2
bis kecil @tayolittIebus

not an intellectual, still on process👌

shafa @tayolittIebus
Tau nggak sih kalau kita ber-NAZAR, kemungkinan impian/doa-doa kita akan tercapai? [sebuah thread yang mungkin berguna]
shafa @tayolittIebus
pertama-tama, thread ini dibuat berdasar dengan ilmu yang saya dapat dari guru agama saya. sangat boleh mengkoreksi, karena sama-sama belajar😊 anyway, semoga bermanfaat ya!
shafa @tayolittIebus
Pasti sudah banyak yang tau lah ya, kalau nazar itu ajib banget buat kita-kita yang sedang berjuang, entah dalam hal apa. Mau tentang sekolah, kuliah, kerja, jodoh, dan lainnya. Dan sebenarnya, nazar itu ada ketentuannya, nggak sekedar nazar aja.
shafa @tayolittIebus
Kadang nazar itu ada yang begini: “Aku bakal shalat 5 waktu nggak bolong-bolong lagi kalau bisa tembus SNMPTN” atau, “Aku bakal berhijab kalau dapet IPK bagus” dan bahkan, “Fix seh aku bakal teriak di tengah lapangan kalau doi menerima cintaku” lahh.
shafa @tayolittIebus
Ternyata, nazar seperti tiga contoh diatas itu salah besar —apalagi yang terakhir sih. Karena nyatanya, nazar itu punya definisi: Mewajibkan yang SUNNAH. Sedangkan, shalat wajib dan berhijab itu hukumnya wajib, bukan sunnah lagi.
shafa @tayolittIebus
Jadi kemungkinan besar, kalau kalian bernazar seperti itu, doa/impian kalian ditunda dulu buat dikabulkan.
shafa @tayolittIebus
Lah, nazar yang benar gimana sih? Ya balik lagi, mewajibkan yang sunnah, seperti shalat sunnah, puasa sunnah, bersedekah, dan lain-lain. Sebagai contoh, begini: “Kalau aku masuk FK UNAIR, aku bakal shalat dhuha 1 tahun penuh.” “Kalau aku masuk STAN, aku bakal khatam qur'an—”
shafa @tayolittIebus
—dalam waktu 3 bulan.” “Kalau aku bisa menikah tahun depan, aku bakal bersedekah buat 50 anak yatim.” dan sunnah lainnya.
shafa @tayolittIebus
Kalau kita bernazar dengan cara yang benar, maka impian/doa kita insyaAllah bakal tercapai dan dikabulkan. “Nggak ngaruh ah, aku jenius. Fix sih nembus SBMPTN.” Yasudah, karena sejatinya sekeras apapun kalian berusaha, kalau semesta belum meridhoi ya nggak bakal terjadi.
shafa @tayolittIebus
Nazar itu besar pengaruhnya, banget malah. Cuman ya gitu, nazar adalah hutang, dan jelas nazar itu berat dan juga utang harus selalu dibayar. Jadi kalau misalnya kita mau bernazar, harus disesuaikan dengan situasi dan kondisi kita. Jangan tiba-tiba berhenti di tengah jalan.
shafa @tayolittIebus
“Aku udah terlanjur nazar mau puasa daud tiga bulan berturut-turut, tapi tiba-tiba aku sakit. Gimana dong?” Jangan khawatir, kalau kalian belum bisa memenuhi nazar, bisa diganti kok. Ada yang namanya kafarat sumpah seperti yang tertera di gambar dibawah ya: pic.twitter.com/eXiSCC7qVX
Expand pic
shafa @tayolittIebus
Oh iya, kelanjutan dari kafarat sumpah, kalian bisa pilih salah satu saja buat dilakukan. Untuk memberi makan orang miskin, harga makanannya harus seharga pakaian standar.
shafa @tayolittIebus
Ada juga sih ulama/petinggi agama yang me-makruh-kan nazar karena dirasa kita yang bernazar mau berbuat baik hanya karena ada maunya aja. Gini loh maksudnya, jadi kita bakal berbuat kebaikan kalau keinginan kita sudah tercapai aja. Tapi ya kembali lagi ke kepercayaan masing2 sih.
shafa @tayolittIebus
Allah juga memuji orang-orang yang menunaikan nazarnya kok, nggak selamanya nazar itu makruh dilakukan, lihat gimana melakukannya. Seperti dalil dibawah: pic.twitter.com/OPYNgvpoeL
Expand pic
shafa @tayolittIebus
Nah mungkin begitu saja ya yang bisa saya bagi. Kalau ada yang perlu dikoreksi, silahkan reply/quote. Karena sama-sama belajar, hehe. Jangan lupa retweet/like ya karena berbagi itu indah, ceilah.

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.