Abdul Basyid Has Harap Peringatan Tahun Baru Islam Dijadikan Momentum Evaluasi Diri

akal Calon Anggota Legislatif (Bacaleg) DPR RI dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Daerah Pemilihan (Dapil) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) Abdul Basyid Has berharap peringatan Tahun Baru Islam 1440 Hijriah dijadikan spirit untuk selalu melakukan evaluasi diri.
Party politician publicpolicy
0
Maulana Rizal @Maulana91393050
Bakal Calon Anggota Legislatif (Bacaleg) DPR RI dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Daerah Pemilihan (Dapil) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) Abdul Basyid Has berharap peringatan Tahun Baru Islam 1440 Hijriah dijadikan spirit untuk selalu melakukan evaluasi dan intropeksi diri.
Maulana Rizal @Maulana91393050
Mengevaluasi dan mengkoreksi apa yang telah dilakukan dan apa yang harus dilakukan ke depan, baik dalam urusan duniawi maupun ukhrowi.
Maulana Rizal @Maulana91393050
“Saya memaknai Tahun Baru Islam sebagai momentum untuk melakukan evaluasi diri. Dengan demikian, kita bisa mengetahui apakah yang kita perbuat selama ini sudah maksimal, belum maksimal dan yang belum dilakukan.
Maulana Rizal @Maulana91393050
Jangan-jangan kita selalu kesusahan, karena kerja kita kurang maksimal.
Maulana Rizal @Maulana91393050
Atau mengapa jiwa kita selalu gelisah, mungkin saja kita kurang dalam melaksanakan segala perintah Allah SWT,” kata Abdul Basyid saat dimintai tanggapannya tentang makna dari peringatan 1 Muharam sebagai Tahun Baru Islam, di Batam, Rabu (12/09/2018).
Maulana Rizal @Maulana91393050
Selain itu, Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PKB Provinsi Kepri ini juga mengatakan bahwa peringatan Tahun Baru Islam bisa dijadikan pelajaran akan pentingnya persatuan, kesatuan dan menghargai kebhinekaan. Juga untuk mengikis gerakan radikalisme dan terorisme.
Maulana Rizal @Maulana91393050
Abdul Basyid Has menyebutkan, gerakan radikalisme maupun terorisme bukan ajaran Islam. Islam Sejatinya adalah agama yang cinta damai dan jauh dari kekerasan.
Maulana Rizal @Maulana91393050
Untuk itu, gerakan ini harus dilawan karena bukan membesarkan Islam tetapi justru merendahkan nilai-nilai Islam itu sendiri.
Maulana Rizal @Maulana91393050
“Sebagai bangsa yang majemuk penting mengambil pelajaran dari kisah bagaimana Nabi Muhammad dan umatnya yang hidup berdamai dengan penganut agama lain usai hijrahnya ke Madinah.
Maulana Rizal @Maulana91393050
Dan itulah yang membuat Islam menjadi besar, karena mengajarkan kedamaian, bukan kekerasan seperti yang selama ini dilakukan oleh kelompok-kelompok radikal baik di dunia internasional, maupun di Indonesia sendiri,” tegas Abdul Basyid Has.
Maulana Rizal @Maulana91393050
Ketua Dewan Pembina Gerakan Kebangkitan Bangsa (GKB) ini merasa miris dan mengutuk dengan aksi-aksi teror dan gerakan kelompok-kelompok tertentu yang ingin mengganti sistem di Indonesia.
Maulana Rizal @Maulana91393050
Padahal menurutnya, dengan Pancasila sebagai dasar negara, pendiri negara telah berhasil mempersatukan Indonesia yang terdiri atas berbagai suku dan bahasa serta kebudayaan menjadi satu bangsa. Jadi tidak ada alasan apapun untuk mengganti Indonesia dengan sistem khilafah
Maulana Rizal @Maulana91393050
“Kelompok-kelompok yang ingin mengganti Indonesia dengan sistem khilafah harus kita lawan. Karena dasar negara kita pancasila sudah islami dan berhasil menyatukan Indonesia yang multikultural ini.
Maulana Rizal @Maulana91393050
Saya tidak ingin bangsa Indonesia ini terpecah hanya karena nafsu politik kelompok tertentu,” ungkapnya.
Maulana Rizal @Maulana91393050
Jelang tahun politik dan pesta demokrasi 2019, Abdul Basyid Has berharap Polri selaku aparat penegak hukum dan TNI harus mampu mendeteksi upaya dimunculkannya kegaduhan dan memecah belah persatuan. Agar pesta demokrasi yang dilaksanakan lima tahun sekali ini berjalan damai.
Maulana Rizal @Maulana91393050
“Polri, TNI, dan aparat negara lainnya harus mewaspadai kemungkinan munculnya gerakan radikal di berbagai daerah yang akan memecah persatuan, khususnya menjelang Pilpres dan Pileg 2019,” pungkasnya.

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.