‘Buku Merah Tito’ dan Ketakutan KPK Hadapi Parpol Penguasa

Chirpified
1
Hendi Kusuma @hendikusumaaa

1. komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tengah mendapat ujian berat. Serupa dengan yang dialami para komisioner terdahulu, kini garis nasib membawa pimpinan lembaga anti-rasuah itu harus kembali berhadap-hadapan dengan instansi kepolisian. pic.twitter.com/YqhFNHot5A

11/10/2018 06:18:57 WIB
Expand pic
Hendi Kusuma @hendikusumaaa

2. Akankah terulang pertentangan epik antar kedua lembaga ini? Atau jangan-jangan si cicak sudah tak lagi punya nyali untuk menantang sang buaya yang berupaya menutupi aib diri?

11/10/2018 06:19:32 WIB
Hendi Kusuma @hendikusumaaa

3. Tak bisa dipungkiri, mayoritas publik sudah sangsi dengan keberanian lembaga superbody ini. Jangankan punya nyali untuk memeriksa dugaan korupsi Kepala Polri, Tito Karnavian. pic.twitter.com/YJze5ypzhR

11/10/2018 06:21:10 WIB
Expand pic
Hendi Kusuma @hendikusumaaa

4. untuk mengusut skandal bancakan uang rakyat yang melibatkan kader-kader partai politik penguasa, PDI Perjuangan, saja, mereka gentar. Tak berlebihan jika dikatakan KPK saat ini sudah tak lagi bertaji.

11/10/2018 06:21:34 WIB
Hendi Kusuma @hendikusumaaa

5. Baru-baru ini publik dikagetkan oleh hasil investigasi yang dirilis Indonesialeaks. Produk jurnalistik itu memuat dugaan adanya perusakan barang bukti dalam kasus suap mantan Hakim Konstitusi Patrialis Akbar.

11/10/2018 06:22:51 WIB
Hendi Kusuma @hendikusumaaa

6. dari pengusaha Basuki Hariman, berupa buku bank bersampul merah atas nama Serang Noor IR.

11/10/2018 06:23:16 WIB
Hendi Kusuma @hendikusumaaa

7. Terduga pelakunya tidak tanggung-tanggung, yakni dua orang penyidik KPK dari unsur kepolisian, Ajun Komisaris Besar Roland Ronaldy dan Komisarisaris Harun.

11/10/2018 06:23:35 WIB
Hendi Kusuma @hendikusumaaa

8. Pada Oktober 2017 silam, pengawas internal KPK telah menyatakan Roland dan Harun terbukti merusak barang bukti KPK.

11/10/2018 06:24:19 WIB
Hendi Kusuma @hendikusumaaa

9. Keduanya disebut merobek 15 lembar halaman buku bank yang mencatat transaksi perusahaan milik Basuki Hariman yang berisi sejumlah pengeluaran uang ke pribadi dan lembaga untuk memuluskan impor daging sapi.

11/10/2018 06:24:42 WIB
Hendi Kusuma @hendikusumaaa

10. Mereka juga diduga mengubah berita acara pemeriksaan terhadap staf bagian keuangan CV Sumber Laut Perkasa, Kumala Dewi Sumartono.

11/10/2018 06:25:05 WIB
Hendi Kusuma @hendikusumaaa

11. Dokumen pemeriksaan tersebut mengungkap keterangan Kumala tentang catatan pengeluaran uang Basuki yang ditengarai salah satunya buat para petinggi polisi, termasuk Kapolri Tito Karnavian.

11/10/2018 06:25:29 WIB
Hendi Kusuma @hendikusumaaa

12. Tertulis dalam dokumen itu bahwa nama Tito tercatat paling banyak mendapat duit dari Basuki langsung maupun melalui orang lain. Tertulis di dokumen itu bahwa dalam buku bank merah nama Tito tercatat sebagai Kapolda/Tito atau Tito saja.

11/10/2018 06:25:54 WIB
Hendi Kusuma @hendikusumaaa

13. Anehnya, begitu KPK menyidik dugaan perusakan alat bukti itu, Polri segera menarik dua penyidik tersebut, dengan alasan masa perbantuan penyidik polisi di KPK atas nama Roland dan Harun hampir selesai. Kasusnya pun redup.

11/10/2018 06:26:25 WIB
Hendi Kusuma @hendikusumaaa

14. Belakangan, kedua orang ini justru mendapatkan karier cemerlang di Kepolisian.

11/10/2018 06:28:48 WIB
Hendi Kusuma @hendikusumaaa

15. Roland diberi promosi jabatan sebagai kapolres Cirebon dengan pangkat AKBP, sedangkan Harun lulus dari Sespimen dan kini menjabat kasubdit II Fiskal, Moneter, dan Devisa Ditreskrimsus Polda Metro Jaya.

11/10/2018 06:29:03 WIB
Hendi Kusuma @hendikusumaaa

16. Sulit untuk membayangkan jika tidak ada skenario untuk menutupi skandal korupsi dari semua rentetan peristiwa ini. Sayangnya, KPK malah bersikap pasrah.

11/10/2018 06:29:25 WIB
Hendi Kusuma @hendikusumaaa

17. Dalih mereka kasus tersebut tidak bisa diusut, lantaran kedua terduga perusak alat bukti sudah bukan pegawai KPK lagi. Mereka seperti takut berurusan lagi dengan polisi.

11/10/2018 06:29:54 WIB
Hendi Kusuma @hendikusumaaa

18. Apa karena Korps Bhayangkara itu kini sedang mesra dengan penguasa, sehingga nyali KPK ciut duluan sebelum berhadapan?

11/10/2018 06:30:12 WIB
Hendi Kusuma @hendikusumaaa

19. Sikap yang sama pernah ditunjukkan KPK saat mengusut megakorupsi proyek pengadaan KTP elektronik. Sejumlah kader penguasa yang diduga terlibat, tak satupun yang berani mereka sentuh.

11/10/2018 06:30:31 WIB
Hendi Kusuma @hendikusumaaa

20. Seperti Yasonna Laoly, Ganjar Pranowo, Olly Dondokambey, Arif Wibowo, Pramono Anung, hingga Puan Maharani.

11/10/2018 06:31:15 WIB
Hendi Kusuma @hendikusumaaa

21. Dua nama terakhir bahkan tak pernah dipanggil penyidik, meski nama mereka berulang kali disebut oleh tersangka dan saksi di persidangan, sebagai salah satu pihak yang menerima uang suap miliaran rupiah.

11/10/2018 06:31:34 WIB
Hendi Kusuma @hendikusumaaa

22. Entah kenapa, lembaga pimpinan Agus Rahardjo ini, kini begitu takut ketika berhadapan dengan pihak penguasa. Mereka selalu bersikap tebang pilih terhadap koruptor.

11/10/2018 06:31:53 WIB
Hendi Kusuma @hendikusumaaa

23. Lihat saja di kasus pembelian lahan Rumah Sakit Sumber Waras dan Reklamasi, KPK seperti tak bernyali menangkap terduga pelaku korupsi. Bukti-bukti sudah ada, tetapi karena orang-orang itu dekat dengan penguasa, KPK memilih untuk memejamkan mata.

11/10/2018 06:32:15 WIB
Hendi Kusuma @hendikusumaaa

24. KPK sudah lama ditinggalkan oleh penguasa, yang memang tidak pernah berpihak kepada pemberantasan korupsi. Namun sekarang, lembaga ini juga mulai kehilangan kepercayaan dari rakyat.

11/10/2018 06:32:36 WIB
Hendi Kusuma @hendikusumaaa

25. Mereka menilai KPK sudah “kotor”, sehingga yel-yel “Save KPK” yang dulu kerap bergema, kini nyaris tak terdengar lagi.

11/10/2018 06:32:46 WIB

Comment

No comments yet. Write yours!