Pesan WhatsApp Pribadi Masitoh Berujung Tersangka di Polda Metro

Seorang ibu rumah tangga, Masitoh (47), keberatan atas penetapan tersangka kasus dugaan pencemaran nama baik dan fitnah melalui media elektronik oleh Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya.
Masitoh WhatsApp poldametrojaya
0

Koran Sulindo – Seorang ibu rumah tangga, Masitoh (47), keberatan atas penetapan tersangka kasus dugaan pencemaran nama baik dan fitnah melalui media elektronik oleh Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya. Sebab bukti laporan ke polisi oleh pelapor yakni Komisaris PT Senapati, Anak Agung Gde Wisnu Wardhana hanya berupa pesan melalui WhatsApp.

Kuasa hukum Masitoh, Chris Butarbutar mengatakan penetapan tersangka kliennya sangat prematur. Dia menjelaskan draft press release melalui pesan WA dikirim ke sekretaris perusahaan bernama Arni dengan maksud untuk disampaikan ke suami Masitoh yakni Haminanto Adinugraha yang juga sebelumnya merupakan komisaris di perusahaan tersebut.

Draft press release dikirim kepada Arni selaku sekretaris perusahaan melalui WA dan draft press rilis yang dikirim melalui wa tersebut belum jadi berita. Masitoh minta kepada Arni agar draft press release tersebut disampaikan kepada pak Haminanto. Sehingga menjadikan Masitoh sebagai tersangka sangat tidak berdasar,” kata Chris di Jakarta, Kamis (27/9/2018).

Chris melanjutkan kliennya telah diperiksa pada Rabu kemarin sebagai tersangka.

Dirinya juga mempertanyakan kepada penyidik kalimat mana dalam press rilis yang mencemarkan nama baik dan fitnah terhadap perusahaan/pelapor “isi draft press release semuanya adalah fakta hukum dalam rangka upaya ibu Masitoh mempertahankan hak-haknya atas harta gono-gini termasuk saham diperusahaan yang tercatat atas nama Haminanto mantan suaminya.

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.