Telaah Zulfikar Akbar Atas Cara Komika Memandang Agama Secara Lebih Asik dengan Kegembiraan

Dengan kegembiraan tidak perlu marah-marahan
2
Zulfikar Akbar @zoelfick

Saat @detikcom mengangkat guyonan @TretanMuslim dan @pardedereza dgn bungkus kemarahan, ada dua penanggap yang menarik perhatian saya di twitter. Kedua penanggap ini, hematku, cukup mewakili dua alam pikiran menonjol di negeri ini dlm melihat persoalan. pic.twitter.com/dQPyfGe2Yp

21/10/2018 00:31:58 WIB
Expand pic
Expand pic
Zulfikar Akbar @zoelfick

Skrinsut ini mesti dibaca dari kanan ke kiri. Tidak bermaksud meniru kitab suci. Cuma salah posisi.

21/10/2018 00:33:16 WIB
Zulfikar Akbar @zoelfick

Bagi saya kedua komika ini tidaklah punya maksud melecehkan agama. Tidak juga bermaksud mengejar popularitas. Mereka hanya berusaha mempopulerkan bgm melihat agama scr lebih asik walaupun agama mmg berbeda-beda. Juga bgm melihat perbedaan dgn gembira, bukan marah²an. pic.twitter.com/MyaaP1Vf28

21/10/2018 00:37:59 WIB
Expand pic
Zulfikar Akbar @zoelfick

@detikcom dalam masalah video kedua komika ini cenderung menggiring pembaca utk melakukan penghakiman atas mereka. Padahal terlalu berbahaya jika berita detik tsb justru menyulut emosi bbrpa kelompok yang punya sumbu mudah terbakar.

21/10/2018 00:40:08 WIB
Zulfikar Akbar @zoelfick

Dalam berita @detikcom ttg kedua komika ini terkesan me-highlight adanya penistaan agama dgn mengacu pd pendapat salah satu pemuka agama yg sama sekali blm tabayun kpd kedua komika ini. Ini jadi tidak ubahnya upaya menghasut publik utk turut menghakimi sblm melakukan konfirmasi.

21/10/2018 00:43:55 WIB
Zulfikar Akbar @zoelfick

Menanggalkan cover both sides menjadi persoalan serius dilakukan Detik.

21/10/2018 00:43:56 WIB
Zulfikar Akbar @zoelfick

Aksi mereka dgn video tsb sangat meyakinkan bahwa itu cuma utk mengajak merenungi perbedaan sbg sesuatu yang asik, sesuatu yg saling mengisi, saling melengkapi. Mereka bs dipastikan tdk punya maksud melecehkan agama, kecuali hanya mengajak merenung lewat guyonan.

21/10/2018 00:47:44 WIB
Zulfikar Akbar @zoelfick

Silakan lihat² video mereka yg lain², hanya berisikan ajakan melihat agama dengan cara lebih manusiawi. Tidak ada tendensi pelecehan.

21/10/2018 00:50:16 WIB
Zulfikar Akbar @zoelfick

Bahwa mereka punya kegeraman thd tren beragama yg kontradiktif, mmg terasa. Namun toh mereka tdk meluapkan kegeraman itu scr kasar, melainkan mengubah kegeraman atas tren itu dgn guyonan.

21/10/2018 00:54:08 WIB
Zulfikar Akbar @zoelfick

Persoalannya mmg mereka berada di lingkungan masyarakat yg semakin gampang terbakar. Padahal kalau direnung2, bgm bisa mengatakan agama sbg sumber kesejukan jika agama justru makin sering diperlihatkan pemeluknya sbg bensin yang rentan terbakar dan membakar.

21/10/2018 00:54:09 WIB
Zulfikar Akbar @zoelfick

Di kalangan sebagian santri ada guyonan semisal "warka'u ma'arroki'ien" yang dipleseti artinya jadi "merokoklah bsm yang merokok," apakah ini juga mau diblg penistaan agama?

21/10/2018 01:07:49 WIB
Zulfikar Akbar @zoelfick

Bisa dibayangkan jika utk guyon saja harus mengikuti kemauan kelompok yang tak pernah tertawa. Takkan ada yang berani melempar guyon. Jadilah negeri yang katanya paling ramah ini berubah jadi negerinya para pemarah.

21/10/2018 01:10:48 WIB
Zulfikar Akbar @zoelfick

Mbok, ya tidak perlulah menyempitkan agama dengan kebiasaan apa-apa marah. Jika begini, agama yang katanya dikirim Yang Mahabesar malah jadi terlihat kecil. Siapa yang mengecilkan? Bukan orang lain, tapi pemeluknya sendiri.

21/10/2018 01:16:40 WIB
Zulfikar Akbar @zoelfick

Jika meyakini agama sbg pemberian Yang Mahabesar, semestinya bisa mengekspresikan keberagamaannya dgn pikiran besar, sudut pandang luas, dan tidak cuma tertumpu pd sudut pandang yang sempit.

21/10/2018 01:16:40 WIB
Zulfikar Akbar @zoelfick

Banyak yang tidak beragama justru berlomba-lomba membawa manfaat utk dunia dan masyarakat dunia. Masak yang beragama jadi berkutat pd konsep "bela agama" yang mengawang-awang saja, tidak membumi. Padahal yang beragama sering mengklaim dirinya lbh baik drpd yg tak beragama.

21/10/2018 01:20:28 WIB
Zulfikar Akbar @zoelfick

Cobalah baca-baca cerita humor sufi. Lihat bgm asiknya mereka dalam bertuhan.

21/10/2018 01:32:40 WIB
Zulfikar Akbar @zoelfick

Bahkan ada sufi yang saat mendengar suara bahwa dialah Tuhan, sufi ini melawannya bukan dgn ayat ini atau ayat itu saat menyadari ini cuma tipuan setan. Dia mengambil jalan mengusir setan dgn cara di luar dugaan. Ia mengambil sandal dan melempar ke arah suara itu.

21/10/2018 01:32:41 WIB
Zulfikar Akbar @zoelfick

Atau kali lain ada calon sufi diceritakan ikut salat jenazah. Ia diminta jadi imam, lalu justru melakukan salat jenazah lengkap dgn ruku' sampai sujud. Ia berdalih itu salat jenazah khusus krn jenazah ini terlalu byk dosa, jadi tdk cukup dgn salat jenazah umumnya. Sbg kilahnya.

21/10/2018 01:36:25 WIB
Zulfikar Akbar @zoelfick

Bahkan ada sufi yang dihukum mati karena dia menyebut "Akulah Tuhan." Maqamnya mmg sudah sampai pd titik bahwa dia sendiri tidak ada, yang benar² ada cm Tuhan.

21/10/2018 01:39:48 WIB
Zulfikar Akbar @zoelfick

Ada lagi sufi yang dituduh sakit jiwa. Saat dibesuk teman2nya malah dilempari batu. Saat ditanya, knp melempari teman sendiri, ia menjawab, "Inilah caraku menguji teman. Bgm dia mengaku temanku jika batu saja bisa bikin dia menjauhiku."

21/10/2018 01:42:28 WIB
Zulfikar Akbar @zoelfick

Ada banyak kelucuan dan kegembiraan dlm beragama. Sayangnya makin ke sini makin banyak yang mendefinisikan sikap beragama terbaik adalah sebaik apa seseorang bergaya layaknya orang berduka.

21/10/2018 01:53:54 WIB
Zulfikar Akbar @zoelfick

Padahal katanya mengingat Tuhan sajalah maka hati tenang. Lha ini kok yang mengaku plg rajin mengingat Tuhan makin lengket dgn kesan makin resah, gelisah, marah, terlalu semangat ingin perang, dlsb.

21/10/2018 01:53:54 WIB
Zulfikar Akbar @zoelfick

Katanya rahmat bagi sekalian alam. Namun utk orang bicara apa adanya saja bisa bikin mereka terancam. Lha, rahmatnya di mana?

21/10/2018 01:55:55 WIB
Zulfikar Akbar @zoelfick

Yah, jadi makin jauh ngelantur. Padahal pesan yg mau kusalurkan di sini cm berharap jgn buru2 menghakimi @pardedereza dan @TretanMuslim. Mereka adalah dua anak muda--yg berwajah lbh tua drku--yg bgmpun msh gigih menebar pesan damai dlm perbedaan.

21/10/2018 02:03:37 WIB
Zulfikar Akbar @zoelfick

Mereka punya keahlian lewat humor, mereka menyampaikan pesan itu lewat gaya humor. Jadi, lihatlah dgn kacamata humor sambil merenung2 pesan baik yg mereka bawa. Jangan pakai kacamata hakim.

21/10/2018 02:03:37 WIB
Load Remaining (19)

Comment

No comments yet. Write yours!