0
Ryu Hasan @ryuhasan
Kalian tau apa enggak, sejak kapan yang istilah awalnya “Kerapatan Pemoeda” diganti jadi “Soempah Pemoeda”? Kalo nggak tau juga nggak papa seh, nggak penting
Ryu Hasan @ryuhasan
Siap ndan!!! Jadi gini, kondisi sosial politik Hindia Belanda di tahun 1928 dulu itu kira2 gini: Soekarno masih ada dipenjara, gerakan kebangsaan lagi nyaris vakum. Tapi untungnya masih ada (minjem istilah @Sam_Ardi) Lord Yamin dan Amir Sjarifoeddin, yg masih bisa berkeliaran twitter.com/sam_ardi/statu…
Ryu Hasan @ryuhasan
Hatta dan Syahrir juga masih ada di Belanda. Jadi M. Yamin, Sunario Sastrowardoyo (kakeknya Dian Sastrowardoyo) dan Amir Sjarifoeddin lah yg jadi “bedes2 koentji” Kerapatan Pemuda II Dalam kerapatan itu, kerapatan lho yes bukan konggres, Yamin jadi sekretaris dan jadi notulen.
Ryu Hasan @ryuhasan
Meskipun M Yamin ini seharusnya notulen rapat, dia malah pidato Yang lebih lebay lagi, Yamin mengklaim peserta kerapatan datang dari seluruh penjuru Hindia Belanda (endonesa belum ada yes). Padahal semua peserta tinggal di Jakarta. Masig untung nggak bilang yg datang 3 juta :)
Ryu Hasan @ryuhasan
Tokoh kunci sesungguhnya dari kerapatan pemuda itu adalah seorang Marxist Sosialis, Amir Sjarifoeddin! Sponsor tunggal tempat kerapatan pemuda itu adalah Sie Kok Liong, dia bapak kos. Yg sekarang “Gedung Sumpah Pemuda” itu dulu rumah kos2an. “Cangkrukan Ndik Koskosan”
Ryu Hasan @ryuhasan
Pengarang lagu Indonesia Raya yang sempat dinyanyikan di Kerapatan Pemuda 1928 ituWR Supratman. Bbrp sumber sejarah menyebut dia seorang Islam Ahmadiyah Lahore Perwakilan pemuda Arab tidak ada dlm kerapatan itu, tapi bbrp bulan kemudian, AR Baswedan mengadakan Sumpah Pemuda Arab
Ryu Hasan @ryuhasan
Tokoh kunci kedua kerapatan pemuda 1928 adalah kakek Dian Sastro, dia ernah jadi Pengurus Perhimpunan Indonesia bersama Hatta. Tapi kemudian Soenario Sastrowardoyo ini tenggelam dalam nama besar Soekarno. Sempat jadi Menteri Luar Negeri kabinet Burhanudin Harahap 53-55. pic.twitter.com/3RYuI6RM5x
Expand pic
Ryu Hasan @ryuhasan
Atas usulan Ki Hadjar Dewantoro ke Soekarno, 28 Oktober mulai diperingati sejak 1948 sebagai “Hari Pergerakan Nasional”. Tapi semua berubah setelah negara api menyerang. Yamin mengusulkan hari “Sumpah Pemuda”. Awalnya cuma "ikrar" eh malah diganti "sumpah". Bisaan memang dia :)
Ryu Hasan @ryuhasan
Ya gitu aja seh asal usul istilah “soempah pemoeda” Sumpah nggak penting banget :)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.