0
sahabat Chiko&Pepi @dewapuci
gw punya pendapat sendiri tentang protes soal tunduk2an pegawai KA. Ini ga lepas dari perbedaan di budaya RI v. Jpg yg membentuk persepsi yg berbeda pula. Ini bukan cuma soal argumen menunduk adalah kebiasaan di Jpg bukan di Indo, atau menunduk = lebih rendah. Lebih dari itu...
sahabat Chiko&Pepi @dewapuci
gw punya pendapat sendiri tentang protes soal tunduk2an pegawai KA. Ini ga lepas dari perbedaan di budaya RI v. Jpg yg membentuk persepsi yg berbeda pula. Ini bukan cuma soal argumen menunduk adalah kebiasaan di Jpg bukan di Indo, atau menunduk = lebih rendah. Lebih dari itu...
sahabat Chiko&Pepi @dewapuci
banyak org Indo yg memandang status sosial orang lain berdasarkan pekerjaannya. Ada pekerjaan yg dianggap lebih rendah atau bahkan hina. Dan lucunya pekerjaan seseorang dianggap melekat terus sebagai status. Ini beda dg di Jpg.
sahabat Chiko&Pepi @dewapuci
Di Jpg orang bisa kerja apa saja (asal legal), dan hal itu tidak menjadikannya lebih rendah daripada orang lain. Di Jpg sudah biasa kita lihat janitor, masih dg seragamnya, di jam istirahat atau setelah selesai kerja ngopi di cafe. Dilayani dg baik oleh barista. Karena...
sahabat Chiko&Pepi @dewapuci
Karena barista memandang si janitor itu sebagai customer. Maka berlakulah SOP pada customer. Mengucap salam, menanyakan pesanan, mencoba memenuhi permintaannya, mengucapkan terima kasih, dsb. Tidak ada bedanya dg customer seorang profesor atau salary man yg pakai jas atau.
sahabat Chiko&Pepi @dewapuci
di luar jam kerjanya, si barista juga menjadi dirinya. Jika dia membeli servis, maka dia seorang customer. Pekerja yang menservisnya tak akan membedakannya dg customer lain. Karena masyarakat di sana tak memandang rendah pekerjaan org lain mk org tak perlu minder dg pekerjaannya
sahabat Chiko&Pepi @dewapuci
dan pekerjaan itu adalah pekerjaan. Seseorang bertanggung jawab penuh u memenuhi kewajibannya dan melaksanakan sesuai prosedur. Tidak ada konten merendahkan seseorang. Pekerjaan anda bukanlah status yg menentukan level respon petugas thd anda.
sahabat Chiko&Pepi @dewapuci
coba di Indo. Nyonyah minta ART-nya ambil pesanan di butik. Yg biasa terjadi: orang butik tidak akan menganggap si ART sbg customer. Disuruh nunggu di lounge? Hehe.. no. Sama halnya dg supir, dll. Sorry... kita lebih keren drpd situ yg suruhan boss aja.
sahabat Chiko&Pepi @dewapuci
gw bbrp kali liat sendiri contoh2 spt ini. Apakah kelen juga menemukan? cth: rombongan ART yg main di Amusement Park, bioskop, restoran, dll... masih dianggap ART oleh penjual servis. Beda dg customer yg datang dg baju keren dan wangi. Pdhal bayarnya sama.
sahabat Chiko&Pepi @dewapuci
Kebiasaan menilai orang dari level pekerjaan (yg levelnya dibentuk oleh konstruksi sosial lokal) ini membuat si penilai terikat sendiri di penilaian tsb. Dia merasa lebih tinggi drpd orang yg pekerjaannya dianggap rendah. Dia merasa lebih rendah drpd org yg kerjanya lebih tinggi
sahabat Chiko&Pepi @dewapuci
mungkin dia merasa menunduk itu adalah perendahan diri krn status. Padahal filosofinya adalah pelayanan excellent dari pemberi servis pada customer. Si petugas yg nunduk, kalo dia jadi penumpang juga akan menerima penghormatan yg sama. atau kalau dia jd customer di tempat lain
sahabat Chiko&Pepi @dewapuci
IMHO, no big deal kalau kita tak mengaitkan SOP servis dg status. dan seharusnya begitu kan? Dulu kalau lebaran sy di Jkt, supir sy datang ke rumah dg keluarganya. Jadi mereka adalah tamu saya. Saya layani mereka sama spt saya ke tamu2 lainnya. hari itu dia bukan supir saya.
Fajar Nugros @fajarnugros
@fauherklots Ini baru thread yg bagus.. buatku yg utama pelayanan, punya kesadaran melayani siapapun bukan melayani bos doang. Kalo skrg ini hanya kosmetik!
ꦄꦲ꧀ꦩꦢ꧀ꦒꦸꦥ꦳ꦿꦺꦴꦤ꧀ @Mr_Gufron
@fauherklots @BNGPY Susah memang , lah wong pekerjaan yang kaya ob atau yang gajinya lebih kecil ketimbang penghasilan dia aja kadang suka dinyinyirin ckckck
Roni Yudha @cakkopeng
@fauherklots @BNGPY Cara penghormatan di setiap stasiun beda2 kok, di stasiun pasar turi be like pic.twitter.com/x3tOvuWVpl
Expand pic
IWP @Indie1504
@fauherklots Pernah ke resto Padang terkenal naik angkot sekeluarga karena mobil lagi di bengkel. Kebetulan turunnya pas depan resto dan makanan yang disajikan di meja dikit banget. Beda sama meja sebelah yang dateng naik mobil. Bokap ngamuk sama managernya. Baru makanan dikeluarin semua😁
MelaoK @MelaoKamisama
@cakkopeng @fauherklots @BNGPY di Semarang kemarin juga seperti ini pas berangkat dari Tawang. Kebetulan kami dadah2, mereka juga balik dadah2 kok. Kami merasa mereka ikut "mendoakan" kami selamat sampai tujuan, nggak ada pikiran gimana2 si.
Rudy Pacin @RudyPacin
@fauherklots @irene_juniva Anda hrs sedikit belajar dulu mengenai etika adat istiadat org timur atau indonesia ya...
miss MR @utakutik
Good thread👍 Nambahin aja...org indonesia jg menilai dari baju. Kalo pake baju sederhana masuk butik mahal ya ditanggepi males2an pdhl bisa jadi dia punya black master card 😂 twitter.com/fauherklots/st…
CutAnnisa☆チュタニサ @ncutlgx59
@utakutik setojoh ama sensei.. makanya enakan ngegembel di negara lain tetep disapa “good evening ladies” daripada pulang kantor dimari ke mall dijutekin petugas “mau apa yah bu?!” yaelah guweh mau buang buang duit lah asuw 😤🤣
ǝıʞɹɐp | 蓮娘 |mywasteddream @darkiepadmae
@utakutik Kadang saya malah suka pake baju gembel ke mall biar ga diganggu sama para pegawai toko yang gangguin orang milih2 baju. Tapi saya nggak masuk butik, lha emang ga mampu.
miss MR @utakutik
@darkiepadmae Hahha bener....kadang aq males dandan kalo jalan ke mall mahal daripada diprospek. Kalo di mall kaum djelata mo pake baju apapun ya diprospek 😂
miss MR @utakutik
@ncutlgx59 Mestinya nyoh nyoh itu duid di muka si SPG 😂Tapi skg udah ga separah dulu ya yg sampe dijudesin kalo dandanan buluk. Mgk skg udah mulai ngeh kalo yg duit banyak biasanya malah keliatan biasa....ya walo liat2 tempatnya sih.
Load Remaining (2)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.