tersebut adalah barang2 milik Elizabeth yg sebelumnya berada di dalam tasnya.
cia @plutrous
Semua barang di dalam amplop beraroma bensin. Seolah2 pengirim telah menghapus sidik jarinya dengan bensin.
cia @plutrous
Berbagai cara pun dilakukan oleh polisi dan FBI demi mendapatkan bukti baru atas jalan gelap kasus ini. Namun, apa yg mereka lakukan seakan tidak membuahkan hasil.
cia @plutrous
Sekitar 200 orang telah diinterogasi. Bahkan sebagian besar dari mereka juga telah melakukan tes kebohongan. Hasilnya nihil.
cia @plutrous
Berbagai spekulasi pun muncul terkait pembunuhan ini. Salah satunya adalah penolakan ajakan untuk berhubungan intim lantaran Elizabeth sedang hamil. Namun tepri ini pun luruh karena berdasarkan hasil otopsi, Elizabeth tidak sedang hamil, dan belum pernah hamil.
cia @plutrous
Pada tahun 2017, Piu Marie Eatwell, dalam bukunya yg berjudul Black Dahlia, Red Rose menuliskan hal yg mengejutkan banyak orang. Bahkan banyak juga yg mempercayai kebenarannya. pic.twitter.com/bAQWltQmso
 Expand pic
cia @plutrous
Piu Marie mengatakan bahwa pelaku pembunuhan bernama Leslie Duane Dillon, seorang bellboy yg sudah pernah ditahan oleh polisi namun kemudian dibebaskan.
cia @plutrous
Piu menuliskan bahwa Departemen Kepolisian Los Angelws dengan sengaja membiarkan pembunuhan Elizabeth lolos karena Sersan Finis Brown, salah satu dari 2 penyidik utama kasus itu adalah seorang polisi yg diduga korup.
Load Remaining (9)
Login and hide ads.