Add to Favorite
0
Login and hide ads.
Mbah Mijan @mbah_mijan
Kultweet malam ini bertema "Bencana Alam Menurut Ilmu Titen" ilmu warisan leluhur. Jaman dulu ada istilah "turu longan" & mangan longan", turu artinya tidur, mangan artinya makan sedangkan longan (kolong meja atau kolong ranjang). Tetapi makna istilah itu bukan makan di kolong.
Mbah Mijan @mbah_mijan
Mangan Longan Turu Longan, bermakna kias "kita disuruh mengurangi makan dan tidur" sebagai bentuk tirakat, agar bisa komunikasi dengan alam batin dan alam semesta. Mengapa dulu harus bisa komunikasi dengan batin dan alam sekitar, karena dua hal ini milik Allah SWT.
Mbah Mijan @mbah_mijan
Alam semesta layaknya batin kita, mereka bisa bicara dengan cara yang berbeda, hanya orang-orang yang mau saja yang bisa berkomunikasi. Jaman dulu mengenal tentang hukum keseimbangan antara macro dan micro cosmos, agar saling take & give dan saling menjaga keharmonisan.
Mbah Mijan @mbah_mijan
Sedikit melenceng, pak tani jaman dulu sering berkomunikasi dengan tanaman yang dirawatnya, seolah-olah tumbuhan itu bisa bicara. Terbukti, semakin disayang hasil panennya semakin melimpah, entah apa sebenarnya yang mereka bicarakan, hingga memunculkan take & give yang baik.
Mbah Mijan @mbah_mijan
Kembali ke tema, Ilmu Titen membahas tentang bencana sebagai pesan, bencana sebagai cara komunikasi alam semesta dengan manusia. Sebelum bencana terjadi, semua elemen semesta mulai dari hewan/tumbuhan/air/udara/api/tanah semua mencoba berkomunikasi dengan manusia.
Mbah Mijan @mbah_mijan
Di Kawasan Gunung Slamet Jawa Tengah, ada tradisi "lodeh gandul" sayur pepaya, ketika warga sekitar melihat si Slamet mulai batuk. Sayur yang mereka buat, bukan untuk sesaji agar gunung urung meletus, tapi lebih ke jawaban bahwa semua wajib waspada, Slamet sedang menyapa.
Mbah Mijan @mbah_mijan
Ilmu Titen adalah ilmu yang menarik untuk dipelajari, sebab tat kala alam semesta sedang berkomunikasi, berarti ada pesan yang ingin disampaikan. Generasi kita sudah jarang yang paham tentang "ilmu titen", makanya empati terhadap bencana sudah pudar, bahkan kepekaannya luntur.
Mbah Mijan @mbah_mijan
Contoh dekat, mereka yang hidup dibantaran sungai, setiap penghujan tiba pasti daerahnya kebanjiran. Dengan riang gembira ke pengungsian, tapi saat banjir mereda, mereka kembali menimbun sampah di kali setiap hari, berarti mereka nol ilmu titen.
Mbah Mijan @mbah_mijan
Ada mamalia laut terdapar dan mati di tepian pantai, justru hanya untuk ajang foto selfie dan memajangnya di sosial media. Padahal mamalia dan laut sedang mengajak kita berkomunikasi, bahwa kita suruh berhati-hati, kamu kok gak pernah peka si Beb!!! The End.
Login and hide ads.