Waspada... Media Asing Menyebar Informasi Hoax, Masyarakat Harus Bersikap Kritis. By @PartaiSocmed

Chirpified
0
#99 @PartaiSocmed

Kita berada di masa dimana media resmi justru menjadi penyebar hoax. Di masa ini kemampuan memilah informasi menjadi jauh lebih penting dari pada kemampuan mendapatkan informasi.

06/09/2018 19:58:40 WIB
#99 @PartaiSocmed

Contoh paling gres adalah tentang isu Ahok akan menikah lagi. Hampir semua media resmi menuliskan berita ini tanpa lakukan cross check sama sekali. Bahkan ada yg memberi cerita2 tambahan agar beritanya tampak original pic.twitter.com/9mXiaPjnRO

07/09/2018 09:53:03 WIB
Expand pic
#99 @PartaiSocmed

Padahal berita ini awalnya adalah dari tulisan John Mcbeth di Asia Times. Sila baca alinea yg disorot. Dari sinilah kemudian cerita ular menjadi naga setelah ditambahi bumbu2 penyedap oleh oknum2 sok akrab dan diliput oleh media2 resmi Indonesia pic.twitter.com/J9vXwLYtYK

07/09/2018 10:03:24 WIB
Expand pic
#99 @PartaiSocmed

Itulah akibat mental inlander. Dipikir semua tulisan dari media asing berbahasa Inggris pasti valid. Padahal belum tentu. Parahnya media2 resmi kita punya bawaan penyakit sindroma inlander sehingga umpan langsung di caplok dan diberitakan ramai2 dgn tambahan bumbu2

07/09/2018 10:07:26 WIB
#99 @PartaiSocmed

Padahal sebelum membuat tulisan tersebut John Mcbeth tidak pernah ketemu Ahok. Dari mana dia tahu Ahok akan menikah lagi? Anaknya Ahok saja tidak tahu.

07/09/2018 10:09:56 WIB
#99 @PartaiSocmed

Dan tahukah Anda siapa John Mcbeth itu? Dia adalah jurnalis pro Prabowo. pic.twitter.com/QdWQQgZ6kH

07/09/2018 10:11:31 WIB
Expand pic
#99 @PartaiSocmed

Sekarang kita memasuki tahun politik. Di pilpres 2014 dihebohkan oleh sebuah tabloid fitnah bernama Obor Rakyat yg belakangan diakui oleh Ketum PPP Romahurmuziy yg saat itu jadi bagian dari tim kampanye Prabowo-Hatta

07/09/2018 10:17:57 WIB
#99 @PartaiSocmed

Sekarang kubu yg sama melakukan strategi yg sama dengan sedikit modifikasi. Yaitu menggunakan media asing bahkan secara khusus membuat tabloid berbahasa Inggris. Antara lain tabloid bernama "Independent Observer" pic.twitter.com/rnESXzpz5Z

07/09/2018 10:21:13 WIB
Expand pic
#99 @PartaiSocmed

Jangan salah, "Independent Observer" ini tidak sama dengan "The Observer" yg didirikan tahun 1791. pic.twitter.com/GKvLBJWjtb

07/09/2018 10:24:47 WIB
Expand pic
#99 @PartaiSocmed

Menurut Fadli Zon "Independent Observer" itu diterbitkan oleh orang dekat Prabowo. Sampai disini clear kan? pic.twitter.com/HLbiVBuGfZ

07/09/2018 10:28:12 WIB
Expand pic
#99 @PartaiSocmed

Lalu mengapa 'orang dekat' Prabowo itu menggunakan nama Observer. Mungkin untuk mendapatkan kesan seolah bagian dari "The Observer". Dan mengapa pakai bahasa Inggris? Mungkin juga untuk memanfaatkan Inlander Syndrome yg banyak di derita bangsa ini.

07/09/2018 10:35:39 WIB
#99 @PartaiSocmed

Kesannya seolah kredibel sebagai koran asing ternama yg punya sejarah panjang. Padahal cuma bikinan 'orang dekat' Prabowo. Ketipu deh! Hehehee

07/09/2018 10:37:49 WIB
#99 @PartaiSocmed

Ini adalah era informasi dimana masyarakat dibanjiri oleh informasi, baik informasi yg benar maupun informasi sampah. Bahkan media massa resmi juga ikut2an menyebarkan informasi sampah. Jadi kemampuan memilah informasi menjadi skill yg wajib dimiliki.

07/09/2018 10:41:01 WIB
#99 @PartaiSocmed

Terlepas dari begitu banyak media resmi yg lalai melakukan cross check sehingga jatuh jadi media gosip, kami bersyukur masih ada media yg menjalankan kaidah2 jurnalisme yg benar. Antara lain Tempo metro.tempo.co/amp/1124013/st…

07/09/2018 10:45:09 WIB
#99 @PartaiSocmed

Lalu bagaimana kita sebagai masyarakat awam menyikapi banjir informasi ini? Memang agak sulit karena media resmi pun sekarang ikut jadi penyebar hoax. Tapi kuncinya adalah sikap kritis.

07/09/2018 10:48:31 WIB
#99 @PartaiSocmed

Kita tidak bisa lagi berpandangan bahwa apa yg disampaikan media mainstream atau bahkan tokoh publik pasti benar. Kita tetap harus mengkritisinya. Siapapun bisa jadi penyebar hoax sekarang ini.

07/09/2018 10:51:51 WIB
#99 @PartaiSocmed

Dalam contoh gosip Ahok akan nikah lagi itu contohnya. Kita tidak boleh menganggap mentang2 ditulis oleh Asia Times maka pastilah beritanya benar. Kita harus kritis bertanya, dari mana John Mcbeth tahu Ahok akan menikah? Apakah dari Ahok langsung atau dari imajinasi?

07/09/2018 10:54:14 WIB
#99 @PartaiSocmed

Jika kita tidak berhasil menemukan jawabannya maka kita tidak perlu ikut2an menyebarkan berita tersebut. Sebab bisa jadi kita ikut menjadi penyebar hoax hanya karena percaya pada media mainstream atau lebih parahnya percaya pada media asing.

07/09/2018 10:57:28 WIB
#99 @PartaiSocmed

Bicara tentang media asing, pilpres Amerika yg terakhir dipenuhi oleh berbagai hoax dari media2 besar di Amerika sana. Jadi betapa ironisnya jika kita langsung menganggap media asing pasti kredibel.

07/09/2018 11:00:07 WIB

Comment

No comments yet. Write yours!