Buat Yang Bully Gaya Bahasa Anak Jaksel, Ternyata Ada Penjelasan Logisnya Dari Observasi Seorang Guru Yang Kerja Di Jakarta @Imelda_ASanjaya

'kalo ada yang hina aksen kamu, cuekin aja'
3
Imel's @Sean_Alma

Sebagai guru yang pernah mengajar ribuan anak Tangsel, ratusan anak Jakarta Utara dan belasan murid privat Jaksel, saya punya analisa sendiri yang ga usah dipercaya mengenai cara bicara anak muda dari wilayah-wilayah di atas.

03/09/2018 12:02:46 WIB
Imel's @Sean_Alma

Jadi dimulai dari Tangsel dulu kali, ye. Tangsel sendiri puluhan tahun yang lalu adalah kampung-kampung penduduk asli dikelilingi kebun karet penduduk. Lalu datanglah pengembang besar macam Jaya Property dan Sinar Mas yang membuka lahan dan menjual Bintaro dan Serpong sbg 'kota'

03/09/2018 12:28:23 WIB
Imel's @Sean_Alma

Tentu saja pembeli yang puluhan tahun lalu adalah pasangan muda dengan anak balita sekarang sudah mencapai usia pensiun atau lebih. Pembeli yang kalangan menengah ke atas ini membuat 'kota-kota baru'ini menjadi terkesan bergengsi,

03/09/2018 12:28:24 WIB
Imel's @Sean_Alma

Dan mengundang banyak pembeli baru seiring perkembangan wilayah. Berkumpulnya kalangan menengah ke atas yang nggak cukup ditampung di sekolah umum biasa dan merasa sekolah di Jakarta kadang kejauhan membuat suburnya sekolah swasta dan sekolah bilingual bahkan yang full english.

03/09/2018 12:28:25 WIB
Imel's @Sean_Alma

Nah, anak-anak sub-urban ini sejak usia dini terbiasa berbicara bahasa campuran Indonesia dan Inggris, yang murni di sekolah swasta non Inggris pun anak orang berpunya yang pasti belajar bahasa Inggris di luar karena tujuannya melanjutkan pendidikan ke luar negeri.

03/09/2018 12:28:26 WIB
Imel's @Sean_Alma

Saya pernah bertahun mengajar di salah-satu sekolah elit nyaris full english di wilayah ini, dan terbiasa dengan anak-anak yang bahasa Indonesianya yaaa begitulah. Ada sebagian mata pelajaran Indonesia yang wajib diajarkan dan itu yang membuat mereka terpaksa berinteraksi dlm

03/09/2018 12:28:26 WIB
Imel's @Sean_Alma

bahasa Indonesia. Jadi murid-murid saya ini lebih nyaman berbicara dalam bahasa Inggris dibanding bahasa Indonesia. Tapi jika mereka harus bercakap-cakap dalam bahasa Indonesia mereka akan berusaha, namun kosakata bahasa Indonesia mereka pas-pasan sehingga pencampuran bahasa tjdi

03/09/2018 12:28:27 WIB
Imel's @Sean_Alma

Saya pernah mengajar ekonomi akuntansi dalam bahasa Indonesia untuk keperluan UN, dan ada siswa yang stuck nggak bisa mengerjakan soal sama sekali karena pada pertanyaannya ada kalimat: "perlengkapan dipakai separuhnya." Dia tidak paham bhw separuh itu adalah setengah alias 50%

03/09/2018 12:51:15 WIB
Imel's @Sean_Alma

Anak yang sama ini juga nggak paham kalo angkot harus ditunggu bukan ditelpon seperti taxi. Pernah juga bawa anak2 kunjungan ke Pasar Modern BSD naik angkot, ada yang excited luar biasa karena baru kali itu naik angkot sampai minta fotoin segala.

03/09/2018 12:51:16 WIB
Imel's @Sean_Alma

Oke, itu kalangan pendatang sub-urban Bintaro, BSD dan Alam Sutera ya. Sekarang saya membahas penduduk asli Tangsel. Tangsel nan luas ini dihuni setidaknya 3 sub-etnis penduduk asli: Sunda, Banten, Serpong.

03/09/2018 12:51:17 WIB
Imel's @Sean_Alma

Wilayah Sebagian besar Serpong sampai mendekati Parung Panjang dan Gunung Sindur kebanyakan berbahasa Sunda. Bahasa Sundanya lebih mirip ke Bogor daripada orang Bandung plus istilah 'bae'yang agak ngegas kalo diucapkan. Serpong utara, Lengkong Karya, Bintaro, sebagian Alam Sutra

03/09/2018 12:51:17 WIB
Imel's @Sean_Alma

dan Jelupang kebanyakan dihuni etnis Betawi. Kelihatan jelas dari budaya kalo nikahan dan bahasanya. Arah Gading Serpong, Kelapa Dua dan Summarecon yang sebenarnya masuk kabupaten Tangerang dan Kota Tangerang (bukan Tangsel) berbicara antara bahasa Sunda, Betawi dan Banten.

03/09/2018 12:51:18 WIB
Imel's @Sean_Alma

loh, apa bedanya Bahasa Banten dan Sunda Bogor? Kalo sudah sering denger nanti tau bedanya, ya. 😁 Nah, dari kenalan-kenalan yang penduduk asli ini banyak istilah lucu tapi ya nggak keminggris lah pastinya.

03/09/2018 12:51:18 WIB
Imel's @Sean_Alma

Lanjut ke Jaksel. Jaksel mungkin dihuni orang kaya lama, atau keturunan orang kaya lama yang sudah lebih dulu punya kebiasaan menyekolahkan anak ke luar negeri. Mereka sudah biasa dengan sekolah internasional dan universitas luar negeri jauh sebelum kaum sub-urban memulainya.

03/09/2018 12:51:19 WIB
Imel's @Sean_Alma

Sebut saja nama sekolah internasional di wilayah ini. Oh, ya sekolah di sini juga biasanya lebih mahal karena kebanyakan memakai kurikulum IB. Sementara sekolah inter di Tangsel banyak memakai Cambridge yang lebih terjangkau. Karenanya jgn heran sekolah punya cabang dgn kurikulum

03/09/2018 12:51:20 WIB
Imel's @Sean_Alma

berbeda. Misalkan Mentari School dan Binus School Jaksel berkurikulum IB, sementara Mentari School Bintaro dan Binus School Serpong berkurikulum Cambridge. Karena pasarnya juga beda, tapi memang tujuan universitas dari kedua kurikulum ini juga beda sih.

03/09/2018 12:51:21 WIB
Imel's @Sean_Alma

Nah, karena terbiasa dengan kultur full day school yang berbahasa Inggris dan orangtua yang juga berbahasa Inggris anak Jaksel tadi hanya berbicara bahasa Indonesia sekedarnya dengan kosakata terbatas. Sekali lagi ini untuk kalangan Jaksel menengah ke atas, ya. Dan itu nggak bnyk

03/09/2018 12:51:21 WIB
Imel's @Sean_Alma

Jadi kalo ke belakang ISTN, Ampera, Pejaten dalam, bahkan di Kebayoran Baru sekalipun, nggak semua anak Jaksel berbicara dengan wicis dan literally. 😂 Oiya, pernah ngajar private di Dharmawangsa, muridnya anak-anak dubes. Ini mah full inggris dalam logat mereka masing-masing!

03/09/2018 13:04:31 WIB
Imel's @Sean_Alma

Jadi kalo ada yang menghina aksen kamu atau pronounciation sekalipun, cuekin aja. Beneran, bule New Zealand dan Aussie itu bahasa Inggrisnya aja nggak dimengerti expat UK atau USA, jadi kamu ga usah malu kalo berbahasa Inggris dengan logat daerah medok.

03/09/2018 13:04:32 WIB
Imel's @Sean_Alma

Lanjut ke utara, ya. Pernah kuliah di wilayah Barat, tinggal di Jaksel dan Tangsel, aku juga pernah lama ngajar di Jakarta Utara. Muridnya 80% Indonesia berbahasa asli Hokkian, tapi sama dengan Tangsel atau Jaksel, mereka dari kecil sudah lebih lempeng berbicara Inggris.

03/09/2018 13:04:33 WIB
Imel's @Sean_Alma

Kebanyakan muridku bisa bicara Hokkian setelah SMA karena oma-opa berbicara di rumah dalam bahasa tersebut selain Bahasa Indonesia , mau gak mau karena kultur Asia yang kental dengan menghormati orangtua, mereka akan bicara sesuai bahasa oma-opa. Gak semua ortu di Utara

03/09/2018 13:13:30 WIB
Imel's @Sean_Alma

berbicara dalam Bahasa Inggris, kok. OKL dan OKB memang ada, jadi ada yang baru generasi anaknya yang lancar berbahasa Inggris. Nah, anak-anak ini kesulitan jika mengambil kelas Mandarin, karena Mandarin memang bukan bahasa ibu mereka. Lafal dan tone aja beda.

03/09/2018 13:13:31 WIB
Imel's @Sean_Alma

Anak utara lebih enak diajak ngomong bahasa Indonesia ditambah istilah Hokkian, daripada mereka diajak ngomong Mandarin. Istilah seperti cuan, cengli, sama populernya dengan istilah kekinian seperti 'sabi' 'woles' bagi mereka.

03/09/2018 13:13:32 WIB
Imel's @Sean_Alma

Nah, sekali lagi percampuran bahasa dengan Inggris hanya untuk anak-anak SPK atau sekolah inter, sementara siswa sekolah negeri atau swasta non english biasanya bicara dalam Bahasa Indonesia, kok. Bahkan dengan keluarga sendiri, plus tambahan istilah Hokkian pastinya.

03/09/2018 13:29:17 WIB
Load Remaining (12)

Comment

No comments yet. Write yours!