1
The Lost Book @kisahtanahjawa
Banyak pembaca @kisahtanahjawa kerap menanyakan, kapan pembahasan menyoal salah satu rumah yang syarat akan kisah kelam dalam literasi sejarah diulas dalam tema #DibalikSebuahNama. Acara TV misteri nasional saja sudah, masa @kisahtanahjawa belum sih? hehe #memetwit pic.twitter.com/6Swx2QisCJ
Expand pic
The Lost Book @kisahtanahjawa
Nah, hari ini adalah saatnya mimin membahas soal bangunan loji Belanda yang terletak di sebuah kawasan perkebunan di wilayah Jawa Timur dan dikenal dengan perusahaan rokoknya. Hayo tebak dimana? #memetwit
The Lost Book @kisahtanahjawa
Bangunan loji ini dulunya adalah rumah dinas Sinder. Sinder sendiri berasal dari bahasa Belanda “Opziener” atau “Opzichter”, yaitu sebutan untuk pengawas pekerja di area Perkebunan. Karena memang rumah ini ada di sebuah perkebunan yang sangat luas #memetwit
The Lost Book @kisahtanahjawa
Menurut kami, jika dilihat dari bangunan yang tersisa, rumah ini dibangun sekitar tahun 1910 an dengan menganut Gaya Art de Co Indische. Meskipun tidak menutup kemungkinan sebelum bangunan ini didirikan, telah ada bangunan yg lebih sederhana berdiri ditempat itu #memetwit
The Lost Book @kisahtanahjawa
Bangunan yg cukup megah pd masanya, saat ini berdiri dlm kondisi miris. Aura mistis sangat terasa, atapnya pun sdh tdk ada. Ditambah pepohonan liar yg tumbuh disekitar rumah tsb seolah menambah kesan angkernya. Loji ini memang sdh kosong sejak peristiwa berdarah tahun 1965/1966an
The Lost Book @kisahtanahjawa
Mulai dari kisah penampakan manusia-manusia tanpa kepala yang berjalan sempoyongan yang sering terlihat oleh masyarakat sekitar, membuat Tim @kisahtanahjawa tertarik untuk merunut peristiwa kelam yang pernah terjadi di sekitar rumah tersebut #memetwit
The Lost Book @kisahtanahjawa
Kita coba kembali ke tahun 1930an, dmn rumah ini pernah dipakai oleh Sinder beserta keluarganya. Sebut saja penghuni rumah itu adalah Tuan Hoopman yg tinggal bersama istri & 2 anak kecil perempuan. Juga tukang kebun serta ibu-ibu setengah baya yg bertugas sbg asisten rumah tangga
The Lost Book @kisahtanahjawa
Suatu malam rumah tersebut disatroni 3 orang maling. Perlu diingat, pada masa itu kejahatan yang dilakukan oleh para pribumi sedang marak akibat ketimpangan sosial serta ekonomi antara kaum borjuis dan proletar #memetwit
The Lost Book @kisahtanahjawa
Ketika para penghuni rumah sedang terlelap, kawanan maling ini mengendap-endap dan mencongkel masuk rumah. Namun tidak semudah itu pencurian mereka karena apes bagi kawanan maling, penghuni rumah terbangun #memetwit
The Lost Book @kisahtanahjawa
Dua anak kecil perempuan segera diselamatkan keluar rumah oleh asisten rumah tangga. Sedangkan Tuan Hoopman bergegas mengambil senapan dan menembak kepala salah satu kawanan rampok tersebut hingga tewas seketika #memetwit
The Lost Book @kisahtanahjawa
Dua orang maling yang tidak terima melihat temannya tewas, segera mengeroyok Tuan Hoopman hingga membuat sang pemilik rumah tersungkur tak berdaya terkena sabetan golok #memetwit
The Lost Book @kisahtanahjawa
Spontan, Ny. Hoopman berteriak histeris & kawanan maling td segera bergegas melarikan diri; meninggalkan temannya yg telah tewas. Nasib Tuan Hoopman sendiri jg tidak jauh beda dgn lelaki yg dibunuhnya. Jasad rampok td kemudian dikuburkan di bawah pohon beringin di dekat rumah tsb
The Lost Book @kisahtanahjawa
Sialnya, Ny. Hoopman yg tersulut dendam justru mengencingi jasad si maling sesaat sblm dikuburkan. Akibatnya, jika hari ini di sekitar rumah & pohon tsb muncul penampakan manusia dgn jidat bolong berdarah2, bisa dipastikan itu adalah qorin dari si maling yg mengalami nasib apes
The Lost Book @kisahtanahjawa
Bukan bermaksud mengganggu sebenarnya. Namun sosok tsb hanya sekedar ingin didoakan. Mengingat ketika waktu dikuburkan dulu, jasadnya tidak diperlakukan dgn baik. Terkesan hanya dilemparkan begitu saja ke lubang sedalam 2-3 meteran, tanpa didoakan secara agama ataupun secara adat
The Lost Book @kisahtanahjawa
Memasuki tahun 1935-1940 pasca kejadian perampokan, rumah ini dipergunakan oleh sinder lain. Hingga masuknya tentara Jepang tahun 1942, rumah ini kemudian mangkrak tak berpenghuni #memetwit
The Lost Book @kisahtanahjawa
Mengingat rumah ini telah kosong lama, ditambah energi negatif yg melingkupi, maka jgn heran jika ditempat ini sering muncul penampakan manusia tanpa kepala, pocong, ular siluman betina beserta koloninya, kuntilanak, genderuwo dan juga … the one and only, maling berkepala bolong
The Lost Book @kisahtanahjawa
Jika ada pembaca yg berani merasakan energi dari sosok kepala berlubang td, kami tuliskan sekeping mantera yg mungkin bisa digunakan untuk merasakan energinya meskipun dari jarak jauh. Dgn catatan, harus berkonsentrasi tinggi & tidak lupa pula untuk mendoakannya. Wallahualam
The Lost Book @kisahtanahjawa
“Jabang bayine Sarwoto... sing ning uwit... moro mrene... gondone mbako... kopi pait... melu mrene..” Bersambung besok ke part 2 untuk menyapa mereka-mereka yang sering kali berjalan tanpa kepala #memetwit
The Lost Book @kisahtanahjawa
Sembari memperingati malam satu suro & permohonan maaf dari tim @kisahtanahjawa berhubung beberapa hari yg lalu admin yg bertugas sempat ketiduran selama tiga hari & ga mau dibangunin, maka untuk malam ini kami akan melanjutkan pembahasan dari artikel terakhir yg sungguh menarik pic.twitter.com/WBVfPzh8ZY
Expand pic
The Lost Book @kisahtanahjawa
Tapi sebelum membahas bagian horor-hororan seperti yang menggantung di akhir part 1, mari kita kulik sedikit bagian sejarahnya dulu yang sebagian besar masih menjadi misteri pada kisah ini #memetwit
The Lost Book @kisahtanahjawa
Di era tahun 1800–1900an, Belanda menjadikan kawasan ini sbg perkebunan & dihuni oleh para pengelolanya yg berkebangsaan Belanda. Beberapa diantaranya ada yg menikah dgn pribumi. Satu temuan unik, di tempat tsb jg terdapat sebuah kuburan tua yg kini tidak terawat lagi #memetwit
The Lost Book @kisahtanahjawa
Pasca masuknya tentara Jepang pada tahun 1942, loji-loji milik karyawan perkebunan (yang notabene merupakan warga Belanda) akhirnya dikosongkan dan sempat mangkrak beberapa tahun #memetwit
The Lost Book @kisahtanahjawa
Hingga pada periode sblm thn 1965-1966, rumah pengawas perkebunan dipergunakan sbg markas oleh organisasi sayap kiri wilayah Jatim. Disini kami tdk akan membahas sisi politisnya. Namun hanya mengungkapkan fakta yg pernah terjadi agar peristiwa memilukan itu tdk pernah terjadi lg
The Lost Book @kisahtanahjawa
Seiring dengan meletusnya peristiwa ’65/66, rumah ini kemudian dikuasai oleh pihak berwenang dan digunakan untuk menginterogasi mereka yang diduga merupakan aktivis sayap kiri #memetwit
The Lost Book @kisahtanahjawa
Lebih dari 200an org terbunuh disini. Rata-rata sengaja dipenggal kepalanya. Sehingga tidak heran jika hari ini muncul cerita dari warga sekitar yg kebetulan melintas saat senja menjelang, melihat penampakan orang berjalan sempoyongan tanpa kepala. Nampak horor sekaligus pilu ya?
Load Remaining (7)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.