Yogyakarta Takluk, Tentara Inggris Rampas Harta Putri Keraton

Ketika Sultan Hamengkubuwono II akhirnya menyerah ketika Keraton Yogyakarta mulai diserbu Inggris 18 Juni 1812. Jelas terlihat tentara Sultan bukan lawan sebanding Inggris.
yogyakarta sejarah berita HISTORY keraton Indonesia
0
Koran Sulindo @koransulindo
Yogyakarta Takluk, Tentara Inggris Rampas Harta Putri Keraton - koransulindo.com/yogyakarta-tak… pic.twitter.com/cVHdC2v54L
Expand pic

Koran Sulindo – Ketika Sultan Hamengkubuwono II akhirnya menyerah ketika Keraton Yogyakarta mulai diserbu Inggris 18 Juni 1812. Jelas terlihat tentara Sultan bukan lawan sebanding Inggris.

Pertempuran hanya berlangsung beberapa hari dan dengan segera mereka menyerah kepada Inggris di Benteng Vredenberg.

Sementara HB II ditangkap dan digiring ke benteng pukul delapan pagi tanggal 20 Juni 1812, Keraton yang kosong segera menjadi sasaran penjarahan.

Meninggalkan keraton tanpa penjaga, penyerahan itu ibarat tengara untuk dimulainya penjarahan.

Tak hanya merampas pusaka Keraton seperti Kiai Paningset, Kiai Sangkelat, Kiai Urub, Kiai Jinggo, Kiai Gupito, Kiai Joko Piturun, dan Kiai Mesem. Tentara Inggris juga merampas kancing baju Sultan HB II yang terbuat dari berlian.

Mereka juga menjarah gamelan, wayang, ribuan kitab-kitab sejarah Jawa, serta naskah-naskah daftar tanah. Bahkan dalam babad Bedhahing Ngayogyakarta tercatat pedati-pedati selama empat hari berturut-turut mengangkut harta rampasan itu ke kediaman Residen Yogya John Crawfurd.

Kekacauan di dalam keraton bermula ketika serdadu Inggris dan Sepoy meringkus perempuan-perempuan keraton untuk merampas kandutan dan bundelan mereka.

Kandutan umumnya digunakan untuk menyebut barang-barang berharga yang disimpan dalam setagen dan diikatkan di perut mereka sebagai pengunci jarit. Sedangkan bundelan merujuk pada barang-barang berharga yang dibundel, biasanya menggunakan kain dan dibawa dalam oleh perempuan-perempuan Jawa.

Baca Selengkapnya : https://koransulindo.com/yogyakarta-takluk-tentara-inggris-rampas-harta-putri-keraton/

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.