0
Esjewe Perkotaan @Outstandjing
Sy dibesarkan di keluarga di mana penggunaan kata yg halus seperti "tuang" dan "sumping" untuk diri sendiri, akan segera dikoreksi (it should be "neda" and "dugi"). Tapi sy gak terganggu ketika orang non-Sunda menggunakan "aing" ke diri sendiri. Kenapa? ---a thread--
Esjewe Perkotaan @Outstandjing
Undak Usuk Basa adalah konsep asing yg diperkenalkan kepada orang Sunda di abad 17 pada masa pendudukan Mataram. UUB diciptakan utk mengkonstruksi kelas-kelas sosial, di mana saat itu orang Sunda sebenarnya lebih egaliter.
Esjewe Perkotaan @Outstandjing
Dlm perkembangannya, UUB digunakan luas dlm lingkup keluarga dan masy, misalnya kpd orang lebih tua. Corak yg dimiliki UUB juga membantu ekspresikan emosi -kalo marah pake bahasa kasar, misalnya. Bahasa kasar juga dipakai Raksasa (Buta) dlm wayang golek krn mereka kan savage.
Esjewe Perkotaan @Outstandjing
Orang Sunda juga memelihara bahasa Loma, yaitu kosa kata egaliter yg tidak mengenal halus / kasar atau tinggi / rendah. Bahasa ini dipakai dlm pergaulan dgn teman sepantar, juga dlm wacana pengetahuan spt tulisan artikel atau lingkup akademik.
Esjewe Perkotaan @Outstandjing
Kembali ke "aing", kenapa saya gak keberatan jika orang non-Sunda ikutan pakai? Well, dlm hegemoni di mana bahasa daerah dianggap inferior, dan bahasa Sunda khususnya dipakai utk menggambarkan karakter yg lugu - mendengar orang bilang "aing" can't be more harmful than all that.
Esjewe Perkotaan @Outstandjing
So instead of feeling annoyed, I think a more suitable reaction to hear someone said "aing" is... smug. "Hehe dasar savage.."
Esjewe Perkotaan @Outstandjing
Kesimpulan 1. UUB bukan hal yg mendasar, melainkan konsep yg diperkenalkan kemudian 2. UUB diterima sbg kekayaan bahasa dan sejarah, toh ada manfaatnya juga 3. Jika tahu "aing" itu kasar, berarti kita cukup beruntung dlm pendidikan. Yaudah, kan gak semua seberuntung itu hehe
Esjewe Perkotaan @Outstandjing
Tuips yg bisa bahasa Sunda dan Jawa mungkin bisa bantu lengkapi thread ini twitter.com/Outstandjing/s…
Ligwina Hananto @mrshananto
@Outstandjing Gw ngomong aing2 cuma dg sepupu terdekat yg seumuran atau lebih muda. Om2 gw ngomong aing2 antar sesama. Gak dg kami atau org lain. Itu namanya adab. Bukan smug. In my sotoy opinion.
zainalarifinnugraha @Zainal_AN
@Outstandjing Salah satu alasan mengapa banyak anak balita di desa menggunakan bahasa Indonesia drpd bahasa Sunda adalah krn para orang tua takut anaknya berkata kasar. Pola pikirnya harus diubah dulu sepertinya.
Esjewe Perkotaan @Outstandjing
@Zainal_AN Ya, mungkin segan berbahasa Sunda karena itu. Juga karena TV ehehe
unggul hari pambudi @unggul_hp
@Outstandjing saya lumyan terganggu, sy jawa pernah di bandung, denger aing/sia ko jauh dari sunda yang halus lemah lembut, maaf cuma opini
Intan @intanhildawati
@Outstandjing Hehehe saya pake uang-aing kalo di kampus, soalnya kayak panggilan kalo udah akrab banget. Tapi kalo di rumah, balik lagi pake Bahasa Sunda yang halus. Soalnya udah susah banget nemuin orang di kampus yang bener2 pake Bahasa Sunda. Jadi kadang agak lupa sama kosakata2 yang halus.
yang bilang si @CESArosendi
@Outstandjing Di bekasi ada bahasa sunda juga lho. Tapi ngapak.
Esjewe Perkotaan @Outstandjing
@CESArosendi Iya, bahasa Sunda enggak cuma satu dan seragam semuanya ya Kak. Di sekitar Cilacap & Brebes juga ada yg pakai bahasa Sunda ngapak.
punten bade meser @byuntaemind
@liajasmina @Outstandjing Semua teman-teman saya ini begini hehe. Pasti kaget deh kalau main ke wilayah Banten, liat anak-anak sekolah pakaian rapi berjilbab cantik-cantik tapi uang-aing semua :)) Tapi memang sunda di daerah saya beda dengan sunda priangan.
Esjewe Perkotaan @Outstandjing
@byuntaemind @liajasmina Iya, itulah bahasa Sunda yg blm banyak terpengaruh budaya luar.
Amelya 💙 @mel_amelya
@Outstandjing Saya juga ngga seterganggu itu dengan orang yang menggunakan 'aing' utk dirinya. Toh itu untuk dirinya sendiri. . Kalo orang lain menggunakan 'sia' atau 'maneh' atau kata kasar lainnya ke saya, baru saya terganggu. Bahkan mungkin akan marah.
Amelya 💙 @mel_amelya
@Outstandjing Lebih ke -ngga sepeduli- itu sih. Sedikit menyayangkan sih mungkin iya, tapi ya pek wae sih.. 😅😁
Load Remaining (7)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.