2
Handoko Tjung @handokotjung
Ada babi minum air kencing raja, hamil. Lahir Dayang Sumbi. Dayang Sumbi kawin sama anjing. Lahir Sangkuriang. Sangkuriang makan ayahnya sendiri. Diusir. Naksir ibunya, ditolak, nendang perahu, jadi gunung. Pertanyaan: Narkoba apa yang dikonsumsi pengarang cerita Sangkuriang?
sharren is a gunner @alltimerey
@handokotjung lah saya baru tau orang tua dayang sumbi itu seekor babi :’)🐷
sharren is a gunner @alltimerey
@handokotjung buat kalian yang belom tau kalo orangtua dayang sumbi itu seekor babi, percayalah anda tidak sendiri :(
Handoko Tjung @handokotjung
@_kiranalara Versi yang lebih lengkap: Si Babi dan si anjing adalah sepasang dewi dan dewa yang dikutuk.
Kirana Larasati @_kiranalara
@handokotjung Kalau di zaman sekarang bikin cerita seperti ini bisa berakhir di pasal penistaan kayanya 😅
Handoko Tjung @handokotjung
@_kiranalara Minimal digiring ke lembaga rehabilitasi narkoba
マスブラム @brmstiadi
@alltimerey @handokotjung Udah curiga dari awal kalau dayang sumbi itu babi Soalnya kalau dayang sumbinya anjing pasti namanya dayang sunjing
Sangkuriang dari perspektif lain…
Kagekidan Danchō @WriterNightpen
Actually, cerita Sangkuriang bisa dipahami secara intrik kerajaan a la Game of Thrones. Sebuah rangkaian tweet. twitter.com/handokotjung/s…
Kagekidan Danchō @WriterNightpen
Poin pertama. Dalam cerita: ada celeng, minum pipis raja, lahir Dayang Sumbi. Secara logika kan ga mungkin ada kehamilan multispesies kaya gitu. Apa yang terjadi? Prabu Sungging Perbangkara menghamili perempuan biasa saja, melahirkan bastard bernama Dayang Sumbi.
Kagekidan Danchō @WriterNightpen
Kenapa Dayang Sumbi dibawa ke istana? Kemungkinan terbesar adalah karena raja tidak punya pewaris sah. Dalam cerita ga pernah disebutkan bahwa Prabu Sungging Perbangkara punya putra mahkota. Ratunya pun tidak disebutkan adanya. Mungkin dipandang tidak penting oleh pembuat cerita.
Kagekidan Danchō @WriterNightpen
Keadaan di istana nampaknya stabil cukup lama. Dayang Sumbi 'dipingit' dalam keputren, tapi tidak diberikan ladies-in-waiting/dayang seperti lazimnya putri golongan ningrat. Kenapa? Kemungkinan Dayang Sumbi-lah dayangnya. Posisinya dalam keputren rendah, hanya sebagai pelayan.
Kagekidan Danchō @WriterNightpen
Kemungkinan, Prabu Sungging Perbangkara punya keturunan, hanya tidak punya putra mahkota. Dayang Sumbi menenun pasti ada konsumennya. Bisa ratu, atau putri. Keduanya tidak dipandang penting dalam narasi dongeng ini. Lalu kenapa sampai ada insiden Tumang mengambilkan gelendong?
Kagekidan Danchō @WriterNightpen
Pertama-tama, kenapa anjing dipelihara dalam rumahtangga raja? Sebagai pemburu dan pengawal. Apalagi bila kita samakan dengan motif alegoris bahwa perempuan biasa = celeng, maka ini akan klop. Tumang ini sebenernya manusia juga, mungkin pengawal yang disayang raja.
Kagekidan Danchō @WriterNightpen
Kemudian kenapa Dayang Sumbi bisa kawin dengan Tumang dan beroleh Sangkuriang? Banyak kemungkinan. Mungkin Tumang pernah menyelamatkan nyawanya, mungkin juga hanya sebatas cinta yang tumbuh karena bertemu sehari-hari. Tapi yang jelas, gayung bersambut dan Dayang Sumbi hamil.
Kagekidan Danchō @WriterNightpen
Prabu Sungging Perbangkara pasti mengalami dilema. Di satu sisi, putri (bastard) nya yang sudah ia angkat dari kehidupan jelata melakukan perbuatan asusila. Di lain sisi, isi kandungan Dayang Sumbi ini darah raja, saudara yang tak mungkin disingkirkan begitu saja.
Kagekidan Danchō @WriterNightpen
Prabu Sungging Perbangkara pasti ada saat Sangkuriang lahir. Dan kelahiran Sangkuriang adalah dilema yang lebih besar lagi: darah raja, lelaki pula! Mungkin inilah putra mahkota yang tak jua datang ke rahim ratu. Prabu pasti dalam keadaan simalakama terjepit Scylla dan Charybdis.
Kagekidan Danchō @WriterNightpen
Karena kelahiran Sangkuriang belum tersebar luas, Prabu Sungging Perbangkara ambil jalan tengah: Sangkuriang ini harus disimpan sebagai kartu as, simpanan apabila kelak benar terjadi krisis suksesi kerajaan. Saya kira sistem pewarisan di sini agnatik, mengutamakan lelaki.
Kagekidan Danchō @WriterNightpen
Oleh karena itu, keluarga Tumang-Dayang Sumbi-Sangkuriang ini diasingkan ke pedalaman yang aman, jauh dari intrik keraton dan perseteruan faksional yang bisa mengancam jiwa mereka. Keadaan keraton saat mereka berangkat pasti sudah cukup gawat dan perebutan kuasa sudah berjalan.
Kagekidan Danchō @WriterNightpen
Apapun yang terjadi di kutaraja, tidak menyentuh keluarga ini selama belasan tahun. Kita tidak tahu apakah ada perseteruan antara keluarga raja dan ratu, (a la Robert dan Cersei) ataukah serbuan dari pihak luar, ataukah intrik lainnya. Yang jelas, kemudian tiba masa Tumang ingin—
Kagekidan Danchō @WriterNightpen
—kembali ke kutaraja. Mungkin karena suatu amanat yang dititipkan padanya oleh Prabu Sungging Perbangkara, ataukah berita dari pedagang, ataukah sekadar insting politik sang (bekas) pengawal keraton. Tidak jelas dalam narasi dongengnya, tapi yang jelas ada usaha menyamarkan.
Load Remaining (9)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.