3
Not your honey🙅🏻‍♀️ @SpicyQwin
Klo gw mau share tentang acara pernikahan2 di Skandinavia ada yang mau baca ga (seenggaknya gw udah dateng ke 5 acara kawinan). Buat bahan bandingan, dan bahan studi untuk acara sendiri.
Not your honey🙅🏻‍♀️ @SpicyQwin
Sambil nungguin feedback di kantor, gw nyicil ngetwitnya ya. Jadi ini disclaimer dulu dari gw pernah datengin 5 kawinan disini. Apakah 5 itu banyak? Klo di Indonesia mungkin tidak, tapi klo disini berhubung yg diundang temen2 dekat & keluarga, saya merasa beruntung diundang 5x
Not your honey🙅🏻‍♀️ @SpicyQwin
Di Skandinavia (Denmark & Swedia yg gw pernah dateng kawinan), acara nikahan itu bisa dilakukan di dua tempat: Gereja atau Balaikota (ini mah sama kaya di Indonesia ya). Sampe saat ini belum pernah diundang yang di mesjid, jd blm tau :P
Not your honey🙅🏻‍♀️ @SpicyQwin
Biasanya yg nikahan di balaikota itu yg ga mau ribet, ga relijius dan bukan anggota gereja. Nikahan di balaikota itu gampang, tinggal daftar online, submit semua dokumen online, pilih tanggal, udah deh. Gratis. Saksi bawa sendiri, klo ngga biasanya pegawai balai kota bs jd saksi
Not your honey🙅🏻‍♀️ @SpicyQwin
Kalau nikahan di gereja, harus jadi anggota gerejanya dong, klo ngga bayarnya mahal, tapi rata2 penduduk Skandinavia ini udah jadi anggota gereja sejak lahir, jadi ga majalah. Cm bbrp orang memang menghindari nikah gereja karena ribet, walopun banyak yg suka krn tradisional
Not your honey🙅🏻‍♀️ @SpicyQwin
Dari 5 acara nikahan yg gw diundang, 3 nikah gereja, 2 nikah di balaikota. Yang nikah di gereja pun ternyata ga relijius amat, jadi emang pengen tradisional aja.
Not your honey🙅🏻‍♀️ @SpicyQwin
Nah, siapa yang diundang? Berapa kira2 jumlah undangannya? Biasanya 60 itu udah banyak banget. Itu udah pesta besar2an kalau disini. Kalau di Indonesia mungkin udah ga masuk ukuran pesta kali ya, cuman syukuran.
Not your honey🙅🏻‍♀️ @SpicyQwin
Di acara nikahan sini, yang diundang itu cuman orang2 terdekat, keluargapun ga semua, paling bapak ibu, kakak adik, udah. Tante om belum tentu diundang, apalagi sepupu. Tau sendiri kan orang2 disini paling punya anak 2-3 maksimum, jadi dari pihak keluarga aja 4 orang kali 2 = 8
Not your honey🙅🏻‍♀️ @SpicyQwin
Temen2 yang diundang? Biasanya temen yang baik banget, yang tiap minggu ketemuan. Temen kantor? Engga lazim. Tetangga apalagi. Ngga enakan? Ngga ada perasaan kaya gitu disini. Apalagi ngomong "kok ga diundang saya?" yha berarti situ bukan temen deket, tau diri aja...
Not your honey🙅🏻‍♀️ @SpicyQwin
Kalau ada yang mengumumkan bahwa mereka mau merit disini biasanya ucapannya "Selamat ya" atau "Turut berbahagia". Engga ada yang "Undangannya ditunggu" atau "Kok saya blm dapet undangan" Ga usah kaya gitulah, tau diri aja ya lah, pengantin jg bujetnya terbatas biasanya.
Not your honey🙅🏻‍♀️ @SpicyQwin
Balik ke soal bujet, ya nikahan disini yang bayar siapa? Ya si pengantin sendiri. Nikah disini itu ga lazim, krn lbh lazim hidup bersama tnp nikah. Jd pernikahan itu sesuatu yg spesial banget, yang berarti mereka mau mengeluarkan uang lebih untuk menikah. Klo ga mampu? ya ga usa
Not your honey🙅🏻‍♀️ @SpicyQwin
Makanya disini hampir ga ada pernikahan yang mevvah (klopun ada berarti bukan lingkaran temen gw alias ga kenal/diundang hehe). Temen2 gw ya gitu2 aja sih, kerja biasa, duit nikahnya ya duit tabungan sendiri.
Not your honey🙅🏻‍♀️ @SpicyQwin
Orang tua mau bayarin? Ini ga lazim juga, orang sini umur 18 tahun udah lepas dari orang tua, secara finansial juga. Buat mereka dikasi duit dari ortu itu sepadan dengan kasi kesempatan ortu u/ mencampuri hidup mrk dan ini engga banget.
Not your honey🙅🏻‍♀️ @SpicyQwin
Jadi makanya pernikahan disini klopun pake pesta, ngundangnya ga banyak, maks 50 orang tadi. Bujetnya bok, bocor klo semua2 bayar sendiri. Tau sendiri sewa gedung, makanan ini itu mahal kan disini.....mending duitnya dibuat yang lain2 yha kan?
Not your honey🙅🏻‍♀️ @SpicyQwin
Dari 5 undangan, cuman 3 nya ada pestanya, sisanya habis acara nikahannya (di gereja atau balai kota) ya pulang. Udah, gitu aja. Klo di Indonesia pasti dikomplen khalayak, makanannya mana? Ya kan diundang untuk merayakan hari besar yang nikahan, bukan dateng niat makan2
Not your honey🙅🏻‍♀️ @SpicyQwin
Yang ngadain pesta pun biasanya mereka ngga pernah pake wedding organizer (disini setau saya untuk sobat2 kismin seperti saya dan teman2 saya yang nikahan) sih ga ada kaya gitu. Semua2 diurus sendiri.
Not your honey🙅🏻‍♀️ @SpicyQwin
Pernah bantuin temen yang besoknya mau nikahan dateng ke tempat pestanya sehari sebelumnya masangin taplak meja, piring, pisau garpu dan masangin bunga. Semuanya sendiri bok. Setelah pesta juga bersih2 sendiri. Self-service :P
Not your honey🙅🏻‍♀️ @SpicyQwin
Sewa gedung / tempat biasanya disini ya sewa aja terutama kalau bukan restoran, alhasil semua harus dikerjakan sendiri. Yang menyewakan jg maunya setelah selesai juga harus bersih seperti awalnya. Siapa yang bersihin? Ya pengantinnya + temen2nya.
Not your honey🙅🏻‍♀️ @SpicyQwin
Bisa sih bayar orang untuk bersihin setelahnya atau sewa orang untuk ini itu, tapi kan mihil, disini tenaga kerja itu mahal, jadi buat temen2 gw ya mending dikerjain sendiri aja, ya kan? Klo di Indonesia mah gampang, tinggal bayar ke gedung / EO dah tau beres
Not your honey🙅🏻‍♀️ @SpicyQwin
Undangan pun biasanya si pengantin bikin sendiri atau print2an, aku malah pernah dapet undangan cuman selembar karton aja dilipet, dalemnya kertas print2an hitem putih, yang penting info di dalemnya kan? Ga usah macem2 modelnya
Not your honey🙅🏻‍♀️ @SpicyQwin
Nah ada yang tanya soal amplop/hadiah. Biasanya si pengantin udah kasi tau, mau hadiah apa aja (mereka bikin list) ini price rangenya macem2, mulai dari yang murmer sampe yang mahal. Jadi semua bisa kebeli, ngga akan ada yang bilang lu pelit. Ya bujet orang beda2
Not your honey🙅🏻‍♀️ @SpicyQwin
Disini justru ga lazim kado uang, krn uang itu dianggep tacky. Biasanya justru kado barang, terakhir kawinan temen kita ngado: POHON CHERRY. iya, pohon, krn mereka mau itu! Gak dibawa masuk ke tempat pesta dong, cm kasi tanda belinya aja, mrk yg ambil ke toko tanamannya sendiri.
Not your honey🙅🏻‍♀️ @SpicyQwin
Pernah ngado juga bikin parcel sendiri, bukan barang, karena si pengantin barusan pindah rumah, dan kita ga tau mereka udah punya apa aja dan butuhnya apa aja. Klo makanan kan pasti kemakan. Kita isi parcelnya dengan macem2 cokelat dan wine krn tau pengantinnya suka. Udah.
Not your honey🙅🏻‍♀️ @SpicyQwin
Kita pernah lagi ngado taplak, karena itu yang di minta di wish listnya, selainnya itu aku ndak inget... tapi yang jelas nggak mahal2 juga kok. Ada juga yang minta kadonya (jika berupa uang) disumbangkan ke yayasan/organisasi tertentu.
Not your honey🙅🏻‍♀️ @SpicyQwin
Pas temen baik menikah (ini yang di Amerika) aku kasih dia poster lukisan tangan dari neighbourhoodnya dulu waktu tinggal di Copenhagen, (skrg dia udah balik tinggal di Amerika) dan beberapa botol bir spesial dari Denmark. Kado ga usah mahal, yg penting bikin seneng.
Load Remaining (23)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.