2
Ryu Hasan @ryuhasan

Neurosurgeon ape, that's it and that's all

Ryu Hasan @ryuhasan
Psikopat memang lihai menyembunyikan sifatnya. Pasikopat yang habis puas nggampar pasangannya misalnya, malah biasanya banyak yg main dramah nangis2 nyembah2 mintak2 maap. Besoknya ya diulangi lagi...
Ryu Hasan @ryuhasan
Psikopat sepenuhnya bisa menangkap dan menyadari realita, bedes2 psikopat ini tidak gila (psikosa), mereka ini paham mana yg benar mana yang salah. Psikopat adalah bedes yg karena kondisi konstelasi di otaknya sehingga tidak bisa atau kesulitan berempati.
Ryu Hasan @ryuhasan
Bedes2 psikopat akan dengan mudahnya melakukan tindak kekerasan, khususnya ketika kekerasan itu dipakai untuk mencapai tujuannya. Secara neuropsikologis psikopat sebenarnya mengalami “malfungsi” otak, mereka membuat keputusan moral yg buruk, dan tidak jarang membawa petaka.
Ryu Hasan @ryuhasan
Sangat lumrah psikopat dihadapan polisi malah tenang2 saja seolah yg dilakukan adalah hal biasa Jangan heran juga kalo bedes psikopat tidak akan merasa bersalah dg tindakannya, suara batinnya bersih, dan dia tetap bisa tidur nyenyak.
Ryu Hasan @ryuhasan
Bahkan bedes2 psikopat akan dengan mudahnya sengaja melanggar salah satu hukum moral yg paling purba: “kita tidak boleh membunuh!” Tindakan psikopat menunjukkan sebuah kegagalan proses penting di otak dalam membuat keputusan yg disebut sebagai "moralitas".
Ryu Hasan @ryuhasan
Okelah kalau moralitas dianggap konsep yg abu2, tapi dlm pengertian sederhana, moralitas adalah pilihan bagaimana kita memperlakukan bedes lain. Ketika kita menjauhi tindak kekerasan, berbuat baik kpd bedes lain, membantu bedes yg tdk kita kenal. Cara2 ini yg disebut bermoral.
Ryu Hasan @ryuhasan
Dg “cara2 bermoral”, sebetulnya otak kita sedang membuat keputusan2 dg mempertimbangkan kepentingan bedes lain disekitar kita. Dengan bermoral, artinya kita memikirkan perasaan bedes lain, "berempati" kepada bedes lain. Nah ini yg tidak bisa terjadi pada otak bedes2 psikopat.
Ryu Hasan @ryuhasan
Menurut banyak riset, bedes2 psikopat adalah bedes “normal”, dalam artian memori mereka kerja bagus, mereka berbicara normal, mereka bisa berkonsentrasi lama Banyak data yang menunjukkan juga bahwa psikopat mempunyai IQ dan kemampuan di atas rata2. Logika mereka berjalan bagus.
Ryu Hasan @ryuhasan
Sayangnya, intelegensia di angka bahkan di atas angka normal ini menyembunyikan sebuah gangguan destruktif Bedes2 psikopat berbahaya bukan karena mereka logika rasional mereka buruk, tapi karena otak emosional mereka yg mengalami malfungsi.
Ryu Hasan @ryuhasan
Bedes psikopat tidak bisa merasa menyesal atau sedih. Psikopat juga tidak bisa kehilangan kendali atau marah. Semuanya terkontrol. Isi batin dan perasan bedes psikopat hanyalah hasrat untuk memenuhi keinginan, dan rasionalitas tanpa kesedihan.
Ryu Hasan @ryuhasan
Bedes2 psikopat tidak bisa merasakan apapun, tapi punya segala macam rencana. Mereka sering beralasan tindakannya dituntun oleh ‘sesuatu’. Ciri khas psikopat: adanya kekosongan emosi. Non-psikopat akan menunjukkan reaksi emosional jika melihat adegan sadis di film (misalnya).
Ryu Hasan @ryuhasan
Umumnya non-psikopat bereaksi emosional terhadap kata ‘membunuh’ atau ’memerkosa’, tapi akan biasa2 saja dengar kata ‘duduk’ atau ’berjalan’ Sementara bedes2 psikopat tidak akan menunjukkan reaksi apapun kepada kata ‘membunuh’ atau ‘duduk’, bagi mereka semua kata ya sama saja.
Ryu Hasan @ryuhasan
Bedes2 pada umumnya akan gugup (gejala klasik) ketika bohong. Tapi psikopat selalu bisa mengelabui ‘lie detector’, cara kerja mesin ini mendeteksi kegugupan. Kebohongan tak membuat psikopat gugup, krn tdk ada yg bisa membuat mrk gugup. Mrk memiliki perbedaan emosi yg mendasar.
Ryu Hasan @ryuhasan
Saat bedes psikopat beraksi beringas, tekanan darah dan detak jantung mereka malah turun. Aksi jahat malah mempunyai efek penenang bagi mereka ini. Bagi psikopat, tindak kekerasan adalah rekreasi yg membuat otak mereka relaksasi.
Ryu Hasan @ryuhasan
Sirkuit2 pengendali emosional pd otak bedes “normal” akan menunjukkan tingkat aktivitas meninggi saat melihat ekspresi wajah yg ketakutan. Tapi, otak bedes2 psikopat merespon wajah ketakutan tanpa ketertarikan sama sekali. Sehingga mereka bisa melakukan kebrutalan yg mengerikan.
Ryu Hasan @ryuhasan
Sirkuit2 emosional di otak bedes2 psikopat tidak pernah merasakam kecemasan. Otak bedes psikopat tidak bereaksi pada ekspresi kengerian. Jadilah mereka ini si raja super tega.
Ryu Hasan @ryuhasan
Diawali oleh hasil penemuan riset Joseph Le Doux dari New York University awal thn 90an, sekarang neurosaintis berhasil mengidentifikasi kelainan2 tertentu pada otak bedes psikopat. Akar masalahnya adalah amygdala yg salah fungsi!
Ryu Hasan @ryuhasan
Amygdala (bahasa Yunani yg artinya “almond”) adalah daerah di otak yg mengatur aktivasi emosi2 yg tak disukai, seperti: ketakutan dan kecemasan. Malfungsi amygdala pada bedes psikopat menyebabkan mereka tidak pernah merasa sedih ketika membuat bedes lain sedih atau menderita.
Ryu Hasan @ryuhasan
Agresi tdk membuat bedes2 psikopat gugup. Kengerian tak menakutkan bagi mereka. Jangan heran kalau mereka bisa melakukan hal2 di luar batas Riset2 scaning otak membuktikan bahwa amygdala bedes menjadi aktif meskipun hanya terlintas dlm pikirannya untuk berniat berbuat amoral.
Ryu Hasan @ryuhasan
Kekosongan emosi ini juga yang mengindikasikan bahwa bedes2 psikopat tidak pernah belajar dari pengalaman2 buruk. Karena ketiadaan emosi inilah yang menjadikan bedes psikopat tidak bisa memahami konsep2 moral yg paling dasar.
Ryu Hasan @ryuhasan
Malfungsi aktifitas Amygdala pada psikopat dikarenakan kurang bahkan tiadanya inhibisi/hambatan. Amygdala jadi hiperaktif. Inhibisi/ hambatan terhadap hiperaktifitas amygdala ini pada kondisi umum diperankan oleh korteks di area prefrontalis (orbitofrontal cortex)
Ryu Hasan @ryuhasan
Korteks area prefrontal terutama di bagian orbitofrontal cortex yg kaya neuron cermin (mirror neurin) inilah yang belakangan sering disebut sebagai "sirkuit moralitas" di otak bedes.
Ryu Hasan @ryuhasan
Nah karena kedokteran modern menyebut psikopat sebagai malfungsi (gangguan fungsi) otak, pertanyaan selanjutnya adalah: siapa yang punya otoritas dan berhak melakukan reparasi otak bedes psikopat?
Load Remaining (48)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.
Login and hide ads.