1
indonesiaplus.id @Indonesiaplusid
Dosen filsafat Rocky Gerung menyinggung soal kasus Ratna Sarumpaet saat menjadi pembicara dalam seminar kebangsaan Fraksi Gerindra MPR bertajuk, "Merawat Demokrasi, Mengawal Konstitusi, Menyambut Transisi" di Depok, Jawa Barat, Jumat (5/10/2018). bit.ly/2C22cSr
Nadirsyah Hosen @na_dirs
Pesan: “Mendungu2kan orang dungu itu keliru. Lebih baik kita memujinya agar dia tdk membalas cacian. Malah pujian itu membuat dia tdk sadar akan kedunguan dirinya.” Dengan pengantar ini mari kita simak video dr Prof yg plg pintar se-medsos dan sering menulis namanya: DUNGU. pic.twitter.com/LA1OOv3vfN
#99 @PartaiSocmed
Sehingga video ini adalh sesat logika paling hakiki dari mantan dosen filsafat. "Bagaimana mau verifikasi? Narasumber utamanya ngomong begitu". Sejak kapan verifikasi hanya bergantung pd si pendongeng? Mungkin @rockygerung blm pernah dengar istilah visum? pic.twitter.com/SkKXoNaQ0K
Handoko Gani MBA BAII LVA @LieDetectorID
Sebagai trainer & praktisi, saya sangat sepakat. Kalo pernyataan ini diaplikasikan dalam konteks investigasi, maka: hukum tidak akan berjalan. Karena Auditor, Fraud Investigator, Polisi, Jaksa & Hakim hanya boleh verifikasi ke Terduga Pelaku saja. twitter.com/PartaiSocmed/s…
Handoko Gani MBA BAII LVA @LieDetectorID
2) Lagipula, kita mengenal berbagai cara memverifikasi orang jujur & bohong, baik secara "human" sebagaimana yg dilakukan imigrasi pada penumpang overstay, polisi pada kriminal, guru BP dan orang tua pada anaknya. Atau secara alat, seperti #LVA #LayeredVoiceAnalysis
Handoko Gani MBA BAII LVA @LieDetectorID
3) Dan kita sehari2 selalu melakukannya... Perkataan teman pada teman yg lain, perkataan pembantu di rumah pun kita verifikasi kepada anak kita, Pembantu tetangga, hingga Yayasan nya.
Handoko Gani MBA BAII LVA @LieDetectorID
4) Intinya, Kita bisa verifikasi jujur bohong langsung pada orangnya dengan teknik analisis jujur bohong yg pasti dipelajari di dunia penegakan hukum & militer juga, atau dengan alat. Dan kita juga bisa verifikasi lewat visum, lewat RS, bahkan lewat "orang lain". Biasa kok.
Handoko Gani MBA BAII LVA @LieDetectorID
Jadi, dengan kata lain, prnyataan Pak @rockygerung tsb sangat generalisasi dan cenderung misleading. Ndak benar kalo verifikasi hanya pada RS saja. Dan ndak benar, kalo verifikasi jujur/bohong tidak ada caranya.
WCC @WahhabiCC
Lagipula, verifikasi itu soal bukti bukan soal dekat/tidak, kemanusiaan/tidak antara @prabowo dan @RatnaSpaet; negasi @rockygerung jadinya hanya falasi yg disamarkan lewat agitasi; Rok, anda ini pemikir atau pemelintir? twitter.com/PartaiSocmed/s…
John Nelwan @John_Nelwan
@JemuneG @chicohakim @Regazzyx @rockygerung Ini FAKTA akibat sering ber-FIKSI-ria, Prov @rockygerung kehilangan NALAR untuk menjelaskan kasus rekayasa penganiayaan @RatnaSpaet dgn akal sehat! Malu MENGAKUI, bahwa dirinya bagian dari DALIL ini....😀😀😜😜 twitter.com/jemuneg/status… pic.twitter.com/gKLcnzYvch
Expand pic
Love Indonesia, hate drugs! #StopNarkoba @kangmeirza
@chicohakim Rumus @rockygerung kalau kita dibohongi orang gak perlu klarifikasi. Dalam kasus RS gak penting cari dulu pelakunya. Sebarkan dulu kecurigaan, tuduh setan belang. Kalau belakangan salah cukup minta maaf #dungusekali
kedum paga @s_kedumpaga
@chicohakim Ga usah dihiraukan bang @chicohakim Setelah menuduh..dan salah..trus minta maaf dan selesai? Tidak segampang itu.. kalo spt itu selesai.. maka hancurlah negeri ini.. semua saling tuduh tanpa data.. krn kalo ga benar.. cukup minta maaf.. #orangdungutidakpernahngakudungu
turboman @purbosetiawan3
@chicohakim Aah bulsit itu, kmn aj argumen gerung saat yg lain dlm masalah spt itu (salah satu contoh ahok)... Makanya apa yg gerung ucap itu bulsit smua.
stobsjr @stobsjr
@na_dirs Pesan moral dari kasus RS Hoax menurut @rockygerung , "bila ada temanmu ngadu kalo dia abis dipukulin warga kampung tetangga, langsung umumkan ke kawan sekampung" Dijamin 90% bakal terjadi perang antar kampung [kampret mode off]
HansPS @HansPS_MtbRider
@isninuranii @RatnaSpaet @rockygerung "profesor" dungu @rockygerung filsuf di era "pasca kebenaran" percaya si ratu hoax @RatnaSpaet sebab tidak memiliki cukup ilmu untuk memverifikasi peristiwa penganiayaan yaitu: 1. Visum 2. Laporan Polisi Tanpa itu jangan KONPERS! @DivHumas_Polri @budimandjatmiko @abirekso
Tan Antonio @D1x174nX1
@HansPS_MtbRider @isninuranii @RatnaSpaet @rockygerung @DivHumas_Polri @budimandjatmiko @abirekso Sudah ngx tau ngotot...!! Ini lah bong,... dibilang dungu marah... visum et evertum yg bisa ambil kepolisian. Ngx percaya? Lw bonyokin pasangan lw suruh dia buat visum dan ada waktu visum hanya 3hr, sudah suruh pasangan lw ambil tuh ke mana dia visum... sampe modol kagx dikasih
si_togop @Firmanhamzah15
@dikitanxi @HansPS_MtbRider @isninuranii @RatnaSpaet @rockygerung @DivHumas_Polri @budimandjatmiko @abirekso VeR (Visum et Repertum) dilakukan berdasarkan Surat Permintaan Visum dari pihak penyidik/kepolisian dan pada saat VeR korban didampingi oleh penyidik , VeR adalah "Pro Justisia,"...dsb ..dsb dsb...
Joko @Joko_Trikukuh
@Firmanhamzah15 @dikitanxi @HansPS_MtbRider @isninuranii @RatnaSpaet @rockygerung @DivHumas_Polri @budimandjatmiko @abirekso Lah, memangnya dokter biasa ngga bisa melakukan pemeriksaan sebelum perintah polisi? 😂🤣 Nanti kalau gw bengep, minta ke polisi dulu baru dirawat? 🤣😂🤣
Joko @Joko_Trikukuh
@isninuranii @RatnaSpaet @rockygerung Verifikasi ke dokter, visum... Jangan ikutan ngga bisa mikir gitulah

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.