1
Handoko Gani MBA BAII LVA @LieDetectorID
Kampanye politik itu selalu pakai salah satu dari 2 sisi emosi: Happiness (optimism, gratitude, enthusiasm) yg biasanya dipake Petahana atau Fear, Sadness, Contempt, and Disgust yg biasa digunakan Oposisi. Harus ada yg menyimbangkan.
Handoko Gani MBA BAII LVA @LieDetectorID
2) Yang satunya optimis akan kemajuan negeri dgn status saat ini, dan yang satu nya memainkan emosi kesedihan/keprihatinan dengan situasi saat ini & menakut2i akan ancaman di masa depan
Handoko Gani MBA BAII LVA @LieDetectorID
3) Yang satu bersyukur akan progress negeri, padahal dalam kondisi situasi dunia yg sperti ini itu. Satunya lagi, merasa prihatin/sedih karena negeri jadi mundur. Bahkan, mencibir.
Handoko Gani MBA BAII LVA @LieDetectorID
4) Yg satu menunjukkan keberhasilan, yg satunya nyinyir atau meragukan dan melemparkan isu ttt yang menyakinkan masyarakat untuk kuatir.
Handoko Gani MBA BAII LVA @LieDetectorID
5) Mengapa Pengamat, Media, Badan Penyiaran, dan Badan Pengawas Pemilu harus menyeimbanhkan ? Karena... Jenis "Fear, Sadness, Disgust, Contempt" adalah jenis emosi yg bisa mengendap menahun menjadi sebuah Belief
Handoko Gani MBA BAII LVA @LieDetectorID
6) yg artinya adalah kalo Petahana yg menang, kesemua emosi tsb akan terus mengendap mengkritisi jalannya pemerintahan. Kalo Oposisi yg menang, SANGAT SULIT sekali mengubah masyarakat yg sudah brhasil terbentuk jadi Fearful etc jadi Masyarakat yg BERANI, Optimis, Obyektif, dsb.
Handoko Gani MBA BAII LVA @LieDetectorID
7) Bayangkan sperti apa nantinya sebuah negeri yg sperti itu. Dan jangan lupa, Pemilih yg sudah dibentuk sperti itu AKAN brbalik menjadi LAWAN yg jauh lebih kuat dari Petahana yg kalah.
Handoko Gani MBA BAII LVA @LieDetectorID
8) Emosi Fear adalah emosi yang tidak boleh dimainkan. Menimbulkan traumatis yg berkepanjangan. Dan sulit diubah.
Handoko Gani MBA BAII LVA @LieDetectorID
9) Petahana memang kebanyakan pasti akan menyembunyikan kekurangan dalam pemerintahannya. Jarang ada yg mengakui. Yg lebih banyak malah yg melakukan Concealment Lie (menutupi fakta dgn gratitude & optimisme) Padahal, belum tentu jadi bumerang.
Handoko Gani MBA BAII LVA @LieDetectorID
10) Yg terjadi adalah Oposisi pasti akan berteriak "bohong" pada Petahana Sambil juga menggunakan Fear tadi.
Handoko Gani MBA BAII LVA @LieDetectorID
11) saya bukan pengamat politik. Hanya menyoroti kebanyakan praktek psikologi dalam kampanye pemilihan presiden secara umum di seluruh dunia.
Handoko Gani MBA BAII LVA @LieDetectorID
12) dan memang sehebat apapun Petahana menyiapkan info/data/fakta Selalu ada kekurangannya dan pasti selalu dicap "pembohong" oleh Oposisi. Lagipula, Sekali Fear tersebar ... Sulit mencabutnya.
Handoko Gani MBA BAII LVA @LieDetectorID
13) apa yg harus dilakukan Petahana ? Selalu reaktif ? Pasti kalah. Fear sulit dicabut. Apalagi kalo ditanam terus. Kalah cepat.
Handoko Gani MBA BAII LVA @LieDetectorID
14) Jawabannya adalah 1 kata ajaib. Petahana harus jujur membuka realita yg kurang dan mengajukan perbaikannya. Petahana juga harus mengakui Fear pun ia rasakan. "Realistis", Fear acknowledgement, dan "Hidup berkawan dengan Fear".
Handoko Gani MBA BAII LVA @LieDetectorID
15) Prinsip ini prinsip dasar "Trauma Healing"... Bukan dihilangkan total yg memang ndak bisa. Tapi, mengakui Fear itu memang ada, berkawan dengan Fear. Managing reaction ketika Fear muncul.
Handoko Gani MBA BAII LVA @LieDetectorID
16) Dan bagi Oposisi, Cara Obama waktu kampanye prtama kali adalah cara terbaik bagi semua Oposisi di seluruh dunia. Fear digunakan sebagai Pemancing, namun "Realistic" Hope disebar melalui Program2 yg dijanjikan. Ingat, penggunaan Fear bisa merusak suatu bangsa yg besar.
Handoko Gani MBA BAII LVA @LieDetectorID
17) Cara Trump berbahaya digunakan. Fear diimplant dengan Nyinyiran dan Keprihatinan Tapi Hope yg disebarkan masi Untested Hope atau bisa dibilang tidak dipikirkan matang. Bahkan, Unrealistic. Akibatnya, masyarakat mulai antipati, tambah Fear dan malah hopeless.

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.