Skandal Meikarta: Ironi Denny Indrayana

Lama menghilang, pegiat anti korupsi dari UGM dan mantan Wakil Menteri Hukum dan HAM Denny Indrayana muncul kembali dengan kabar yang sangat mengejutkan.
Proyek Meikarta law crime berita Korupsi hukum Indonesia kpk breakingnews
2680 View 0 comments
Add to Favorite
0
Login and hide ads.

Koran Sulindo – Lama menghilang, pegiat anti korupsi dari UGM dan mantan Wakil Menteri Hukum dan HAM Denny Indrayana muncul kembali dengan kabar yang sangat mengejutkan. “ Ya kami ditunjuk sebagai kuasa hukum Mahkota Sentosa Utama (pengembang Meikarta). Baru ditunjuk pagi ini,” katanya kepada media.

Penunjukan Denny, oleh pengembang yang bernaung di bawah Lippo Group, membuat banyak kalangan mengerenyitkan dahi. Persepsi yang melekat kuat di publik, Denny dan Lippo selama ini berdiri dalam dua kutub yang sangat berseberangan. Kalau toh harus bergabung, ibarat minyak dengan air. Tak bisa menyatu.

Di masa lalu, ketika masih menjadi pengajar di UGM, Denny adalah seorang pegiat anti korupsi yang garang. Sikapnya tak berubah ketika masuk dalam pemerintahan dan menjadi Wakil Menteri Hukum dan HAM di masa pemerintahan SBY.

Dia sering melakukan inspeksi mendadak (sidak) tengah malam ke sejumlah Lembaga Pemasyarakatan (LP). Salah satunya yang cukup membuat gempar ketika dia melakukan sidak ke LP Sukamiskin, Bandung. Di LP Sukamiskin bersama presenter Najwa Shihab, Denny melakukan inspeksi ke kamar para narapidana korupsi dan menemukan sejumlah fasilitas dan barang mewah.

Lippo, ehmmm…. Dalam pekan-pekan ini kelompok usaha yang didirikan oleh taipan Mochtar Riady itu tengah menjadi sorotan publik. Dua orang petinggi puncaknya, duo Sindoro, Eddy dan Billy, sedang berurusan dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Eddy Sindoro menyerahkan diri setelah dua tahun kabur ke luar negeri. Dia terlibat kasus suap panitera Pengadilan Negeri Jakarta Pusat Edi Nasution, dan ditetapkan sebagai tersangka. Billy Sindoro untuk kedua kalinya ditangkap KPK karena kasus suap.

Kasus Billy menjadi sangat menarik perhatian karena posisinya sebagai Direktur Operasional Lippo, dan kasus suapnya berkaitan dengan proses perizinan Meikarta.

Proyek yang diklaim akan menjadi hunian modern dengan infrastruktur terlengkap di Asia Tenggara itu, sejak kemunculannya sudah mengundang masalah. Wakil Gubernur Jabar yang saat itu dijabat Deddy Mizwar sampai menyebut Lippo seperti “negara dalam negara.” Mereka bertindak seolah tak terjangkau oleh hukum.

Baca Selengkapnya : https://koransulindo.com/skandal-meikarta-ironi-denny-indrayana/

Login and hide ads.