Created on App

Gawat, Petani Padi Ganti Profesi! by @devairawan_

Chirpified
1
Deva Irawan @devairawan_

Gara-gara kemarau, produksi padi dalam negeri tahun ini bakal berkurang.

19/10/2018 15:51:19 WIB
Deva Irawan @devairawan_

Para petani padi di Cirebon, mulai ganti profesi.

19/10/2018 15:51:32 WIB
Deva Irawan @devairawan_

Mereka kini bertanam palawija, karena sawah mereka kekeringan.

19/10/2018 15:51:46 WIB
Deva Irawan @devairawan_

Agar padi bisa hidup dan tumbuh, sawah harus tetap basah.

19/10/2018 15:52:04 WIB
Deva Irawan @devairawan_

Sedangkan sekarang, sumber air yang mereka biasa pakai untuk mengairi sawah, sudah mengering.

19/10/2018 15:52:24 WIB
Deva Irawan @devairawan_

Selain kesulitan air, masa tanam hingga panen padi yang lama juga membuat para petani itu enggan menanam padi.

19/10/2018 15:52:46 WIB
Deva Irawan @devairawan_

Menurut mereka, butuh 3 sampai 4 bulan untuk memanen padi. Padahal untuk ketimun atau palawija lain, Cuma butuh 2 bulan.

19/10/2018 15:53:01 WIB
Deva Irawan @devairawan_

Dengan kata lain, untuk apa bersusah-susah menanam padi.

19/10/2018 15:53:16 WIB
Deva Irawan @devairawan_

Karena ternyata, menanam ketimun atau palawija cuma butuh waktu sebentar dan tidak sesulit padi.

19/10/2018 15:53:37 WIB
Deva Irawan @devairawan_

Gawat juga kalau semua petani padi beralih profesi seperti itu.

19/10/2018 15:53:57 WIB
Deva Irawan @devairawan_

Pasokan beras kita akan berkurang.

19/10/2018 15:54:10 WIB
Deva Irawan @devairawan_

Gak mungkin kan kalau kita ganti makanan pokok kita, dari nasi jadi ketimun?

19/10/2018 15:54:23 WIB
Deva Irawan @devairawan_

Supaya itu tidak terjadi, mungkin pemerintah bisa berperan aktif.

19/10/2018 15:54:37 WIB
Deva Irawan @devairawan_

Menteri Pertanian bisa mengusahakan adanya saluran air atau pasokan air ke daerah yang kekeringan. Sehingga petani tidak kesulitan mengairi sawahnya.

19/10/2018 15:54:52 WIB
Deva Irawan @devairawan_

Bila tidak, mungkin artinya Menteri Pertanian rela kita makan ketimun daripada nasi. Hehehe...

19/10/2018 15:55:04 WIB

Comment

No comments yet. Write yours!