0
#TakeOver# @GheMaX
Suara Islam Penentu Pilpres 2019
#TakeOver# @GheMaX
Setiap kejadian dalam momentum politik tidak ada yang kebetulan, tapi terencana, terstruktur dan masif dengan satu tujuan yaitu menang
#TakeOver# @GheMaX
Perlu dipahami jika sebuah operasi intelejen tidak pernah memperdulikan seberapa besar resiko yang diambil, namun lebih kepada seberapa besar dampak yang ditimbulkan sehingga bisa mencapai target
#TakeOver# @GheMaX
Jauh hari sebelum terjadinya hiruk pikuk kampanye pilpres operasi intelejen mulai dilancarkan dengan tujuan menebar teror kepada umat Islam
#TakeOver# @GheMaX
Islam yang menjadi agama mayoritas menjadi tantangan tersendiri bagi siapapun yang akan bertarung dalam pilpres @Dahnilanzar
#TakeOver# @GheMaX
Islam menguasai hampir 80% populasi di Indonesia, sedangkan 20% sisanya merupakan non muslim @Dahnilanzar
#TakeOver# @GheMaX
Secara kekuatan politik berkat kerja keras dari Luhut Binsar Panjaitan, Jokowi berhasil mengunci suara mayoritas non muslim sebanyak 15%, sedangkan sisanya sebanyak 5% terbagi menjadi 2 bagian yaitu mendukung Prabowo sebanyak 3% dan sisanya belum menentukan pilihan. @Dahnilanzar
#TakeOver# @GheMaX
Dengan modal 15% tersebut Jokowi hanya memerlukan suara islam sebanyak 40% atau setengah dari kekuatan islam untuk memenangkan kontestasi pilpres 2019. @Dahnilanzar @zarazettirazr
#TakeOver# @GheMaX
Kekuatan Islam terbagi dalam beberapa kelompok di dominasi oleh 2 organisasi islam terbesar di Indonesia yaitu Nahdatul Ulama (NU), Muhammadiyah. @Dahnilanzar @zarazettirazr
#TakeOver# @GheMaX
Menurut klaim dari beberapa pihak, NU memegang peranan terbesar dalam skala jumlah anggotanya sebanyak 40% dari populasi Islam di Indonesia, Muhammaddiah sebanyak 30% dan sisanya terbagi dalam beberapa organisasi islam lainnya. @Dahnilanzar @zarazettirazr
#TakeOver# @GheMaX
Meskipun belum tentu kebenarannya namun klaim tersebut hingga saat ini belum terbantahkan, sehingga bisa menjadi dasar perhitungan pemenangan pilpres 2019 @Dahnilanzar @zarazettirazr
#TakeOver# @GheMaX
Berbeda dengan Non muslim yang sebagian sudah bulat menyatakan dukungannya kepada Jokowi, Kubu Islam pun kini terbagi dalam 3 kelompok @Dahnilanzar @zarazettirazr
#TakeOver# @GheMaX
Pertama, Islam revolusioner, kelompok ini menginginkan perubahan salah satunya didasari kepada tidak adilnya penegakan hukum dengan maraknya perlakuan diskriminasi kepada ulama @Dahnilanzar @zarazettirazr
#TakeOver# @GheMaX
Kedua, Islam Sami’na Waa’to na, kelompok ini sgt dikenal NU tulen dgn memegang prinsip perintah kyai/ulama/ustad adalah mutlak (takut kwalat kalau membantah), kelompok ini biasanya terjadi di dlm lingkungan pondok pesantren, sekolah islam modern dsb. @Dahnilanzar @zarazettirazr
#TakeOver# @GheMaX
Ketiga, Islam netral, kelompok yang belum menentukan pilihan dan tidak peduli kepada hiruk pikuk politik, serta lebih memilih menganalisa permasalahan dari berbagai sudut pandang sebelum menentukan pilihannya demi kepentingan dan persatuan umat. @Dahnilanzar @zarazettirazr
#TakeOver# @GheMaX
Dengan keputusan Jokowi menggandeng Maaruf Amin salah satunya adalah ingin memanfaatkan suara NU sebanyak 40% dari mayoritas Islam di Indonesia
#TakeOver# @GheMaX
karena jika berhasil mendapatkan suara bulat NU maka dapat dipastikan suara kemenangan Jokowi-Maaruf adalah 55% dalam pilpres 2019. @Dahnilanzar @zarazettirazr
#TakeOver# @GheMaX
Disisi lain kubu Prabowo-Sandi pasca kemenangan pilkada DKI Jakarta sudah lebih dulu mendapatkan dukungan dari kelompok Islam Revolusioner, meskipun secara persentasi belum bisa diklaim sebagai Islam Mayoritas @Dahnilanzar @zarazettirazr
#TakeOver# @GheMaX
Sebaliknya yang menarik adalah kubu Islam revolusioner ini terdiri dari berbagai aliran organisasi Islam Indonesia bahkan didalamnya banyak ditemukan berasal dari NU @Dahnilanzar @zarazettirazr
#TakeOver# @GheMaX
Sehingga harapan Jokowi untuk mengunci suara NU sebanyak 40% dari mayoritas Islam di Indonesia bisa dikatakan gugur sebelum berkembang. @Dahnilanzar @zarazettirazr
#TakeOver# @GheMaX
Walaupun Maaruf Amin saat ini sudah mundur dari jabatan sebagai Rais Aam NU, namun, karena tergoda oleh jabatan politik,
#TakeOver# @GheMaX
Maaruf Amin mengambil jabatan politik tersebut padahal Rais Aam itu jabatan tertinggi di NU yang syaratnya tidak boleh tergoda/mencalonkan diri dan atau dicalonkan dalam jabatan politik. @Dahnilanzar @zarazettirazr
#TakeOver# @GheMaX
Maaruf amin sudah mengkhianati NU dengan mengambil jabatan cawapres, tidak serta merta Jokowi memilih Maaruf Amin kalau tidak di dasari jabatannya sebagai Rais Aam @Dahnilanzar @zarazettirazr
#TakeOver# @GheMaX
Banyak ulama hebat di NU kenapa mesti harus Maaruf Amin ? @Dahnilanzar @zarazettirazr
Load Remaining (16)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.