Habiburokhman Sarankan Ketua Panpel, Ketua PSSI, Menpora Mundur

Chirpified
0

AKURAT.CO Kematian suporter Persija Jakarta, Haringga Sirla (23), akibat dikeroyok suporter lain menjelang pertandingan Persija melawan Persib Bandung benar-benar menohok. Soalnya, kasus seperti ini bukan kali pertama terjadi.

Ketua Bidang Advokasi dan anggota Dewan Pembina DPP Partai Gerindra Habiburokhman mengatakan kasus tersebut pasti akan memicu gema yang sangat besar.

"Ini bukan politik, menurut saya akan baik jika semua pimpinan institusi sepakbola dan olahraga seperti Ketua Panpel, Ketua PSSI dan Menpora mengundurkan diri sebagai moral responsibility kasus wafatnya Haringga, pasti akan menimbulkan gema yang sangat besar," kata @habiburokhman.

Sutradara Joko Anwar berharap semua pelaku dihukum seberat-beratnya agar jadi pengingat di masa depan.

"Semua pelaku pengeroyokan Haringga harus dihukum seberat-beratnya sebagai pengingat bahwa bangsa ini bangsa beradab dan berperikemusiaan. Jangan sampai terjadi lagi! #RIPHaringga," kata @jokoanwar.

Ketua Umum PP Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak mengutuk perilaku kekerasan tersebut.

"Pengeroyokan yang biadab terhadap Haringga Sirila supporter Persija, yang mengakibatkan meninggalnya yang bersangkutan, harus dihukum berat. Laku sadis yang dipertontonkan tersebut merusak keadaban sepakbola Indonesia," kata @Dahnilanzar.

Kasus itu dikecam oleh berbagai kalangan karena sudah sering terjadi.

Menpora Imam Nahrawi meminta kompetisi sepak bola Liga 1 dihentikan dua pekan guna mengusut tuntas kematian Haringga Sirla jelang pertandingan antara Persib melawan Persija dan Stadion Gelora Bandung Lautan Api Bandung, Minggu (23/9).

"Ini sebagai bentuk penghormatan pada korban maupun keluarganya. Ini juga sebagai bentuk bela sungkawa nasional dan merupakan bentuk instropeksi. Satu nyawa sangat mahal bandingkan sepak bola," kata Imam Nahrawi di kantor Kemenpora Jakarta, sebagaimana dilaporkan Antara.

Selain bentuk penghormatan, kata Menpora, waktu dua pekan ini diharapkan mampu dimanfaatkan dengan baik oleh PSSI maupun PT Liga sebagai operator kompetisi untuk melakukan upaya yang luar biasa terutama dalam menegakkan regulasi yanh telah ada.

"Tegakkan regulasi. Jangan hanya sanksi dana saja. Makanya selama dua pekan ini kami akan melihat apa yang dilakukan oleh federasi atas kasus ini," katanya.

Setelah dua pekan, pria kelahiran Bangkalan Madura ini mengaku akan melakukan evaluasi kepada federasi sepak bola mengingat kasus yang ada tidak hanya sebagai tragedi olahraga, namun sudah masuk tragedi kemanusiaan.

"Hitungannya mulai hari ini. Setelah itu kita bersama dengan pihak terkait termasuk BOPI akan melakukan langkah selanjutnya," kata pria yang akrab dipanggil Cak Imam.

Terkait kasus supporter di GBLA, Menpora mengaku sangat miris melihat apa yang telah terjadi. Untuk itu semua pihak memang harus dilibatkan dalam menyelesaikan permasalahan yang hingga saat ini masih terutang. Pihaknya tidak ingin kasus tersebut kembali terulang.

"Kasus itu melibatkan anak-anak di bawah usia 20 tahun. Berarti ke depannya harus ada tauladan mulai dari pemimpin supporter, klub hingga federasi sepak bola Indonesia," kata Menpora.
Editor: Siswanto

Comment

No comments yet. Write yours!