1
The Lost Book @kisahtanahjawa
Dalam rangka Ulang tahun Kota Jogja yang ke 262 yang jatuh pada tanggal 7 Oktober kemarin, @kisahtanahjawa akan memulai pembahasan tema kali ini dengan mengupas pembahasan tentang pohon beringin kembar yang berada di alun-alun utara serta alun-alun selatan Yogyakarta #memetwit pic.twitter.com/HjeirlT81J
Expand pic
The Lost Book @kisahtanahjawa
Mari kita mulai menelisik dari pohon beringin di alun-alun utara, yang kita ketahui mempunyai nama Kyai Dewandaru (sisi timur) dan Kyai Wijayandaru (sisi barat). Yang baru saja tahu bahwa pohon tersebut mempunyai nama, harap ngacung hehe #memetwit
The Lost Book @kisahtanahjawa
Bibit pohon beringin Kyai Wijayandaru ini berasal dari Pajajaran. Sedangkan bibit pohon beringin Kyai Dewandaru sendiri berasal dari Majapahit. Pohon beringin tersebut dipercaya memiliki suatu makna filosofis #memeskype
The Lost Book @kisahtanahjawa
Dimana Kyai Dewandaru melambangkan hubungan manusia dengan Sang Pencipta. Sedangkan Kyai Wijayandaru melambangkan hubungan manusia dengan sesama manusia #memetwit
The Lost Book @kisahtanahjawa
Berdasarkan rekaman sejarah, diantara dua pohon beringin alun-alun utara ini dulunya pernah digunakan sebagai lokasi untuk hukuman para pelaku kejahatan. Yang mana pada waktu itu, hukum syariat Islam masih ditegakkan di Bumi Mataram #memetwit
The Lost Book @kisahtanahjawa
Namun hukuman syariat Islam tadi kemudian dihentikan pasca Perang Diponegoro, atas prakarsa penjajah Belanda dengan dikeluarkannya Resolusi No. 29 tertanggal 11 Juni 1831 (jujur, admin yang bertugas merasa sedikit jenius setelah menuliskan fakta ini wkwkwk) #memetwit
The Lost Book @kisahtanahjawa
Pernah beberapa waktu lalu, kami mengadakan liputan bersama salah satu stasiun TV Swasta Nasional. Salah satu host kemudian dibuka mata batinnya & yg terjadi … host perempuan tsb mendapatkan flashback akan peristiwa pemenggalan tangan seorang wanita paruh baya akibat mencuri
The Lost Book @kisahtanahjawa
Menurut kepercayaan masyarakat setempat, jika beringin kembar di alun-alun utara rubuh atau mengalami kebakaran, bisa jadi hal tersebut merupakan pertanda sebuah peristiwa besar akan terjadi #memetwit
The Lost Book @kisahtanahjawa
Seperti yang pernah terjadi pada tahun 1960an, secara mendadak salah satu pohon beringin tadi terbakar dan disusul meletusnya peristiwa tahun 65/66. Juga ketika wafatnya Sultan HB IX, salah satu pohon beringin tadi roboh secara tiba - tiba #memetwit
The Lost Book @kisahtanahjawa
Nah sekarang, mari kita beralih ke destinasi favorit wisatawan pendatang yang selalu tertarik mengunjungi tempat ini karena pesona becak warna-warni dan tantangan melintasi pohon beringinnya yang dipercaya sanggup mengabulkan pinta jikalau berhasil #memetwit
The Lost Book @kisahtanahjawa
Yaaa.. mana lagi kalau bukan di alun-alun kidul (selatan), dimana pohon beringin tersebut dipercaya sebagai gerbang gaib dengan pantai selatan. Spot ini juga dipercaya sebagai tempat percobaan untuk menerima rakyat yg ingin mendarma baktikan diri sebagai prajurit kraton #memetwit
The Lost Book @kisahtanahjawa
Sebenarnya mitos melewati pohon beringin tersebut bisa disambungkan dengan tantangan percobaan di masa itu. Apabila orang tersebut berhasil melewati dua pohon beringin yang bernama Waringin Capit Urang dengan kondisi mata ditutup, berarti orang itu layak diterima #memetwit
The Lost Book @kisahtanahjawa
Dulunya seputar alun-alun utara dan selatan ini ditumbuhi dengan pohon beringin yang jumlahnya sesuai dengan usia Kanjeng Nabi. Ada pula yang mengatakan jumlah pohon beringin tersebut sesuai dengan jumlah dinasti yang bertahta di Kraton Yogyakarta #memetwit
The Lost Book @kisahtanahjawa
Bagi kami tidak semua misteri harus dibuka. Adakalanya misteri biarlah tetap menjadi misteri. Dan kali ini kami hanya berharap “jangan pernah Jogja menjadi kota metropolitan. Biarlah Jogja seperti yang kami kenal.” Selamat Ulang tahun Kota Jogjakarta yang ke 262 #memetwit
The Lost Book @kisahtanahjawa
Masih berkaitan dengan tema #MencangkokSisaResidual kali ini kita akan membahas salah satu pohon Randu Alas di daerah Kedungjati Grobogan. Masyarakat mengenalnya sebagai petilasan Sonde yang berasal dari kata “Ngaso lan semendhe” (istirahat dan bersandar) #memetwit pic.twitter.com/JwDgBC1xuJ
Expand pic
The Lost Book @kisahtanahjawa
Dimana pohon tsb merupakan petilasan dari Sunan Kalijaga, salah satu wali yg termasyur dgn berbagai macam karya peninggalan budaya Jawa yg sarat dgn filosofi ajaran Islam. Salah satunya yakni pakaian surjan Jawa yg merupakan baju takwa khas masyarakat muslim Jawa pada masa itu
The Lost Book @kisahtanahjawa
Peristiwa tersebut terjadi pada tahun 1470 dimana Sultan Demak dan Para Wali memutuskan untuk membangun sebuah masjid besar di Demak. Kala itu Sunan Kalijaga beserta santri-santrinya kemudian mencari kayu-kayu jati yang akan digunakan sebagai material bangunan #memetwit
The Lost Book @kisahtanahjawa
Sunan Kalijaga mengajak para santri pergi kearah selatan menyusuri Kali Tuntang menuju hutan yg kayu jatinya sangat bagus. Ditengah perjalanan, Sunan Kalijaga memerintahkan para santri untuk istirahat sejenak. Para rombongan merasa saat itu sedang berada ditengah belantara jati
The Lost Book @kisahtanahjawa
Melihat keadaan seperti ini, Sunan Kalijaga lantas memberi nama daerah ini dengan nama Kedungjati. Yang berarti, kedung adalah pusat dan jati sendiri adalah pohon jati atau pusat pohon jati. Kemudian diperkirakan bahwa nanti akan menjadi desa yang maju dan ramai #memetwit
The Lost Book @kisahtanahjawa
Setelah itu Sunan Kalijaga memerintahkan agar para santri cepat memilih dan langsung menebang pohon jati. Hutan yang tadinya sepi, spontan menjadi hiruk-pikuk suara para santri yang sedang menebang pohon #memetwit
The Lost Book @kisahtanahjawa
Saat Sunan Kalijaga memimpin para santri memotong kayu - kayu Jati tersebut, Sunan Kalijaga sempat duduk bersandar di bawah Pohon Randu Alas dan kemudian tertidur #memetwit
The Lost Book @kisahtanahjawa
Hal tersebut membuat para santri tidak ada yang berani membangunkan. Malah membuat semua pekerjaan diperpelan suaranya, agar suara gaduh tidak membuat Sunan Kalijaga terbangun. Oleh para santri tempat tadi dinamakan SONDE, yang berarti NGASO LAN SEMENDE #memetwit
The Lost Book @kisahtanahjawa
Para santri berada didaerah hutan tersebut sampai berminggu-minggu. Mereka melaksanakan perintah dari Sultan & Para Wali untuk mencari material kayu. Setelah semuanya terkumpul, lalu dirakit diikat bersama untuk dibuat rakit & dihanyutkan ke Sungai Tuntang hingga sampai ke Demak
The Lost Book @kisahtanahjawa
Ada yg unik ketika kami me-mistisvigasi pohon Randu Alas ini. Dmn secara metafiska, ada 9 pusaka yg berada di pohon ini. Salah satunya yg kami ketahui adalah keris legendaris Setan Kober. Benda ini bisa dianggap sebuah keris yg penuh kutukan serta haus darah bagi yg membawanya
Load Remaining (40)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.