0
Tubi likes tea @tubirfess
Aku bukan keturunan PKI (Kayak judul FTV ya? Biarin lah emang bener kok) - A thread - twitter.com/tubirfess/stat…
Tubi likes tea @tubirfess
Jadi tubi ini aslinya orang Boyolali, Jawa Tengah (Ada turunan timteng dikit lah). Boyolali ini kota deket sama Gunung Merapi. Jadi tanahnya aluvial dan subur banget. Banyak petani dan tentunya jadi salah satu basis massa pki juga.
Tubi likes tea @tubirfess
Buyut tubi adalah seorang petani, sebut saja mbah mo. Terkenal di desanya. Dianggap tokoh masyarakat juga karena beliau tiap panen pasti ngebagiin sekilo-duakilo beras ke tetangganya. Waktu itu beliau sudah punya lima anak. Dua perempuan dan tiga laki-laki
Tubi likes tea @tubirfess
Salah satu anak laki-lakinya itu kakek tubi. Lanjut, mbah mo ini gabung jadi aktivis partai buruh dan tani. Dulu partai ini masih sekutuan sama PKI. Oiya, semua cerita ini baru tubi ketahui pas tubi SMA. Tubi coba telusur sejarah semacam ngobrol sama anak-anak mbah mo
Tubi likes tea @tubirfess
Singkat cerita, kejadian G30S meletus. Orang-orang desa gak ada yang tau. Lah dulu mana ada grup WA. Jakarta ribut. Ormas dan mahasiswa islam ngancurin CC PKI. Berita-berita PKI justru baru sampe kurang lebih tiga hari kemudian via surat kabar.
Tubi likes tea @tubirfess
Waktu itu usia mbah mo masih 30 tahun. Trus ada berita bahwa pemerintah mau menumpas PKI. Tetangganya ada yang nuduh mbah mo ini PKI. Siang itu tentara datang ke rumah. Mbah mo dijemput dan sampai sekarang kita ga pernah tau lagi kabarnya
Tubi likes tea @tubirfess
Setelah itu, istri mbah mo sisa hidupnya menjanda, menjadi petani sendirian, menafkahi kelima anaknya. Beliau 54 tahun menjanda sampai meninggal di usia 84 tahun. Buat kalian yang cewe, bayangin aja. Lo ga dikabarin sejam sama dia aja kesel. Lah ini gaada kabar 54 tahun.
Tubi likes tea @tubirfess
Istrinya mbah mo sampe bersumpah: "Anak cucuku tidak boleh memegang cangkul dan arit" Karena jadi petani itu susah. Apalagi seumur hidupmu kamu dituduh sebagai keluarga PKI. Sejahat itu
Tubi likes tea @tubirfess
Sebenernya kalau bahas political affair soal PKI mah panjang. Jadi aside from political stuff, G30S itu adalah dehumanisasi. Levelnya sama kayak lo hidup di zaman nazi trus dituduh yahudi. Diciduk lah ke auschwitz.
Tubi likes tea @tubirfess
Jadi jujur, tubi pribadi tersinggung kalo G30S itu ditanyangin di TV. Bangga betul mereka menunjukan penumpasan PKI padahal banyak sekali keluarga yang juga ikut ditumpas padahal gak bersalah. Contoh ya buyut saya, mbah mo
Tubi likes tea @tubirfess
Tubi ga pernah tau wajahnya mbah mo, ayah tubi juga belom lahir. Kakek pun waktu itu masih smp. Fotonya gak ada. Ya lo kira aja petani bisa sempet ke Jonas. Duit darimana. Beneran, mbah mo ini seakan-akan hilang eksistensinya. Gak ada yang tau dia gimana, cuma tau aja dia siapa
Tubi likes tea @tubirfess
Wajar dong kalo kita sekeluarga takut sama pemimpin militer? Ayah tubi juga kemudian ke Bandung kuliah di kampus gajah dan selalu anti sama Harto, kroninya dan orang-orang militer. Tubi berani speak up di sini pertama karena tubi anonymous...
Tubi likes tea @tubirfess
Muak sama politisi yang jualan isu PKI. Pengen ditampol online satu satu. Tubi yakin banyak kok keluarga yang kayak tubi tapi gak berani speak up. Makanya pemerintah wajib minta maaf. Bukan sama PKI, tapi sama keluarga innocent yang jadi korban
Tubi likes tea @tubirfess
"PKI harus ditumpaskan" Membabi buta tau gak? Kondisi psikologisnya mirip kayak kasus supporter bola kemarin. Karena dia "beda" langsung dipukuli sampai mati. Parahnya, kalo kejadian G30S mah dilegitimasi negara dan TANPA pengadilan.
Tubi likes tea @tubirfess
Dah ya sekian aja dari tubi. Maap curhat panjang. Sedih banget ceritanya. Ketika harus mengorek cerita ini, mewawancarai keluarga sendiri, mereka ceritanya sambil nangis. You're welcome. Semoga kalian mikir.
saya @fatkh17
@potretlawas Perjalanan sebuah bangsa,, Bisakah kita berbenah,, sing wis yo wis,,
Widho Gibas @widhopratomo
@potretlawas kata ibu saya dulu, kebanyakan petani di ngawi sengaja di beri caping dan cangkul gratis oleh anggota pki dari madiun, sebagai ganti diwajibkan menggambar lambang pki di setiap pintu rumah mereka, padahal mereka tidak tau apa-apa tapi dianggap simpatisan dan ikut dieksekusi.
Iswatin Abdella @iswatinabdie
@narkosun @Kangnemi Iya sama, sy nonton dr awal sampe akhir, pak jendral kedodoran
ur minora @vwmflcaa
@tubirfess Buyut aku juga. Umurnya udah sepuh dan dia punya penyakit semacam tbc gitu, selalu bawa obat dalam botol di sakunya. Buyutku yang lagi jalan2 biasa diseret beberapa orang, dituduh pki yang mau ngeracunin sumur2 warga padahal yang beliau bawa itu obatnya.
Potret Lawas @potretlawas
Kita pasti sering melihat potret 25 lelaki [diduga] simpatisan Partai Komunis Indonesia duduk melipat kaki dalam sebuah lubang di Boyolali akhir 1965 ini. Namun hampir pasti juga kita belum pernah mengetahui kisah asalnya. Ini cerita mereka yang dilupakan. pic.twitter.com/QxGfRfQqsr
Expand pic
Potret Lawas @potretlawas
Kita pasti biasa berasumsi mereka tengah menunggu eksekusi. Tak lama setelah potret diambil mungkin mereka sudah meninggalkan alam manusia. Bebas dari derita. Begitu bukan? Namun nyatanya semua nestapa baru mau akan dimulai. Potret tsb titik awal, bukan titik akhir.
Potret Lawas @potretlawas
Orang² tsb baru diambil tentara dari pelbagai desa di Boyolali. Diangkut truk. Lalu disuruh masuk lubang begitu saja. Untuk apa? Untuk duduk diam menekuk kaki sehari semalam. Tanpa berdiri. Tanpa bertanya. Tanpa makanan. Tanpa air. Tanpa diberi tahu salah dosa mereka. Buat apa?
Potret Lawas @potretlawas
Apa yang terjadi usai 24 jam dalam lubang? Diseretlah mereka ke tahanan. Satu, satu diinterogasi. Dipaksa mengakui pertanyaan seperti "Kamu PKI? Kamu mateni? Kamu ...?". Sehingga lubang itu bisa dibilang semacam sesi perkenalan, "Kami bisa sekeji ini." twitter.com/potretlawas/st…
Potret Lawas @potretlawas
Dibanding yang lain, Boyolali dan sekitarnya merupakan salah satu gelanggang terawal pembantaian orang² yang dituduh komunis. Pembersihan dirancang setidaknya dari 2 mingguan usai G30S. Peta wilayah kritis edaran tentara AD akhir Okt 1965 [yang maknanya harus lekas dibersihken]: pic.twitter.com/PDZp1xHE6e
Expand pic

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.