Rindu Zaman SBY, Alasan Rakyat Ingin Rezim Berganti

empat tahun sudah rakyat terbelah. sisa sisa pertikaian yg terjadi saat pemilihan presiden empat tahun lalu.
SBY rezim rindu ganti
0
Hendi Kusuma @hendikusumaaa
1. Empat tahun sudah rakyat terbelah. Sisa-sisa pertikaian yang terjadi saat pemilihan presiden empat tahun lalu, masih terasa hingga saat ini. Apalagi, kedua kelompok itu akan kembali bersaing tahun depan. pic.twitter.com/9JEJYySCf6
Expand pic
Hendi Kusuma @hendikusumaaa
2. Bisa dipastikan, perpecahan akibat perbedaan pandangan politik, akan kian menganga. Akar utama dari persoalan ini adalah karena penguasa gagal merangkul semua kelompok rakyatnya.
Hendi Kusuma @hendikusumaaa
3. Pertentangan di masyarakat dibiarkan terjadi. Pendukung sendiri diberi perhatian, sementara massa lawan politik dianaktirikan. Imbasnya, mereka semakin berhadap-hadapan.
Hendi Kusuma @hendikusumaaa
4. Kondisi ini diperparah dengan sikap anti kritik yang dimiliki rezim Joko Widodo (Jokowi). Kuping penguasa terlalu tipis untuk hidup di alam demokrasi. pic.twitter.com/BEL0FaWNsP
Expand pic
Hendi Kusuma @hendikusumaaa
5. Buktinya, setiap aksi unjuk rasa, sering kali diladeni dengan tangan besi. Tentu hal itu semakin melukai hati kalangan oposisi. Inilah salah satu penyebab sebagian rakyat ingin rezim Jokowi ini segera berganti. pic.twitter.com/hTcv8pbVbD
Expand pic
Hendi Kusuma @hendikusumaaa
6. Mereka lelah terus bertikai sesama anak bangsa. Mereka rindu kehidupan bernegara seperti dulu, saat rakyat hidup dengan tenang dan damai, di bawah pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). pic.twitter.com/dEQi7lbhZS
Expand pic
Hendi Kusuma @hendikusumaaa
7. Harus diakui memang, kala SBY memimpin negeri, rakyat tidak pernah terpecah-belah. Meski ada suara penentangan dari kalangan oposisi, namun penguasa tidak pernah membalas dengan cara-cara represif. pic.twitter.com/kHIgXgdrTa
Expand pic
Hendi Kusuma @hendikusumaaa
8. Hak berbicara diakomodasi, kehidupan berdemokrasi mencapai taraf tertinggi. Hukum juga ditegakkan dengan adil. Tak ada yang kebal aturan di zaman itu.
Hendi Kusuma @hendikusumaaa
9. Kader-kader partai politik penguasa, hingga kerabat, dan sanak keluarga, diperlakukan sama di hadapan hukum. Sungguh berbeda dengan kelakuan rezim sekarang yang cenderung melindungi kroni-kroninya.
Hendi Kusuma @hendikusumaaa
10. Alasan utama lainnya adalah karena faktor ekonomi. Tak bisa dipungkiri, di era kepemimpinan ketua umum Partai Demokrat itu, kesejahteraan rakyat meningkat. Daya beli kuat, lapangan kerja terbuka, dan pertumbuhan ekonomi selalu terjaga. pic.twitter.com/wsthKPGld3
Expand pic
Hendi Kusuma @hendikusumaaa
11. Pada 10 tahun pemerintahan SBY, infrastruktur seperti jalan, tol, jembatan, bandara, pelabuhan, bendungan, dan lainnya, juga banyak dibangun. Tetapi pembangunan ekonomi kerakyatan tetap menjadi prioritas utama. pic.twitter.com/M1UJc2bJRa
Expand pic
Hendi Kusuma @hendikusumaaa
12. Rezim sekarang, malah berpikir sebaliknya. Subsidi bagi rakyat dipangkas besar-besaran. Akibatnya, harga bahan bakar minyak (BBM) melambung tinggi, tarif listrik mahal, harga beras, pupuk, dan kebutuhan primer lainnya terus membengkak.
Hendi Kusuma @hendikusumaaa
13. Sementara proyek-proyek infrastruktur skala besar itu juga tidak terlalu berdampak bagi kesejahteraan rakyat, terutama dalam ketersediaan lapangan kerja.
Hendi Kusuma @hendikusumaaa
14. Sebab, pada proyek kerjasama yang rata-rata dilakukan dengan Tiongkok tersebut, diduga memuat klausul yang membolehkan negara pendonor membawa rakyatnya untuk datang bekerja.
Hendi Kusuma @hendikusumaaa
15. Inilah secuil alasan yang membuat rakyat rindu zaman SBY. Hidup bernegara kala itu jauh lebih baik dibanding saat ini. Karenanya, setahun masa jabatan tersisa, Jokowi mesti membenahi banyak hal. Itu jika ia ingin terpilih lagi.
Hendi Kusuma @hendikusumaaa
16. Rakyat sebenarnya tidak membenci Jokowi, buktinya ia terpilih memimpin negeri ini. Tapi, kalau masih saja ia meneruskan kepemimpinan seperti begini...
Hendi Kusuma @hendikusumaaa
17. berkuasa dengan tangan besi, enggan merangkul rakyat yang berasal dari kalangan oposisi, carut-marut mengelola ekonomi, jangan terkejut jika banyak yang ingin rezim ini berganti.

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.
Login and hide ads.