Bom Ikan Meledak Di Tangan, 1 Nelayan Tewas!! , Menteri Susi : Ini Kegagalan Penegakan Hukum !!

BOM Indonesia National hukum menterikkp nelayan tewas polda ikan susipudjiastuti
0

๐Ÿ˜Š ๐Ÿ˜Š ๐Ÿ˜Š Baca ya GUYS ini My Chirpstory https://chirpstory.com/id/qathan1 ๐Ÿ‘ˆ ๐Ÿ‘ˆ ๐Ÿ‘ˆ ๐Ÿ‘ˆ ๐Ÿ’ฉ๐Ÿ’ฉ๐Ÿ’ฉ๐Ÿ’ฉ

URL akurat.co 1 Gunakan Bom Ikan, Nelayan Asal Pangkep Tewas, Menteri Susi Soroti Penegakan Hukum Polda Sulsel Pasalnya, seorang nelayan asal Kecamatan Kalmas, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Sel..
qathan @qathan1
Penegakan hukum oleh aparat Kepolisian Polda Sulawesi Selatan dan Polres Pangkep terkait destructive fishing mendapat sorotan dari Menteri Kelautan dan Perikanan, @susipudjiastuti .
qathan @qathan1
Pasalnya, seorang nelayan asal Kecamatan Kalmas, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan bernama Buto (30Tahun) tewas lantaran terkena bom ikan. Kejadian ini terjadi pada hari Senin (8/10) lalu.
qathan @qathan1
Diketahui, awalnya Buto bersama Herman (29Tahun) mencari ikan di perairan Pangkep menggunakan bahan peledak. Saat bersiap-siap melempar bom ikan ke area sasaran, nahas bom tersebut meledak di tangan Buto dan merenggut nyawanya.
qathan @qathan1
"Kejadian ini menjadi indikator kegagalan penegakan hukum khususnya Polda Sulsel dan Polres Pangkep dalam upaya preventif pada kasus destructive fishing," kata Susi melalui akun @Twitter pribadinya @susipudjiastuti .
qathan @qathan1
Sementara itu, Kepala Bidang Humas Polda Sulsel Komisaris Besar Polisi Dicky Sondani mengungkapkan, pihaknya sejauh ini telah maksimal melakukan penangkapan terhadap pelaku bom ikan.
qathan @qathan1
"Namun masih ada saja nelayan menggunakan bom ikan. Ini akan menjadi evaluasi bagi penegak hukum untuk meningkatkan koordinasi lintas sektoral dalam menangani bom ikan," kata Dicky.
Susi Pudjiastuti @susipudjiastuti
*Kejadian ini Menjadi Indikator Kegagalan Penegakan Hukum Khususnya Polda Sulsel & Polres Pangkep Dalam Upaya Preventif Pada Kasus Destructive Fishing* makassar.sindonews.com/read/15021/4/bโ€ฆ
๐Ÿ’ค๐Ÿ’ค๐Ÿ’ค @langitbirucerah
@susipudjiastuti Susah bu monitoring perairan yg luas & begitu banyak nelayan. Yang lebih efektif ya kendalikan rantai penjualan bahan peledak. Terbitkan regulasi. Libatkan auditor untuk monitoring..
Nurul Ainun @NurulAi14459911
@susipudjiastuti @manja_jala Bu biasanya mreka bilang para pengebom ikan itu binaan Jika ingin benar" di berantas mudah kok bu Semua sudah terdeteksi siapa" saja pengedar pupuk matahari buat bahan bom itu Silahkan tanya ajudan ibu yg pernah lama dinas di sultra,sy rasa sedikit bnyk dia ngerti
Laskar Garis Luwe @216yussuf
@susipudjiastuti @NdaruTejowati Bu Susi...ikan melimpah di Puger, Muncar dan nelayan berbondong2 melaut Mohon jg distribusi pemasaran agar harga tdk terlalu jatuh pic.twitter.com/swjH6za2cC
Nur Rohman @NurRohm84092451
@susipudjiastuti Inallilahi wainalilahirojiun semoga amalan nya di terima di sisi alloh amiiin yrl teman teman nelayan dri sabang sampai maroke jng lah kta merusak alam kalau kta tdk mau di hukum alam ikuti presedur dng cara benar kta menangkap ikan agar alam lestari ikut program kkp ri
Manongam @Manongam1
@susipudjiastuti Pihak keamanan harus melakukan penyelidikan,dari mana nelayan itu bs dapat bom itu
ayie Asghar @AsgharAyie
@susipudjiastuti Padahal terumbu karang di sana Luarbiasa n ikan sangat berlimpah Mohon ibu @susipudjiastuti perhatikan kondisi disana
ayie Asghar @AsgharAyie
@Widyarenee @susipudjiastuti Bu @susipudjiastuti sy dahulu pernah ke daerah ujung selatan Halmahera Selatan Nama nya kepulauan joronga Halmahera Selatan Persis nya di pulau gala pulau tawabi n pulau gonone Sy waktu itu mengajak masyarakat disana utk menanam rumput laut Tapi kesulitan dgn pemakaian bom ikan
Sugeng SUTRISNO @SugengS41405887
@susipudjiastuti Penggunaan bahan peledak mestinya sudah selesai ketika negara melakukan operasi ilegal fishing, transhipment, moratorium ijin, dan operasi wilayah perairan tangkap.
Dit. Kapi @Dit_Kapi_KKP
Alhamdulillah KM Nelayan 2017-872 Kab Wakatobi dengan alat tangkap Gillnett berhasil menangkap ikan bobara (kue) Bangga sebagai nelayan Indonesia...terima kasih bu @susipudjiastuti dan @kkpgoid @mzulficar @AgusSuherman07 pic.twitter.com/qVHXSyBl3y

Menteri Susi Minta Negara-negara Bersatu Akhiri Kejahatan Perikanan !!

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti meminta negara-negara lain memperkuat komitmen mengakhiri kejahatan perikanan. Sebab, kejahatan perikanan ini telah merendahkan kedaulatan negara dan menghabiskan sumber daya laut.

Ajakan Susi ini disampaikan dalam pidato pembukaan Simposium Internasional ke-4 tentang Kejahatan Perikanan yang berlangsung di UN City, Copenhagen, Denmark, Senin (15/0). Pidato Susi dibacakan oleh Koordinator Staf Khusus Satgas 115 Mas Achmad Santosa, karena Susi berhalangan hadir.

Pembukaan simposium dihadiri sekitar 300 orang dari berbagai background dan berbagai negara. Ada pejabat pemerintah, akademisi, penegak hukum, LSM, dan jurnalis. Pembukaan dipimpin Camilla Bruckner, Direktur UNDP Nordic Representative Office.

Para pembicara selain Susi adalah Harald T Nesvik (Menteri Kelautan Norwegia), Elizabeth Afoley Quaye (Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Ghana), Ameer Ali Shihabdeen (Wakil Menteri Kelautan Sri Lanka), dan Silvia Makgone (Wakil Menteri Perikanan dan Sumberdaya Kelautan Republik Namibia). Abdullah Omar Abshir (Wakil Menteri Perikanan dan Sumberdaya Kelautan Somalia) yang berencana hadir, ternyata berhalangan.

Susi menyampaikan kebahagiannya karena melihat lebih banyak perwakilan negara seperti Ghana dan Sri Lanka hadir pada simposium ini. Karena itu, Susi berharap dapat melihat lebih banyak menteri dan pemimpin politik bergabung pada simposium Fisheries Crime selanjutnya.

โ€œSaya mendorong negara-negara untuk memilki komitmen yang sama untuk mengakhiri kejahatan yang telah merendahkan kedaulatan negara dan menghabiskan sumber daya laut,โ€ pinta Susi.

Upaya untuk mengakhiri kejahatan perikanan, lanjut Susi, tidak akan berhenti pada simposium kali ini. Namun, Susi berharap perjuangan ini dapat ditingkatkan pada forum United Nation sehingga dapat menghasilkan dasar yang lebih kuat dalam perjuangan melawan transnational organized crime ( TOC).

Dalam pidatonya, Susi menegaskan bahwa nilai aset ekonomi laut di tingkat global sangat tinggi. Berdasar studi WWF (2015), nilai total dari aset laut di dunia diperkirakan mencapai USD 24 triliun.

Jumlah tersebut terdiri dari sumber daya ikan, mangrove, coral reef dan rumput laut yang secara keseluruhan memiliki nilai ekonomi USD 6,9 triliun. Sementara dari perdagangan dan transportasi USD 5,2 triliun, garis pantai yang produktif USD 7,8 triliun, dan penyerapan karbon USD 4,3 triliun.

โ€œSemakin bangsa-bangsa di dunia memiliki kemampuan untuk menjaga kesehatan laut, maka semakin mampu untuk menjaga bahkan meningkatkan nilai ekonomi dari laut itu sendiri,โ€ kata Susi

Saat ini, lanjut Susi, TOC dalam industri perikanan masih dipandang sebagai ancaman besar terhadap sumber daya laut dunia. Ancaman ini tidak hanya saja ancaman terhadap kehancuran keamanan pangan, tapi juga memberikan efek negatif terhadap ekonomi, merugikan daya dukung ekosistem lingkungan, dan mengabaikan perlindungan dan penghormatan HAM.

โ€œTOC dalam industri perikanan merupakan kejahatan yang sangat serius dengan cara mengabaikan rule of law dan merendahkan kedaulatan nasional. Indonesia telah menjadi saksi tentang bagaimana kapal Viking dan STS-50 itu selama bertahun-tahun berkeliling dunia tanpa bisa ditangkap oleh aparat penegak hukum dari negara pantai sekalipun. Mereka menggunakan identitas palsu dan mencuri ikan tanpa adanya izin,โ€ tegas Susi.

Sampai saat ini, kapal-kapal yang melakukan TOC masih menggunakan flag of convenience dan melakukan alih muat tengah laut (transshipment) untuk mentransfer hasil tangkapan sebelum diekspor untuk menghindari kewajiban-kewajiban keuangan negara, administratif, maupun kewajiban hukum lainnya.

Indonesia juga memiliki pengalaman yang pahit, karena TOC dalam industri perikanan selalu berkaitan dengan kejahatan lainnya dan pelanggaran HAM, termasuk menggunakan korban โ€˜human traffickingโ€™ sebagai awak pada kapal penangkap ikan.

Ada dua hal yang diusulkan Susi kepada forum. Pertama, perlu pengakuan tentang ocean (legal) right dengan mengubah paradigma berfikir antroposentrisme menjadi ecosentrime.

Perubahan paradigma ini akan melahirkan kewajiban negara memberikan perlindungan yang lebih sungguh-sungguh terhadap laut. Kedua, pelarangan transshipment di lautan termasuk laut lepas yang merupakan langkah untuk mencegah TOC dalam industri perikanan, mengingat 40 persen transshipment berlokasi di laut lepas.

Pada kesempatan tersebut, Susi juga memberikan apresiasi kepada Norwegia yang selama ini telah menjadi motor dari penyelenggaraan sinposium. Susi juga menyampaikan terimakasih kepada para penyelenggara (co-host) seperti UNDP, UNODC, Nordic Council of Ministers, PESCADOLUS Network dan North Atlantic Fisheries Inteligence Group (NAFIG). Simposium tahunan ini merupakan satu-satunya forum internasional yang secara khusus menyediakan platform untuk membahas TOC di sektor perikanan.

Simposium internasional ke-4 akan berlangsung hingga 17 Oktober 2018. Sebelumnya simposium ke-1 hingga ke-3 digelar di Cape Town (Afrika Selatan), Yogyakarta (Indonesia), dan Wina (Austria).

URL akurat.co 2 Indonesia-Vietnam Bekerjasama dalam Kolaborasi Industri Pengolahan Perikanan Indonesia dan Vietnam telah melakukan kerjasama bilateral dalam penguatan kolabo..
Susi Pudjiastuti @susipudjiastuti
Bilateral meeting dgn Deputy Minister of Agriculture and Rural Development Vietnam, Hoร ng Vฤƒn Thแบฏng, bahas peluang kerja sama dgn Vietnam utk invest di pabrik pengolahan ikan. Saya jg minta bantuan beliau agar Vietnam tak lg beli bibit lobster/lobster bertelur di Indonesia pic.twitter.com/Q1Xh21u3Il
Expand pic
Expand pic
Load Remaining (12)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.
Login and hide ads.