Chirpstory will close the service later this year. At the end of September, you will not be able to post stories or comments.

Jangan Termakan Isu, Ini Hasil Analisis dari Nomura Holdings Inc (Jepang), Indonesia Memiliki Risiko Kecil Terpapar Krisis Moneter

paparan yag mudah dipahami dari Nomuda Holding Inc (Jepang) sangat baik untuk dipelajari
0

berikut Analisis yang dilakukan Nomura Holdings Inc menunjukkan ada delapan negara berkembang yang dipandang memiliki risiko paling kecil terpapar krisis moneter. Negara-negara tersebut antara lain Indonesia, Brasil, Bulgaria, Kazakhstan, Peru, Filipina, Rusia, dan Thailand.

Dalam analisis Nomura, delapan negara tersebut memperoleh skor nol terkait risiko krisis moneter. Artinya, negara-negara itu memiliki risiko yang sangat kecil untuk mengalami krisis. Analisis Nomura didasarkan pada model peringatan awal krisis yang dinamakan Damocles. Model tersebut memeriksa sejumlah faktor, termasuk cadangan devisa, tingkat utang, suku bunga, dan impor.

Berikut ini penjelasan terkait 8 negara berkembang yang memiliki risiko paling kecil terpapar krisis moneter. Data saya peroleh dari kompas.com

  1. Indonesia

Nilai tukar rupiah beberapa waktu terakhir mengalami pelemahan terhadap dollar AS. Namun, pelemahan tersebut dipandang cenderung gradual dan sejalan dengan kebijakan pengetatan moneter yang dilakukan bank sentral AS Federal Reserve. Meski begitu, Indonesia dipandang cukup resilien dalam menghadapi kondisi tersebut, terlihat dari cadangan devisa yang cukup tinggi untuk menahan pelemahan nilai tukar lebih lanjut. Selain itu, pemerintah pun telah melakukan serangkaian upaya untuk memperbaiki defisit transaksi berjalan. Rasio utang Indonesia pun dipandang masih cukup baik. Dengan cadangan devisa yang tercatat 117 miliar dollar AS dan rendahnya rasio utang terhadap produk domestik bruto (PDB), Indonesia masih cukup kuat dalam menahan pelemahan nilai tukar.

  1. Brasil

Nilai tukar real Brasil terpuruk terhadap dollar AS selama 2,5 tahun terakhir. Hal ini disebabkan kenaikan suku bunga di AS dan ketidakpastian politik di Negeri Samba tersebut. Namun, di sisi lain, perekonomian Brasil sedang mengalami pemulihan meski masih cenderung underperform, yang didorong konsumsi dalam negeri. Pertumbuhan ekonomi Brasil sejauh ini mencapai 1,1 persen, jauh di bawah ekspektasi sebelumnya, yakni 2,7 persen. Bank sentral Brasil pun telah melakukan serangkaian upaya stabilisasi real, antara lain kebijakan swap valas. Awal Agustus 2018 lalu pun suku bunga acuan ditahan di level 6,5 persen.

  1. Kazakhstan

Sama seperti negara-negara berkembang lainnya, nilai tukar mata uang tenge Kazakhstan juga melemah terhadap dollar AS. Bank sentral Kazakhstan menyebut, nilai tukar tenge melemah lantaran ketegangan geopolitik, kebijakan proteksionisme AS, dan sanksi yang diterapkan terhadap Rusia, China, dan Turki. Namun, bank sentral tetap mempertahankan rezim nilai tukar mengambang dan siap melakukan intervensi untuk stabilisasi tenge. Selain itu, negara tersebut juga terus mengembangkan pariwisata.

  1. Bulgaria

Pemerintah Bulgaria tengah mengusahakan keanggotaan mata uang euro dan uni perbankan Uni Eropa hingga Juni 2019 mendatang. Oleh karena itu, ada sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi perekonomian Bulgaria. Hal ini turut membuat perekonomian negara tersebut cenderung solid. Beberapa syarat itu antara lain perbaikan bingkai kerja keuangan makro, memperkuat pengawasan sektor keuangan non-bank, serta upaya lebih keras dalam memberantas pencucian uang. Reuters mewartakan, inflasi Bulgaria cenderung rendah. Selain itu, anggaran Bulgaria pun mengalami surplus dan rasio utang pemerintah cenderung rendah.

  1. Peru

Nilai tukar peso Peru turut melemah terhadap dollar AS, mengikuti negara-negara berkembang lainnya sejalan dengan krisis keuangan yang terjadi di Argentina. Meski demikian, perekonomian negara di Amerika Selatan tersebut terus memperlihatkan peningkatan yang signifikan. Pertumbuhan ekonomi Peru didukung investasi swasta yang terus meningkat porsinya. Pada tahun 2019 mendatang, pertumbuhan investasi swasta diprediksi mencapai 7,9 persen, naik dari 5 persen pada tahun 2018 ini. Salah satu pendorong utama investasi swasta adalah proyek-proyek pertambangan. Adapun investasi pemerintah diperkirakan tumbuh 14 persen tahun ini.

  1. Filipina

Pertumbuhan ekonomi Filipina dihantui beberapa risiko, antara lain inflasi yang tinggi dan risiko eksternal. Namun demikian, pertumbuhan ekonomi negara tetangga Indonesia tersebut masih cukup tinggi, yakni 6 persen pada kuartal II 2018. Bank sentral Filipina menyatakan, perekonomian Filipina cukup resilien menghadapi risiko eksternal, termasuk krisis di sejumlah negara berkembang, seperti Turki dan Argentina. Gubernur Banko Sentral Ng Filipinas Nestor Espenilla mengungkapkan, fundamental ekonomi Filipina sangat bagus. "Pertumbuhan (ekonomi) kita sangat kuat, posisi fiskal kita tersusun rapi, dan posisi eksternal kita cenderung baik meski defisit, serta rasio utang rendah," kata Espenilla seperti dikutip dari Philippines Star.

  1. Rusia

Perekonomian Rusia dihantui sejumlah risiko, seperti dijatuhkannya sanksi oleh AS hingga krisis. Akan tetapi, pertumbuhan ekonomi negara tersebut dipandang memiliki prospek yang cukup baik, meski diyakini tak akan terlalu tinggi. Menurut Perdana Menteri Rusia Dmitry Medvedev, ada sejumlah indikator perekonomian Rusia yang tercatat baik. Rasio utang luar negeri telah mencapai level minimun. Selain itu, daya saing industri manufaktur Rusia juga menguat, serta substitusi impor terjadi di sejumlah segmen. Kemudian, ekspor non-migas juga tumbuh positif, termasuk peningkatan peran sektor keuangan.

  1. Thailand

Berkebalikan dengan negara-negara berkembang lainnya, nilai tukar baht Thailand justru menguat. Bahkan, baht merupakan mata uang berkinerja terbaik di Asia dan nilainya terus stabil sepanjang tahun. Perkasanya baht merupakan dampak dari fundamental ekonomi Thailand yang kuat. Inflasi di Negeri Gajah Putih tersebut rendah dan surplus transaksi berjalannya pun besar. VOA mewartakan, besarnya surplus transaksi berjalan Thailand sebagian didorong pertumbuhan sektor pariwisatanya yang sangat kuat. Surplus transaksi berjalan mendukung kuatnya nilai mata uang suatu negara dan berarti negara tersebut kurang bergantung pada mata uang asing. Selain itu, Thailand adalah eksportir besar mobil dan barang-barang lainnya, yang juga memberikan kontribusi penting terhadap surplus transaksi berjalan.

sumber:
https://seword.com/ekonomi/nomura-holdings-inc-indonesia-1-dari-8-negara-dengan-resiko-krisis-terkecil-_Jfn2bBTN

Bung Farid @bungfarid

Kita masih jauh dari Krisis, apalagi Krisis Moneter seperti 1998 CAR Perbankan kita masih tinggi, jauh berbeda dengan kondisi 97-98 Krisis sih gak, lesu iya tapi kalau ada yg bilang semua baik-baik saja, yah terserah sih kalau mau percaya

04/09/2018 19:24:18 WIB
Mr Limbang Limbung @limbanglimbung

@bungfarid mas, karyawan pas2an kaya saya musti ngapain dg krisis ini?

04/09/2018 19:39:43 WIB
Bung Farid @bungfarid

@tbrata sy bingung jawabnya, cuma kita gak bingung sendirian kok, semua juga bingung

04/09/2018 19:42:23 WIB
Antimainstream @Antimai75174663

@bungfarid @EulerLagrange_ Ganti presiden bs jd solusi gak broo...??? Bener nanya ini..

04/09/2018 20:40:06 WIB
Fahmi @TunRejang

@Antimai75174663 @bungfarid @EulerLagrange_ Kayaknya belum tentu. Tapi lebih realistis kalau ubah cara dan pendekatan agar ada perubahan ke arah yang lebih baik.

04/09/2018 20:49:21 WIB
DArdi @ArdiDDD

@bungfarid @dayatia Setuju bung Farid. Pondasi ekonomi kita cukup bagus. Perbankan mungkin masih aman dengan catatan dollar tidak menyentuh 15.500,-. Kalau semua mau jujur, tidak akan ada yang berani bilang baik2 saja ini.

04/09/2018 22:11:46 WIB
Ida Rina Cahyani @idarina_69

@bungfarid Yang baik2 aja mungkin orang berduit, rakyat kecil mah menjerit... 😢😢😢

04/09/2018 22:27:34 WIB
Tani Sejahtera @tanisejahtera4

@bungfarid @THaripriambodo klo mo bayar cicilan saja hrs cari utangan namanya apa bro paceklil?

04/09/2018 23:47:22 WIB
_DreamCatcher_ @JungBanHap_

@bungfarid Coba aja masyarakat indo ga demen utang buat beli mobil baru, motor baru, trus produktivitas negara kita diperbaiki, ga males2an

05/09/2018 05:44:53 WIB
Sidewinder @VostokMerah

@delpiardi @dayatia @bungfarid Setuju , ini sebetulnya strategi pak Joko untuk mepermainkan dollar pic.twitter.com/fxuQnN1sHb

05/09/2018 05:58:04 WIB
Expand pic
Bang Al @almuhtadimd

@bungfarid Tidak baik2 lah Bung, sedunia lagi ketar-ketir. Jauh dari stabil.

05/09/2018 12:46:20 WIB
Fariz Darari @mrlogix

@bungfarid pertanyaannya adalah, apakah pemerintah sdh berusaha sebaik mungkin utk mengatasi kelesuan tsb?

05/09/2018 13:11:25 WIB
freethinker.id @Sentjoko

@bungfarid andai saja devisa trilyunan yg dihambur2kan utk perjalanan religi berkali2-bisa direm, tapi mustahil rasanya, karena itu dilakukan semata2 utk raih surga fatamorgana

05/09/2018 14:15:05 WIB
Wednes Aria Yuda @wednesyuda

@bungfarid @deru_d_deriel Ekonomi kita memang tidak sedang baik-baik saja, tapi akan baik-baik saja kok.

05/09/2018 15:00:57 WIB
freethinker.id @Sentjoko

@Sendoott @bungfarid apalagi, tapi yg hura2 tak sebanyak yg religi, hanya kasta tertentu, kalau yg religi kasta rendahpun ada marketnya hingga kasta kaya, otomatis dana yg terhimpun maha besar, dan selalu ingin diulang2 tanpa kenyang2 karena iming2 surga fatamorgana

05/09/2018 17:30:08 WIB
dea @opakerupuk

@bungfarid Yaaaahh memang lesu. Tapi gak boleh ngeluh terus 😂

06/09/2018 05:33:59 WIB
Sihar Sitorus #01PilihanTerbaik☝️👍 @SiharMHSitorus

Nomura Inc.(Jepang) : Indonesia masuk daftar 8 negara berkembang dengan resiko paling rendah terpapar krisis moneter. Saya jauh lebih percaya analisis ini dibandingkan dgn pernyataan Kaum Oposisi di Indonesia ekonomi.kompas.com/read/2018/09/1…

11/09/2018 10:30:15 WIB
Haris PS9 @Harispaiaman9

@AchmadZ71423644 @SiharMHSitorus Moga2 stok beras nasional cukup utk kebutuhan seluruh masyarakat, agar jgn ada termasuk lu sampai kelaparan.

11/09/2018 21:41:25 WIB
SmartprintID @CetakBalikpapan

@SiharMHSitorus Oposisi di indonesia tugasnya merusak citra pemerintah, bukan mencari simpati rakyat dengan kritik membangun dan gagasan cemerlang. Oposisi seakan tidak punya kemampuan bersaing sehat ditengah persoalan rakyat yg penuh harap.

11/09/2018 22:45:01 WIB
Mo~ @endah_asmo

@CetakBalikpapan @SiharMHSitorus Pendukung oposisi tugasnya bikin suasana makin keruh dgn share berita hoax

12/09/2018 00:22:47 WIB
Load Remaining (6)

Comment

No comments yet. Write yours!